CEO Tokocrypto Pang Xue Kai.
CEO Tokocrypto Pang Xue Kai.

TokoCrypto

Blockchain dan Edukasi Tanpa Henti untuk Masyarakat Indonesia

Teknologi tech and life Blockchain
Lufthi Anggraeni • 07 April 2019 22:02
Jakarta: Tokocrypto mungkin belum akrab di telinga banyak orang. Layanan penukaran mata uang kripto ini telah hadir di Indonesia sejak tahun 2018 lalu, dan telah resmi diluncurkan pada bulan September 2015 lalu.
 
Pendirian Tokocrypto diakui CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, diawali oleh ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh terkait teknologi blockchain, setelah pertama kali berkenalan dengan teknologi ini melalui salah mata uang kripto yaitu ethereum.
 
Kemudian berkenalan dengan mitra yang memberikan peluang bagi Tokocrypto untuk hadir di Indonesia. Sejak awal pendiriannya, Kai menyebut Tokocrypto telah mengusung ide untuk membangun ekosistem terkait dengan ranah blockchain, dan bukan sekadar sebagai platform penukaran mata uang kripto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tokocrypto sebagai exchanger, orang-orang bisa membeli dan menjual mata uang kripto di dalam Tokocrypto. Tapi, kami ingin Tokocrypto bukan hanya sebagai exchanger, juga ingin buat ekosistem Tokocrypto,” ujar Kai.
 
Sejumlah upaya ini salah satunya dihadirkan Tokocrypto melalui segmen bertajuk Launch Pad, merupakan medium untuk membantu pemanfaatan teknologi Blockchain pada perusahaan yang baru akan didirikan atau yang telah berdiri sebelumnya, dalam proses bisnis mereka.
 
Menyadari teknologi yang diusungnya merupakan teknologi baru, Kai juga mengaku sedari awal mencanangkan misi untuk mengedukasi masyarakat, terutama Indonesia sebagai pasar utamanya, terkait dengan teknologi blockchain ini.
 
Sementara itu selama tahun 2018, Kai mengaku melihat banyak peluang di Indonesia terkait dengan industri blockchain, termasuk peluang untuk mengaplikasikan teknologi ini pada industri yang telah terlebih dahulu ada.
 
Kai mencontohkan terkait dengan sertifikat edukasi, yang disebutnya dapat memanfaatkan teknologi blockchain. Menurut Kai, dengan teknologi ini, semua sertifikat akan masuk ke dalam jaringan blockchain, memungkinkan seluruh pemegang akses jaringan untuk dapat menemukannya, sebagai alat bantu konfirmasi.
 
Blockchain dan Edukasi Tanpa Henti untuk Masyarakat Indonesia
 
Semua sertifikat akan masuk ke jaringan blockchain dan semua orang bisa akses, lihat dan konfirmasi, bahwa sertifikasi seseorang asli dan legitimate. Semua orang bisa akses selama punya akses itu. Ini contoh aspek menjanjikan dari teknologi blockchain," ujar Kai.
 
Selain itu, teknologi blockchain juga disebut Kai menjanjikan sebab menawarkan transparansi dan efisiensi transaksi, berkat kemampuannya untuk memungkinkan pemegang akses dalam memeriksa transaksi yang terjadi.
 
Tidak hanya di bidang edukasi, teknologi blockchain juga dinilai Kai memiliki peluang besar di industri lain seperti industri finansial dan agrikultur, serta di sektor pemerintahan. Selama tahun 2018, Tokocrypto turut menemukan tantangan untuk membesarkan industri ini di Indonesia.
 
Kai menyebut tantangan utama yang ditemukannya sepanjang tahun 2018 adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Indonesia terkait dengan industri blockchain dan teknologi yang mendukungnya.
 
Sebagian besar masyarakat Indonesia disebut Kai lebih mengetahui istilah bitcoin ketimbang blockchain, dan bahwa bitcoin merupakan salah satu contoh dari teknologi blockchain. Kurangnya pemahaman ini cenderung menjadi alasan hadirnya risiko penipuan dan kegagalan bagi masyarakat yang berinvestasi pada proyek tertentu.
 
