Tips Membeli Perangkat IoT
Ilustrasi.
Jakarta: Perangkat Internet of Things semakin banyak, memudahkan Anda jika ingin memiliki smart home. Namun, jika tidak hati-hati, Anda justru bisa membahayakan diri Anda. Peneliti Keamanan Senior Avast, Martin Hron memberikan beberapa tips jika Anda tertarik untuk membeli perangkat IoT.


1. Bandingkan Harga
Jika Anda tertarik membeli perangkat IoT, sebaiknya Anda membandingkan harga dari perangkat itu dengan produk lain yang mirip. Ketika harga produk yang ingin Anda beli jauh lebih murah, Anda justru harus curiga. Sebaiknya, Anda mencari informasi mengapa produk itu jauh lebih murah.

2. Perhatikan Merek
Ketika Anda hendak membeli perangkat IoT dari perusahaan yang namanya tidak terkenal, sebaiknya Anda memeriksa situs resmi perusahaan. Cari tahu informasi terkait produk yang Anda hendak beli, termasuk spesifikasi teknik, jadwal pembaruan firmware/perangkat lunak, dan tingkat dukungan dari perusahaan.


3. Periksa Desain Situs
Ketika Anda membuka situs perusahaan, perhatikan apakah situs itu menggunakan HTTP atau HTTPS. HTTPS adalah protokol internet untuk mengenkripsi konenksi antara pengguna akhir dan situs. Ini menunjukkan bahwa perusahaan sadar dan peduli akan keamanan.

"Meskipun hal ini terkait dengan keamanan situs web produk dan bukan produk itu sendiri, hal ini dapat menjadi indikator yang baik tentang seberapa penting nilai keamanan untuk perusahaan tersebut," kata Hron.

4. Perhatikan Data yang Dikumpulkan
Data dianggap akan memiliki harga layaknya minyak. Karena itu, Anda harus memeriksa data pribadi apa saja yang dikumpulkan oleh sebuah perangkat.

"Hal terpenting adalah pertanyakan integritas pengumpulan data itu sendiri. Apakah baik apabila perangkat ini memiliki akses ke data pribadi pengguna? Jika jawabannya "tidak", mungkin ada baiknya Anda berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut," kata Hron.

5. Periksa CVE
CVE adalah singkatan dari Common Vulnerabilities and Exposures. Anda bisa mengetahui informasi ini dengan mengakses situs ini, yang mencantumkan nama-nama vendor dan kerentanan yang diketahui terkait vendor tersebut.

Anda sebaiknya memeriksa kerentanan tingkat tinggi dan juga mencari kerentanan spesifik pada produk tertentu. Anda juga bisa membandingkan tanggal ditemukan kerentanan dengan tanggal terakhir firmware diperbarui.

"Hasil temuan ini dapat menjadi indikator yang baik tentang seberapa cepat vendor atau pabrikan memperbaiki kerentanan yang terdeteksi," ujar Hron.

6. Periksa Ulasan Pengguna
Untuk mengetahui tentang pengalaman penggunaan, Anda bisa memeriksa ulasan pengguna terkait sebuah produk. Anda harus memeriksa apakah ulasan pengguna memiliki cukup informasi yang masuk akal. Terkadang, ulasan pengguna dengan nilai tinggi adalah palsu.

7. Cari Tahu tentang Proses Pengaturan
Sebelum membeli produk Anda sebaiknya juga mencari tahu tentang bagaimana pengaturan awal produk, khususnya apakah Anda akan diminta untuk mengganti password default yang digunakan menjadi password yang lebih rumit.

"Jika proses pengaturan awal ini hanya untuk menyalakan perangkat, tanpa menyatakan perihal keamanan dan perlindungan, bisa saja hal ini menjadi red flag bagi pengguna," kata Hron.




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.