Ilustrasi.
Ilustrasi.

Memilih Pelindung Layar Smartphone, Tipis atau Tebal?

Teknologi gadget android tips dan trik teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 19 Maret 2019 11:55
Jakarta: Permasalahan layar smartphone yang pecah atau retak sangat sering dijumpai. Penyebabnya berbagai macam, mulai dari jatuh dan terbentur atau akibat menaruh di saku belakang celana dan Anda mendudukinya.
 
Mengutip Android Authority, firma riset Square Trade di 2018 menemukan 65 persen pengguna malas memperbaikinya karena harga komponen layar yang mahal. 67 persen mengakui tidak memperbaikinya selama smartphone masih berfungsi, dan 59 persen memilih membeli smartphone baru.
 
Padahal ada pepatah "sedia payung sebelum hujan", artinya Anda bisa mencegah panel layar smartphone Anda rusak. Caranya, gunakan pelindung layar smartphone. Anda mungkin sudah pernah melihat dua jenis pelindung layar smartphone yang dijual, ada yang tipis dan tebal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelindung layar yang tipis bisa ditekuk sementara yang tebal lebih kaku. Namun mana yang lebih baik?
 

1. Proses pemasangan
Pelindung layar yang tipis kebanyakan menggunakan material plastik sementara yang tebal biasa disebut dengan tempered glass. Pengalaman Medcom.id melakukan pemasangan sendiri atau melihat petugas merek smartphone justru yang tebal lebih mudah.
 
Pelindung layar yang tipis biasanya terdiri dari dua lapis yang harus dilepas bergantian setelah menempel di layar. Pada proses pemasangan kerap terdapat udara yang terjebak atau biasa disebut balon karena membuat gelembung kecil.
 
Memilih Pelindung Layar Smartphone, Tipis atau Tebal?
 
Berbeda dari pelindung layar yang tebal, bentuknya yang kaku dan material yang lebih padat membuat jarang sekali ada udara yang terjebak pada proses pemasangan. Proses pemasangan juga lebih mudah.
 
2. Harga
Harga pelindung layar yang tipis dibanderol lebih murah, karena sebagian besar terbuat dari plastik. Anda bisa menemukan produk ini dengan mudah di kaki lima. Berbeda dari tempered glass. Harganya mungkin lebih mahal sehingga tidak heran biasa dijumpai di layanan after sales sebuah merek smartphone.
 
3. Tampilan dan pengalaman sentuhan jemari
Tampilan layar smartphone saat menggunakan pelindung layar dipastikan akan berubah, demikian dengan pengalamannya. Penggunaan pelindung layar tebal biasanya kurang estetik ketimbang pelindung layar tipis.
 
Memilih Pelindung Layar Smartphone, Tipis atau Tebal?
 
Penyebabnya pelindung layar yang tebal membuat smartphone terutama tepi layar terasa tebal. Namun pelindung layar tipis justru lebih licin, padahal penggunaan pelindung layar yang tebal masih terasa seperti menyentuh panel layar aslinya.
 
4. Daya tahan
Aspek daya tahan pada akhirnya menjadi faktor utama yang dicari. Pengalaman Medcom.id pelindung layar tebal seperti tempered glass memberikan perlindungan lebih baik.
 
Pelindung layar tipis biasanya hanya melindungi goresan saja. Tentu saja ini tidak 100 persen mampu bertahan. Sementara pelindung layar tebal bersifat seperti panel layar kedua yang akan rusak terlebih dahulu saat tergores atau terbentur.
 
Memilih Pelindung Layar Smartphone, Tipis atau Tebal?
 
Pengalaman Medcom.id, saat smartphone yang menggunakan tempered glass retak, panel layar dibaliknya masih tetap terlindungi. Bagian yang retak terjadi pada pelindung layar, hal ini bisa diketahui saat lapisan pelindung layar tersebut dilepas.
 
Jadi, tidak ada ruginya Anda mengeluarkan uang lebih mahal untuk melindungi layar smartphone Anda yang harga perbaikannya pasti dua kali lipat lebih mahal.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif