Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp
Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Benarkah Logika Penggunaan Masker Sebabkan Manusia Keracunan CO2? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 09 Maret 2021 06:40
Beredar sebuah narasi bahwa penggunaan masker dapat membahayakan tubuh manusia. Narasi ini beredar melalui WhatsApp, baru-baru ini.
 
Pada narasi disebutkan tubuh manusia membutuhkan oksigen (O2) untuk dihirup. Namun karena menggunakan masker, maka yang akan dihirup adalah embusan napas atau karbon dioksida (CO2).
 
Berikut narasinya:

"PROGRAM BUNUH DIRI MASAL, AGAR MASYARAKAT DUNIA MENGHIRUP CO2

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Karna Dengan Berlebihan Menghirup CO2, Manusia Tidak akan Hidup lama alias Bunuh Diri Massal Yang Dibutuhkan Oleh Tubuh Kita Seharusnya Menghirup O2 ( Oksigen )
tetapi karena CO2 ( Karbon Dioksida ) nya tertahan di masker, maka mau tidak mau harus kita hirup lagi )....... Inilah Program Pertama Mereka ( Yahudi Cs )
 
*MAKA TERJAWABLAH SUDAH . . SIAPA SEBENARNYA CORONA....... YANG MEREKA CIPTAKAN . ...."


 
[Cek Fakta] Benarkah Logika Penggunaan Masker Sebabkan Manusia Keracunan CO2? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa masker dapat membahayakan tubuh manusia karena CO2 terhirup kembali atau embusan napas, adalah salah. Faktanya, penggunaan masker tidak menyebabkan keracunan karbon dioksida (CO2).
 
Selama ini, para tenaga kesehatan ketika menjalankan tugas tertentu hampir selalu menggunakan masker. Dari penggunaan itu tidak terbukti bahwa masker dapat membuat tubuh keracunan CO2.

"Dalam sebuah operasi yang berlangsung selama beberapa jam, dokter bedah dan tim medis terbukti tidak linglung atau jatuh pingsan karena sirkulasi udara maskernya lancar," tulis Kompas.com dalam laporannya, 31 Mei 2020.


Di masa pandemi Covid-19 ini, penggunaan masker sangat dianjurkan. Penggunaan ini sebagai bentuk ikhtiar atau antisipasi agar tidak tertular virus Corona melalui cipratan cairan dari saluran pernapasan saat berbicara, bernapas, batuk atau bersin.
 
Penggunaan masker sesuai standar diyakini ampuh untuk mencegah penularan. Di samping itu, CO2 atau embusan napas bisa lolos meski menggunakan masker.
 
Pasalnya molekul CO2 lebih kecil ketimbang virus Corona. Disebutkan ukuran virus Corona sekitar 125 nanometer, sehingga tidak dapat menembus masker.
 
Keracunan CO2 merupakan kasus yang sangat jarang. Keracunan dapat terjadi jika terpapar CO2 dalam dosis tinggi. Namun sekadar embusan napas yang tertahan masker, tidak menyebabkan keracunan.

"Untuk bisa merusak tubuh, paparan karbon dioksida harus dalam dosis cukup tinggi. Tidak cukup dengan bernapas," jelas Bill Carroll, PhD, profesor kimia Indiana University kepada Health, seperti dimuat Kompas.com, 31 Mei 2020.


 
[Cek Fakta] Benarkah Logika Penggunaan Masker Sebabkan Manusia Keracunan CO2? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa masker dapat membahayakan tubuh manusia karena CO2 terhirup kembali atau embusan napas, adalah salah. Faktanya, penggunaan masker tidak menyebabkan keracunan karbon dioksida (CO2).
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Logika Penggunaan Masker Sebabkan Manusia Keracunan CO2? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://health.kompas.com/berita/160400968-pakai-masker-untuk-cegah-corona-tak-bikin-keracunan-karbon-dioksida?page=all
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/dN6AjgvK-cek-fakta-benarkah-memakai-masker-dapat-menyebabkan-kanker-cek-faktanya
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif