Sleep dirancang untuk jeda penggunaan tanpa harus benar-benar menutup sesi kerja. Sementara Shutdown menghentikan sistem sepenuhnya, menutup aplikasi, mematikan sistem operasi, dan mengosongkan RAM. Karena itu, pilihan terbaik bergantung pada berapa lama MacBook akan ditinggalkan dan kondisi perangkat saat itu.
Kapan Sebaiknya Pakai Sleep?
Sleep mode paling cocok ketika MacBook akan digunakan kembali dalam waktu relatif dekat. Menutup lid laptop menjadi cara paling sederhana untuk mengaktifkannya, meski opsi Sleep juga tersedia melalui menu Apple.Dalam mode ini, sesi kerja tetap tersimpan di memori. Saat MacBook dibuka kembali dan pengguna melakukan autentikasi, aplikasi serta pekerjaan sebelumnya bisa dilanjutkan dari kondisi terakhir.
macOS juga masih dapat menjalankan sejumlah proses ketika perangkat tidur. Fitur seperti Power Nap memungkinkan Mac menangani aktivitas tertentu, termasuk mengambil email, menyinkronkan data Kalender, dan merespons permintaan Find My.
Ketika tersambung ke daya, Mac dapat melakukan aktivitas lebih berat seperti pencadangan Time Machine dan indexing pencarian.
Dari sisi konsumsi daya, Sleep relatif hemat. MacBook modern dengan Apple silicon disebut menggunakan kurang dari 1 persen baterai per jam dalam kondisi tidur. Namun, konsumsi bisa meningkat apabila perangkat terhubung dengan aksesori atau menjalankan aplikasi yang terus aktif.
Karena itu, bila baterai terasa terkuras drastis saat Sleep, aksesori seperti external drive dan hub bisa dilepas. Aplikasi seperti Slack, layanan cloud, atau halaman browser yang terus melakukan refresh juga patut diperiksa.
Shutdown Tidak Perlu Dilakukan Setiap Hari
MacBook.
Saat MacBook benar-benar di-shutdown, seluruh aplikasi ditutup, sistem operasi dimatikan, dan RAM dibersihkan. Setelah proses selesai, perangkat tidak lagi menggunakan daya.
Ada satu hal penting saat melakukan Shutdown: jangan langsung menutup lid sebelum layar benar-benar mati. Panduan Apple yang dirujuk dalam bahan menyebut tindakan tersebut dapat membuat proses startup berikutnya berlangsung lebih lama.
Shutdown juga memiliki kegunaan khusus ketika pengguna membutuhkan power cycle penuh. Misalnya, saat sedang menangani masalah aksesori atau perangkat keras tertentu, mematikan komputer sepenuhnya lebih sesuai dibanding sekadar Restart.
Restart sendiri lebih berguna saat aplikasi atau sistem sedang bermasalah. Proses tersebut tidak sama dengan mematikan seluruh komponen perangkat secara penuh.
Jangan Langsung Masukkan MacBook yang Belum Benar-Benar Tidur ke Tas
Ada satu skenario yang lebih penting daripada sekadar memilih Sleep atau Shutdown: ketika MacBook akan dibawa dan disimpan di dalam tas.Sleep memang aman untuk jeda biasa, tetapi pengguna perlu memastikan perangkat benar-benar masuk kondisi tidur. MacBook yang gagal tidur dan tetap menjalankan proses di dalam tas dapat menghasilkan panas dalam ruang yang minim sirkulasi udara.
Karena itu, ketika laptop akan dibawa bepergian dan tidak akan digunakan dalam beberapa waktu, Shutdown menjadi pilihan yang lebih aman.
Shutdown juga masuk akal saat MacBook tidak akan dipakai selama beberapa hari atau minggu, misalnya ketika ditinggal liburan. Modern Mac tetap dapat melakukan proses startup dengan cepat ketika akan digunakan kembali.
Perlukah MacBook Dimatikan Seminggu Sekali?
Tidak ada kebutuhan untuk membuat jadwal Shutdown harian. Bahkan, perangkat tidak harus dimatikan setiap hari hanya karena selesai bekerja.Shutdown atau Restart sekitar seminggu sekali dapat dilakukan, tetapi sifatnya bukan kewajiban. Tindakan tersebut lebih relevan ketika pengguna mengalami masalah software, aplikasi yang tidak normal, atau membutuhkan proses power cycle penuh.
Pengaturan Sleep sendiri dapat disesuaikan melalui System Settings > Lock Screen. Pengguna bisa menentukan kapan layar mati ketika perangkat tidak aktif, baik saat menggunakan baterai maupun adaptor daya.
Pengaturan terkait jaringan juga tersedia di System Settings > Battery > Options. Opsi Prevent automatic sleeping on power adapter when the display is off memungkinkan sistem tetap berjalan meskipun layar sudah mati. Sementara Wake for network access dapat digunakan untuk mengatur apakah Mac tetap melakukan aktivitas jaringan ketika Sleep.