Jakarta: Sama seperti hard drive, pemakaian SSD juga memiliki batas usia, yang biasanya ditentukan oleh seberapa banyak data yang ditulis ke dalamnya yang dikenal sebagai TBW (Total Bytes Written).
Meskipun sebagian besar SSD modern dirancang untuk bertahan antara lima hingga enam tahun dengan pemakaian normal, sejumlah kebiasaan pengguna dapat secara tidak langsung memperpendek umur perangkat ini.
Dikutip dari Xda-Developers berikut empat kebiasaan yang bisa mempercepat kerusakan pemakaian SSD, lengkap dengan langkah pencegahan yang sebaiknya kamu terapkan.
1. Mengabaikan Pembaruan Firmware
Salah satu aspek penting dalam pemakaian SSD adalah menjaga firmware tetap mutakhir. Produsen sering merilis pembaruan firmware untuk mengoptimalkan kinerja SSD, termasuk fitur seperti TRIM dan wear leveling, yang berfungsi menjaga efisiensi dan umur perangkat. Jika kamu melewatkan pembaruan ini, SSD bisa berjalan dengan sistem manajemen memori yang kurang optimal, yang pada akhirnya mempercepat degradasi komponen.
Meski pembaruan firmware jarang dilakukan oleh pengguna awam, sebaiknya sesekali periksa situs resmi produsen SSD kamu untuk memastikan versi firmware sudah paling baru.
2. Tidak Menyediakan Pendinginan yang Memadai
Panas adalah musuh utama dalam pemakaian SSD jangka panjang. Komponen seperti NAND flash, pengontrol, dan cache DRAM di dalam SSD bekerja optimal pada suhu di bawah 70?. Jika pendinginan tidak memadai, SSD berisiko mengalami thermal throttling hingga kerusakan permanen.
Pastikan casing PC kamu memiliki sirkulasi udara yang baik dan pertimbangkan untuk memasang heatsink tambahan jika belum tersedia. Bahkan SSD Gen4 bisa mengalami overheating dalam kondisi ruang yang tertutup rapat atau penuh debu.
3. Tidak Membersihkan PC Secara Teratur
Debu yang menumpuk di dalam PC atau laptop dapat menyebabkan peningkatan suhu secara keseluruhan. Untuk menjaga pemakaian SSD tetap optimal, rutinlah membersihkan perangkat dari debu.
Laptop sangat rentan terhadap gangguan aliran udara karena ruang yang terbatas. Bila dibiarkan, ini bisa menyebabkan perlambatan kinerja SSD hingga mempersingkat masa pakainya. Gunakan udara bertekanan dan alkohol isopropil untuk membersihkan bagian dalam komputer secara menyeluruh setidaknya setiap beberapa bulan sekali.
4. Tidak Menggunakan Cadangan Daya atau Proteksi Lonjakan
Lonjakan daya dan pemadaman listrik mendadak dapat menyebabkan kerusakan mendadak pada SSD. Saat arus listrik terputus secara tiba-tiba, proses tulis-baca bisa terganggu dan menyebabkan korupsi data atau kerusakan fisik pada chip penyimpanan.
Dalam konteks pemakaian SSD, memiliki UPS (Uninterruptible Power Supply) dengan proteksi lonjakan daya adalah investasi kecil yang memberikan perlindungan besar terhadap risiko kehilangan data. Dengan UPS, kamu bisa mematikan perangkat dengan aman saat listrik padam dan menjaga komponen tetap stabil.
Beri SSD Kamu Kesempatan Terbaik untuk Bertahan Lama
Memperpanjang umur pemakaian SSD bukan hal yang mustahil. Dengan disiplin dalam pemeliharaan seperti memperbarui firmware, menjaga suhu tetap stabil, membersihkan perangkat secara berkala, dan melindungi perangkat dari gangguan listrik, kamu dapat memastikan SSD bekerja optimal jauh lebih lama dari masa garansinya.
Ingat, SSD adalah salah satu komponen penting dalam sistem kamu. Menjaganya dalam kondisi prima berarti kamu juga menjaga kecepatan, stabilitas, dan keamanan data secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di