Fetra Syahbana

Aplikasi, Raja di Era Transformasi Digital

Cahyandaru Kuncorojati 07 Januari 2018 10:27 WIB
f5 networkstech and life
Aplikasi, Raja di Era Transformasi Digital
Country Manager Indonesia F5 Networks Fetra Syahbana.
Jakarta: Perkembangan teknologi yang kian pesat membuat siapapun dan apapun ikut berumah mengikuti perkembangan tersebut. Tidak terkecuali misalnya layanan yang disediakan oleh sebuah perusahaan.

"Transformasi digital terjadi di mana saja. Cara perusahaan menjalankan bisnisnya juga harus mengadapatasi tranformasi digital tersebut. Services atau layanan menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem transformasi digital," ungkap Country Manager Indonesia F5 Networks Fetra Syahbana.

Fetra Syahbana bukan sosok baru di bidang teknologi. Pria lulusan Institur Teknologi Bandung ini belasan tahun sebelumnya pernah duduk di posisi penting pada beberapa perusahaan teknologi. 




Fetra pernah menjalani karir di Fujitsu selama 3,5 tahun kemudian dirinya memilih untuk melanjutkan karirnya selama 19 tahun di IBM sebagai Country Manager General Business PT IBM Indonesia. Kini genap 5 tahun dirinya meminpin F5 Networks sebagai Country Manager F5 Networks Indonesia.

Sedikit bercerita alasan Fetra beralih ke F5 Networks karena perusahaan teknologi ini mampu bergerak cepat menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan dari teknologi yang semakin beragam. Dia menyadari bahwa perusahaannya sekarang memang tidak sebesar perusahaan sebelumnya.

"F5 adalah sebuah small company yang berkembang dengan cepat dan bisa mengeksplor hal lebih banyak lagi. F5 Networks menurut saya berkembang menjadi bagian dari perubahan atau tren baru, sayapun ingin menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar," ungkap Fetra.



Salah satu perubahan yang dimaksud adalah seperti yang sudah dijelaskan di awal, yakni transformasi digital. Menurutnya aplikasi menjadi salah satu raja di era transformasi digital khsususnya dalam hal services atau layanan.

"Teknologi menjawab semuah kebutuhan orang, kapan saja dan di mana saja. Aplikasi adalah bentuk atau cara penyedia layanan men-delivery layanan yang mereka berikan. Jadi aplikasi menjadi raja di era transformasi digital," tutur Fetra.

Diibaratkan sebagai raja, maka aplikasi memiliki peran yang sangat penting dan vital. Aplikasi hadir sebagai sebuah layanan yang menjawab semua kebutuhan pengguna. Dengan sifatnya yang kompleks maka sangat penting untuk menjaga performa dan kelancaran sebuah aplikasi.



"Karena raja itu penting, maka kemanapun dia pergi selalu ada pasukan keamanan yang menjaganya. Aplikasi bisa diakses lewat perangkat apa saja, dimana saja, dan kapan saja. Jadi pasukan keamanan harus selalu hadir bersama raja," jelas Fetra.

Fetra menjelaskan bahwa F5 Networks kini tidak hanya menyediakan bantuan bagi aplikasi untuk bisa menyajikan performa yang optimal untuk diakses penggunanya. Keamanan menjadi keunggulan yang kini ditawarkan oleh perusahaannya.

"Karena aplikasi dipergunakan untuk beragam kebutuhan maka serangan siber ke aplikasi juga menjadi kerap terjadi. Kembali ke ibarat aplikasi itu raja, maka melindungi raja itu tidak kalah penting dari melindungi kerajaan atau jaringan si perusahaan. Contoh lainnya, ibaratkan aplikasi sebagai sebagai pagar," imbuh Fetra.

Fetra mengibaratkan sebuah jaringan perusahaan sebagai rumah, aplikasi sebagai pagar masuk rumah tersebut. Maka menurut Fetra sangat jelas bahwa pagar tersebut membutuhkan sistem pengaman, misalnya gembok. 



Meskipun menjalankan fungsi sebagai pasukan keamanan F5 Networks tidak menjalankan tugasnya sendiri. Fetra menegaskan bahwa sumber daya manusia yang berada di balik aplikasi atau raja juga harus mengerti keamanan dan cara melindungi rajanya.

"Di balik itu semua tetap ada manusia yang mengontrol, perlu diperhatikan orang yang berada dibalik aplikasi tersebut. Setiap ada hal yang baru maka human resources juga diperbarui. Analogi lainnya, kalau supercar dibawa sama orang yang biasa mengendarai bajaj ya supercar itu tidak bisa melaju seperti desain dan performa yang sudah disiapkan," jelas Fetra.

Dia mengakui saat ini perusahaan sudah mulai menyadari pentingnya keamanan di aplikasi yang mereka buat, tidak sekadar cepat dan lengkap tapi juga aman.

Di Indonesia juga hal ini mulai jadi perhatian, perusahaan tidak hanya membuat aplikasi karena mengikuti perkembangan teknologi tapi juga dibekali sistem keamanan yang melindungi perusahaan maupun konsumennya.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.