Pada 2017, jumlah kamera pengawas yang dikirimkan adalah 69 juta unit. Diperkirakan, pada tahun 2022, angka ini akan naik hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 166 juta unit dengan pertumbuhan per tahun mencapai 16 persen.
Hal ini disampaikan oleh Tommy Zhu, Senior Analyst, IHS Markit dalam Milestone Integration Platform Symposium 2019 yang diadakan di Bali.
"Kamera resolusi tinggi akan tumbuh hingga 46 persen, tuntutan akan backend storage juga akan meningkat," kata Tommy. "Gambar yang dihasilkan kamera pengawas akan menjadi semakin bagus, jumlah kamera akan naik, aplikasi kamera juga akan menjadi semakin kompleks."
Di satu sisi, ini akan memudahkan penjaga keamanan dan polisi untuk mencegah tindakan kriminal terjadi.
Di sisi lain, semakin banyaknya kamera pengawas, yang merupakan salah satu dari perangkat Internet of Things (IoT), berarti semakin besarnya celah yang bisa dimanfaatkan kriminal siber untuk memanfaatkan perangkat IoT untuk melakukan serangan siber. Pada 2016, menggunakan botnet Mirai, hacker berhasil melumpuhkan beberapa situs ternama, seperti Twitter dan Amazon.
Tommy menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa pengguna lakukan untuk meminimalisir kemungkinan kumpulan kamera pengawas yang dia gunakan terserang kriminal siber. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengganti password.
"Sembilan puluh persen serangan siber terjadi karena password yang buruk. Para pengguna biasanya tidak mengganti password administrator, yang memudahkan kriminal siber untuk melakukan serangan," kata Tommy.
Hal lain yang dia sarankan pengguna lakukan adalah melakukan pengujian dan audit, serta mengikut regulasi yang ada di wilayah tempat Anda tinggal.
"Pasang firewall," kata Tommy, menyebutkan langkah berikutnya yang bisa pengguna ambil untuk mencegah perangkatnya menjadi target serangan.
Selain dari sisi pelanggan, pihak manufaktur kamera pengawas juga bisa meningkatkan keamanan perangkatnya dengan memasang enkripsi pada video yang direkam kamera.
"Perusahaan juga perlu memberikan konten yang sesuai bagi konsumen sehingga mereka bisa siap menghadapi ancaman siber," ujar Tommy. "Terakhir, secara rutin memperbarui software dan firmware."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News