“Kegagalan ini akan menjadi image buruk untuk seluruh teknologi blockchain secara keseluruhan. Untuk mencegah itu, harus ada edukasi, sehingga orang bisa bedakan antara proyek yang baik dan buruk,” ujar Kai.
 
Menyadari hal tersebut, Tokocrypto melakukan sejumlah upaya edukasi, termasuk melalui kerja sama dengan sejumlah instansi pendidikan seperti Universitas AMIKOM Yogyakarta serta Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia (UNIBI) Bandung dengan menghadirkan Pojok Crypto, sebagai lokasi yang dapat dikunjungi masyarakat untuk mempelajari lebih dalam menyoal mata uang kripto.
 
Selain itu, Tokocrypto juga gencar melakukan berbagai acara edukasi di sejumlah kota di indonesia, termasuk di Makassar, Samarinda, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Medan, selama tahun 2018 lalu.
 
Untuk saat ini, upaya yang dilakukan Tokocrypto masih sebatas memperkenalkan teknologi blockchain, sehingga masih diperlukan usaha lebih banyak untuk mengedukasi masyarakat secara lebih mendetail.
 
Blockchain dan Edukasi Tanpa Henti untuk Masyarakat Indonesia
 
Kai mengaku menemukan bahwa masyarakat hanya berpikir soal nilai harga dari bitcoin, tanpa memperhatikan faktor pendukung yang ada di belakang teknologi bitcoin. Hal ini disebutnya menjadi pekerjaan rumah utama bagi Tokocrypto dan pelaku industri blockchain lainnya.
 
Sementara itu disinggung soal peran pemerintah, Tokocrypto menyebut bahwa saat ini, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah awal yang baik dan cukup membantu dalam menghadirkan lingkungan yang kondusif untuk mendukung perkembangan industri blockchain, dengan merilis regulasi terkait pertukaran mata uang kripto oleh Bappebti.
 
"Aturan soal crypto currency exchange ini adalah langkah pertama untuk memupuk lingkungan kondusif untuk ranah ini. Saya harap pemerintah dapat melakukan lebih banyak langkah untuk membantu ranah ini," ujar Kai.
 
Namun, Kai menilai pemerintah masih perlu berperan aktif dalam menghadirkan regulasi lebih detail, termasuk menyoal siapa yang dapat melakukan, cara melakukan, dan peraturan yang harus dipatuhi untuk melakukan Initial Coin Offering (ICO), guna melindungi masyarakat dan mencegah terjadinya penipuan.
 
“Salah satu aspek ini saya yakini bisa bantu industri blockchain untuk bisa bertumbuh, karena sebagian besar sentimen yang ditujukan untuk industri ini adalah dampak dari penipuan yang dilakukan pelaku tidak bertanggung jawab,” ujar Kai.
 
Selain itu, Kai juga menilai pemerintah perlu berpartisipas untuk mendukung industri ini dengan mendorong masyarakat untuk lebih banyak mempelajari teknologi blockchain. Masyarakat dinilainya perlu mengeksplorasi diri terkait cara memanfaatkan teknologi blockchain pada bisnis mereka.
 
Blockchain dan Edukasi Tanpa Henti untuk Masyarakat Indonesia
 
Sebagai penutup, untuk tahun 2019, Tokocrypto memprediksi minat masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri terhadap teknologi bitcoin akan semakin tinggi, mengingat terjadi peningkatan minat masyarakat pada teknologi ini selama tahun 2018 lalu.
 
Masyarakat Indonesia juga diprediksi Kai akan lebih tertarik pada mata uang kripto mengingat sebagian besar masyarakat telah beralih ke kelas menengah. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih banyak berinvestasi, dengan membeli komoditas, salah satunya melalui mata uang kripto.
 
Pertumbuhan minat di Indonesia ini juga diperkirakan akan menjadi pendorong pertumbuhan minat masyarakat global terhadap mata uang kripto. Kai juga berharap pada tahun 2019, akan semakin banyak masyarakat yang tidak hanya membeli mata uang kripto, tapi juga menggunakannya dan berpartisipasi dalam jaringan blockchain.
 
"Karena kesuksesan proyek bukan bergantung pada harga koin tapi pada jumlah pengguna jaringan dan berpartisipasi dalam jaringan," tutup Kai.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif