Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tips & Trik

Tips Lindungi Video Conference Zoom dari Zoom-Bombing

Teknologi teknologi tips dan trik teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 31 Maret 2020 13:13
Jakarta: Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar kantor dan sekolah menerapkan bekerja dari rumah atau pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari physical distancing.
 
Demi mendukung kegiatan ini selama tetap berada di rumah, aplikasi video conference menjadi banyak digunakan. Misalnya aplikasi Zoom menjadi ikut populer karena aplikasi ini dinilai mudah digunakan untuk video conference.
 
Namun, peretas atau hacker termasuk pengguna internet yang jahil ternyata memanfaatkan momen ini dengan melakuakan Zoom-Bombing. Caranya, mereka menyusup ke dalam sebuah sesi video conference dan kemudian memutar video porno atau konten negatif lain di dalamnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku yang tidak diketahui bisa masuk ke sesi video conference karena menemukan tautan yang dibagikan di media sosial. Ditambah host atau penyelenggara tidak memberikan kunci untuk mencegah siapapun masuk tanpa izin ke video conference.
 
Penyedia aplikasi Zoom beberapa waktu lalu sudah merespon momen mengerikan ini dengan membuat panduan yang harus dilakukan pengguna Zoom untuk melindungi diri. Berikut ini Medcom.id sudah merangkum panduan yang harus dilakukan.
 
1. Jangan pernah bagikan tautan video conference Zoom di media sosial
Anda mungkin ingin menggelar video conference untuk rekan kerja atau siswa maupun peserta program pendidikan. Tautan video conference membuat siapapun yang ikut serta bisa dengan mudah bergabung.
 
Namun sebaiknya jangan bagikan tautan tersebut di media sosial, terutama yang bisa dilihat semua orang atau mode public. Diimbau untuk membagikannya lewat media komunikasi yang lebih tertutup (private) misalnya grup WhatsApp atau sejenisnya.
 
2. Terapkan hanya pengguna terdaftar yang bisa bergabung
Di setiap video conference semua pengguan bisa menggunakan identitas yang ingin ditampilan selama sesi berlangsung. Hal ini mungkin terlihat mudah karena pengguna tidak perlu memiliki akun khusus Zoom atau yang terdaftar.
 
Padahal cara tersebut kurang aman. Host atau penyelenggara sesi video conference bisa menerapkan fitur yang tersedia di Zoom yaitu hanya mengizinkan pengguna yang punya akun Zoom untuk bergabung.
 
Artinya, Host maupun penyedia apliaksi Zoom bisa mengenali setiap pengguna yang bergabung dalam video conference. Apabila cara ini dilakukan maka Anda bisa sedikit berani membagikan tautan video conference di media sosial meskipun ini sebaiknya tidak dilakukan.
 
3. Kunci Zoom Meeting
Di dalam aplikasi Zoom tersedia opsi untuk mengunci sesi video conference atau Zoom Meeting. Fitur ini bekerja dengan cara mengunci akses untuk siapapun bergabung apabila video conference sudah dimulai atau berlangsung.
 
Pada beberapa kasus Zoom Bombing, pelaku memang masuk di tengah video conference yang sudha berlangsung untuk beraksi dengan memberikan kejutan. Peserta yang lain mungkin telat menyadari bahwa orang tidak dikenal masuk ke dalam sesi yang sedang berlangsung.
 
4. Pakai fitur Waiting Room
Zoom memiliki fitur bernama Waiting Room yang menjadi ruang tunggu sebelum video conference di mulai. Jadi selama host belum memulai sesi video conference, setiap peserta hanya bisa menunggu.
 
Di sini, Host bisa mengawasi dan menentukan apakah peserta video conference sudah sesuai undangan atau daftar yang dibuat. Apabila ada yang tidak dikenal bisa dikeluarkan (remove).
 
5. Matikan fitur berbagai file atau konten
Satu lagi fitur yang patut digunakan adalah dengan menonaktifkan fitur berbagai konten atau Share Screen. Di sini bisa dipilih opsi hanya Host yang bisa melakukannya sehingga apabila ada peserta yang tidak dikenal berhasil masuk, mereka tetap tidak bisa menampilkan konten yang tidak diinginkan.

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif