Pemicu utamanya adalah harga DRAM yang terus terdorong naik seiring kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menyerap kapasitas produksi memori global.
Dikutip dari laporan situs AppleInsider, Apple disebut saat ini membayar sekitar USD1,50 per Gb DRAM, tetapi harga untuk pasokan memori 2027 dari Samsung dikabarkan mencapai USD2 per Gb.
Apple disebut telah mengambil kesepakatan tersebut, setelah sebelumnya muncul data rantai pasok yang menunjukkan adanya kenaikan harga signifikan.
Kenaikan sekitar 33 persen tersebut berpotensi memberi tekanan baru terhadap biaya produksi iPhone. Namun, bentuk kenaikan harga di tingkat konsumen masih belum diketahui karena Apple memiliki sejumlah cara untuk menahan dampaknya.
Mengapa Harga DRAM Bisa Mendorong Harga iPhone?
Masalahnya bukan sekadar harga satu komponen menjadi mahal. DRAM untuk perangkat konsumen harus berbagi kapasitas produksi dengan kebutuhan memori untuk pusat data AI, khususnya High Bandwidth Memory atau HBM.Perusahaan pembuat memori menghadapi permintaan besar dari industri AI. Kapasitas produksi kemudian ikut terserap untuk kebutuhan tersebut, sehingga ruang produksi untuk memori kelas konsumen menjadi lebih terbatas.
Situasi itu menjadi penting bagi smartphone karena produsen tidak bisa begitu saja menggunakan HBM yang dibuat untuk pusat data sebagai pengganti DRAM smartphone. Kapasitas manufaktur yang dialihkan ke segmen AI pada praktiknya mengurangi pasokan yang tersedia untuk perangkat konsumen.
Tekanan tersebut diperkirakan belum cepat selesai. Data dalam laporan menunjukkan permintaan DRAM dapat meningkat 36,2 persen pada 2027, sementara pasokan hanya bertambah 19,3 persen. Akibatnya, kesenjangan pasokan dan permintaan diproyeksikan melebar dari -8,1 persen pada 2026 menjadi -13,6 persen pada 2027.
Kondisi itu disebut berpotensi bertahan setidaknya hingga paruh pertama 2028.
Apple Sudah Pernah Menahan Kenaikan Harga
Apple.
Meski biaya komponen meningkat, kenaikan harga iPhone tidak otomatis berarti Apple akan langsung meneruskan seluruh beban tersebut kepada konsumen.
Apple sebelumnya diklaim berupaya mengelola rantai pasok dan menyerap sebagian kenaikan biaya sebelum menaikkan harga produk. Pada lini iPhone terbaru, kenaikan harga model dasar disebut hanya mencapai US$100, sementara penyesuaian lebih besar diterapkan pada kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga komponen dapat diterjemahkan ke konsumen melalui beberapa cara, bukan hanya menaikkan harga seluruh model secara seragam.
Karena itu, apabila harga DRAM kembali naik pada 2027, belum ada kepastian apakah Apple akan menaikkan harga dasar iPhone, memperbesar selisih antarversi storage, atau melakukan kombinasi strategi tersebut.
AI Menjadi Sumber Tekanan Baru pada Rantai Pasok
Dorongan dari industri AI menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Perusahaan seperti NVIDIA, OpenAI, Microsoft, Google, Anthropic, dan perusahaan AI lainnya terus membangun atau menyiapkan kapasitas data center sehingga kebutuhan terhadap komponen komputasi dan memori ikut meningkat.Ada pula persoalan waktu. Kapasitas produksi DRAM tambahan disebut baru akan tersedia pada 2028 atau 2029. Namun, tambahan kapasitas tersebut belum otomatis menyelesaikan masalah apabila pertumbuhan permintaan AI tetap lebih cepat daripada peningkatan produksi.
Bagi konsumen, dampaknya bisa terasa bukan hanya pada iPhone. Tekanan harga memori berpotensi memengaruhi berbagai perangkat elektronik yang membutuhkan DRAM. Sementara bagi Apple, kemampuan mengendalikan biaya melalui rantai pasok akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa besar kenaikan harga produk berikutnya.
Dengan proyeksi kesenjangan pasokan dan permintaan yang masih melebar pada 2027, harga iPhone berpotensi tetap menghadapi tekanan setidaknya sampai 2028, meski besaran kenaikannya belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.