NEWSTICKER
Qasir ingin membantu pelaku UMKM mendapatkan akses ke pendanaan lebih baik dengan pencatatan transaksi lebih baik.
Qasir ingin membantu pelaku UMKM mendapatkan akses ke pendanaan lebih baik dengan pencatatan transaksi lebih baik.

Qasir

Cara Buka Peluang UMKM ke Pendanaan Lebih Baik

Teknologi teknologi startup tech and life
Lufthi Anggraeni • 27 Februari 2020 15:11
Jakarta: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digadang sebagai penggerak roda ekonomi dengan porsi terbesar di Indonesia sejak dahulu kala. Namun kian hari, perdagangan yang dilakukan pengusaha kecil ini mengalami hambatan akibat gerusan peritel dengan skala lebih besar.
 
Selain itu, hambatan bagi usaha kecil untuk bertumbuh atau bahkan sekadar bertahan tidak hanya dihadirkan oleh peritel ini, namun justru dari internal usaha tersebut. Salah satunya adalah tidak adanya pencatatan finansial secara teratur, menyebabkan mereka kesulitan mengajukan permintaan pendanaan kepada institusi perbankan.
 
Hal ini menginspirasi Qasir untuk menghadirkan layanan pencatatan untuk UMKM dengan memanfaatkan teknologi yaitu via aplikasi. Kehadiran Qadir ini ditujukan untuk memberikan UMKM pilihan layanan finansial lebih baik dengan pencatatan transaksi yang lebih teratur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, alasan di balik pendirian Qasir juga didasari oleh pengalaman pribadi sang Founder, yaitu Mohammad Novan Adrian dan Angga, serta sang CEO Michael Johan Willem yang berasal dari keluarga pedagang kecil, dan mengalami kesulitan bertahan di tengah gempuran peritel besar.
 
Cara Buka Peluang UMKM ke Pendanaan Lebih Baik
 
“Ternyata layanan pencatatan transaksi ini juga dibutuhkan oleh banyak orang. Usaha kecil ini umumnya susah untuk mendapatkan teknologi yang terjangkau untuk mereka. Jadi Qasir ingin menghadirkan bantuan untuk teknologi ini untuk mereka,” ujar Michael.
 
Berdasarkan pengalaman yang dialami keluarga, pencatatan sebagai layanan pertama yang ditawarkan Qasir menjadi hal yang dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan sistem yang ditawarkan Qasir secara gratis ini, pengguna hanya perlu menggunakannya.
 
Dengan layanan pencatatan yang ditawarkannya, Qasir menyebut pengguna harus mengurusi perkembangan dan hal lain yang berpotensi mengalihkan fokus dari usaha mereka. Tidak hanya transaksi pembelian, fitur lain yang ditawarkan Qasir bernama Kasbon, memungkinkan pengguna untuk mencatat utang pelanggan.
 
Michael juga menyebut bahwa pencatatan dengan besaran setidaknya 30 persen akan meningkatkan peluang UKM untuk mendapatkan pinjaman modal dari instansi finansial resmi. Tidak hanya sebagai layanan pencatatan, kini Qasir telah bertumbuh sebagai ekosistem dengan sejumlah produk lainnya.
 
Produk Qasir yaitu pencatatan digital, belanja dan pendanaan. Pada produk pendanaan, Qasir bekerja sama dengan sejumlah instansi finansial resmi, memungkinkan perusahaan untuk menyalurkan catatan transaksi UKM kepada instansi yang tertarik dalam memberikan pendanaan kepada mereka.
 
Disinggung soal pesaing, Qasir optimis bahwa hingga saat ini belum ada usaha dengan model bisnis sama dengan perusahaannya. Namun, Qasir tidak memungkiri bahwa perusahaannya sudah menemukan sejumlah usaha dengan elemen serupa di Indonesia.
 
Cara Buka Peluang UMKM ke Pendanaan Lebih Baik
 
“Yang kami lihat, banyak usaha yang berangkat karena melihat UMKM sebagai target market yang menjanjikan. Kalau kami, kami mulai ini karena kami sudah tahu ada masalah yang susah diselesaikan kalau ga ada yang memulai.”
 
