Berikut narasinya:
Selamat siang…
Kami dari tim vaksin GSP
kemarin minggu
Mau tanya keluhan setelah
divaksin…
Nama:
Alamat :
Nama ayah :
Nama ibu :
Vaksin ke :
Keluhan setelah di vaksin :
Keluhan saat ini :
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, pesan tersebut berasal dari tim vaksinasi resmi, adalah salah. Faktanya, Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memberikan klarifikasi.
Masyarakat diminta waspada saat menerima pesan tersebut. Pesan itu dipastikan upaya penipuan.
"Waspada penipuan! Sob, telah beredar penipuan melalui pesan singkat yang pengirimnya mengatasnamakan tim vaksinasi. Tujuan penipuan ini adalah untuk mengumpulkan data pribadi penerima pesan," tulis akun twitter Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informasi, @infokomPMK, 2 April 2021.
![[Cek Fakta] Pesan WhatsApp soal Permintaan Data Pribadi terkait Keluhan setelah Divaksin? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Rabu6sep.png)
Kesimpulan:
Pesan tersebut berasal dari tim vaksinasi resmi, adalah salah.Faktanya, Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memberikan klarifikasi.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
![[Cek Fakta] Pesan WhatsApp soal Permintaan Data Pribadi terkait Keluhan setelah Divaksin? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/fabricated(123).jpeg)
Referensi:
https://twitter.com/InfokomPMK/status/1377995708490391553
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News