1. Akses Control Panel melalui Start > ketik "Control Panel" dan pilih menu tersebut
2. Pilih menu Hardware and Sound lalu Power Options. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini.
3. Pilih "Choose what the power buttons do", dan Anda akan dihadapkan dengan tampilan pengaturan seperti ini.

4. Ada tiga pilihan dengan menu drop down. Pilihan paling atas merupakan pengaturan kondisi PC jika Anda menekan tombol power. Pilihan kedua adalah pengaturan kondisi PC jika Anda menekan tombol Sleep. Anda bisa ubah sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan pengaturan yang disediakan adalah Sleep, Hibernate, Shutdown, Turn Off Display, dan Do Nothing. Misal jika Anda memilih Turn Off Display, maka ketika menekan tombol power layar Anda yang akan mati dan bukan komputer Anda.
5. Opsi tambahan bertuliskan "When I close the lid" akan muncul jika Anda menggunakan laptop. Menu ini memungkinkan Anda mengatur kondisi laptop ketika menutup layarnya. Fungsinya sama dengan dua opsi sebelumnya.

Sleep atau Hibernate?
Sistem Sleep dan Hibernate yang ada di Windows memang tidak banyak berbeda. Keduanya memungkinkan Anda untuk menyalakan PC atau laptop dengan segera dan dalam kondisi yang sama sebelum dilakukan proses Sleep atau Hibernate. Ya, seluruh pekerjaan dan program yang Anda jalankan masih akan disajikan.
Sleep dan Hibernate menyimpan data pekerjaan Anda ke media penyimpanan tetentu, sehingga dapat diakses kembali ketika komputer dinyalakan. Bedanya, Sleep menyimpan data tersebut di RAM, sementara Hibernate di hard disk. Efeknya adalah ketika Anda kehilangan daya.
Karena disimpan di RAM yang bersifat volatile, data tersebut akan hilang jika Anda kehilangan daya. Artinya, proses Sleep akan gagal jika ketika PC Anda kehilangan daya, meski sebentar. Jika hal tersebut terjadi, maka PC akan bangun seperti ketika melakukan Shutdown atau Restart. Namun sisi positifnya, komputer yang melakukan Sleep akan menyala dengan sangat cepat karena akses data dari RAM yang sangat kencang.
Sementara Hibernate berkebalikan dengan Sleep. Karena disimpan di hard disk yang bersifat non-volatile, data akan tetap aman meski daya di komputer hilang atau putus. Minusnya, proses menyalanya akan lebih lama ketimbang Sleep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News