Namun, bukannya bersaing, Qasir justru berupaya menggandeng pihak yang disebut-sebut sebagai kompetitornya ini juga berkolaborasi. Dengan demikian, Qasir dapat menghubungkan pelaku usaha kecil dengan sejumlah mitra, agen grosir, dan merek, sehingga UMKM dapat memperoleh harga lebih terjangkau dan membantu mengurangi kesenjangan sosial.
 
Sementara itu saat disinggung soal pembeda Qasir dengan layanan serupa, Qasir menekankan integrasi dengan layanan lain guna membantu menghadirkan kemudahan bagi UMKM dalam menjalankan bisnis, yang ditawarkan dalam platform karyanya, sebagai pembeda utamanya.
 
Qasir mengklaim bahwa format integrasi dengan layanan lain dalam satu platform belum tersedia di produk karya pengembang lainnya di Indonesia. Sementara itu, Qasir mengaku tidak pernah memiliki rencana untuk bersaing dalam mengambil keuntungan dari pelaku UMKM ini.
 
Perusahaannya ingin bertumbuh bersama UMKM dengan menyediakan layanan yang dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan usaha. Sebab, jelas Michael, UMKM akan membutuhkan aplikasi yang lebih rumit saat usahanya mengalami perkembangan, salah satunya terlihat dengan bertambahnya jumlah pegawai.
 
Mengingat UMKM yang umumnya masih berpenghasilan tidak besar sebagai target pasarnya, Qasir menawarkan fitur berbayar dalam layanannya dengan harga terjangkau, namun dengan kemampuan untuk disesuaikan dengan kebutuhan.
 
Cara Buka Peluang UMKM ke Pendanaan Lebih Baik
 
Membangun dan memperkenalkan Qasir kepada pelaku UMKM juga disebut Angga dan Novan memiliki cerita dan tersendiri. Pada masa awal perkenalannya, Angga dan Novan mengaku mengalami masa berkeliling ke sejumlah daerah untuk memperkenalkan aplikasinya dari pintu ke pintu.
 
Novan dan Angga mengaku harus mencoba sejumlah metode untuk dapat memperkenalkan layanannya kepada pelaku UMKM, salah satu metode yang dinilainya paling efektif adalah memanfaatkan komunitas. Selain memperkenalkan aplikasi, komunitas juga dapat menjadi medium berbagi pengetahuan terkait pentingnya memiliki pencatatan transaksi dan finansial dalam usaha.
 
“Qasie bisa jadi alat yang dipakai komunitas untuk praktik dan eksekusi teori. Dan saat ini, sebagian besar komunitas sedang hangat membahas soal pencatatan transaksi. Dan sebagian besar komunitas terdiri dari orang-orang yang ingin maju bersama, sehingga perkenalan Qasir menjadi alat yang bisa membantu mereka untuk maju.”
 
Tidak hanya itu, komunitas juga disebut Qasir mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanannya dalam melakukan pencatatan transaksi berkat kisah sukses ratusan pedagang mendapatkan akses pembiayaan yang dibagikan dalam komunitas tersebut.
 
Cara Buka Peluang UMKM ke Pendanaan Lebih Baik
 
Tantangan tidak hanya dihadapi Qasir dari ranah eksternal, tapi juga dari ranah internal. Tantangan ini lebih kepada jumlah pegawai Qasir di awal pengembangannya pada tahun 2015, hingga kemudian dirilis pada tahun 2017 yang masih berjumlah sedikit, namun kini telah teratasi seiring dengan pertumbuhan jumlah karyawan.
 
Ranah UMKM dinilai Qasie masih menjadi ranah potensial hingga beberapa tahun mendatang, mengingat saat ini masih banyak pelaku usaha yang belum tersentuh oleh akses pendanaan dari badan finansial resmi.
 
Qasir menyebut akan terus menggencarkan program edukasi untuk masyarakat dan pelaku UMKM di Indonesia, bertajuk EduQasir. Selain itu dalam lima tahun mendatang, Qasir menargetkan untuk menggandeng lebih banyak pelaku UMKM dan mitra untuk bergabung ke dalam ekosistemnya, sehingga dapat membantu mewujudkan kesejahteraan serta ekonomi lebih baik bagi UMKM Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif