OVO menyebut edukasi masyarakat terkait pembayaran digital masih menjadi tantangan di Indonesia.
OVO menyebut edukasi masyarakat terkait pembayaran digital masih menjadi tantangan di Indonesia.

Edukasi, Tantangan Besar Inklusi Keuangan

Teknologi startup tech and life fintech ovo
Lufthi Anggraeni • 03 Maret 2019 10:07
Jakarta: Perkembangan teknologi memunculkan berbagai hal baru sebagai bentuk dari pemanfaatannya, tidak terkecuali di bidang keuangan. Kemunculan layanan finansial digital menjadi salah satu wujud nyata dari perkembangan teknologi, terutama di Indonesia.
 
OVO menjadi salah satu organisasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk menghadirkan layanan pembayaran secara digital kepada masyarakat Indonesia. Ovo pertama kali menghadirkan layanannya pada bulan September 2017 lalu.
 
Menyoal inklusi finansial, Haryanto menyebut inklusi keuangan menjadi topik hangat yang seringkali dibahas oleh pelaku di berbagai sektor dan industri, baik pemerintah, swasta, dan bahkan pihak asing juga ingin ikut serta dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edukasi, Tantangan Besar Inklusi Keuangan
 
“Inklusi keuangan sangat baik untuk perekonomian suatu negara, karena memberikan equal access kepada semua masyarakat. Jadi tidak ada lagi pembedaan akses, karena ini merupakan hak masing-masing warga negara,” ujar Haryanto.
 
Kemudahan memperoleh akses keuangan ini juga disebut Haryanto akan mendorong pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan, menabung, hingga mendapat pinjaman guna membantu mereka mengembangkan bisnis, dan sebagainya.
 
Inklusi keuangan disebut Haryanto menjadi hal penting sebab mampu meningkatkan dampak besar bagi negara. Pendapatnya ini didukung sejumlah survei perusahaan riset, yang mengkonfirmasi bahwa inklusi finansial dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto atau Gross domestic product (GDP) negara.
 
Director of Enterprise Payment OVO Haryanto Gunawan, menyebut OVO mengalami pertumbuhan yang baik, dan mengusung tiga pilar yaitu layanan finansial, pembayaran dan poin atau Rewards.
 
Hingga saat ini, OVO telah tersedia di 115 juta perangkat dan telah tersedia di 300 kota di seluruh Indonesia. OVO bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Grab sebagai pembayaran digital untuk layanan yang ditawarkannya.
 
Grab menjadi salah satu mitra pertama OVO saat mengumumkan ketersediaannya di Indonesia. Tidak hanya Grab, OVO juga menjadi salah satu metode pembayaran yang dapat dimanfaatkan penggunae-commerceTokopedia.
 
Kehadiran OVO di sejumlah layanan ritelonlinemaupunofflinedisebut menjadi cara OVO berkontribusi dalam mendukung inklusi keuangan dan percepatan gerakan non-tunai di Indonesia.
 
Manfaat nyata yang diusung oleh inklusi finansial ini dinilai Haryanto menjadi pendorong berbagai pihak untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Sementara itu menyoal industri teknologi finansial atau fintech dinilai Haryanto mengalami pertumbuhan pesat selama dua tahun terakhir di berbagai bidang, baik pinjaman maupun layanan keuangan lainnya.
 
Sebagai bagian dari industri ini, OVO menyebut ingin berkontribusi untuk mendorong gerakan non-tunai, dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Sebab menurutnya, Indoensia masih jauh dari target yang ingin dicapai terkait gerakan non-tunai, dan Indonesia merupakan pasar besar untuk gerakan tersebut.
 
Disinggung soal durasi waktu yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang memanfaatkan pembayaran non-tunai sepenuhnya, Haryanto mengaku belum dapat mengungkapkan prediksinya, sebab Indonesia disebut masih tahap awal pengenalan metode pembayaran digital ini.
 
“Cepat atau lamanya soal Indonesia jadi cashless society, tak bisa hanya dengar pendapat OVO, juga peran berbagai pihak secara bersama-sama. Pemerintah, infrastruktur, bahkan kompetitor juga harus melangkah bersama-sama, sebab Indonesia terlalu besar untuk satu player,” ujar Haryanto.
 
Masih jauh dari target dan masih dalam tahap awal, edukasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi OVO dalam mendorong inklusi finansial dan gerakan non-tunai yang diusungnya bersama pelaku industri fintech lainnya.
 
Edukasi ini kian menjadi tantangan, sebab saat ini, sebesar 90 persen masyarakat di Indonesia masih mempercayai dan menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran utama mereka, sedangkan baru sebesar 10 persen masyarakat yang memanfaatkan alat pembayaran digital.
 
Besaran pengguna uang tunai sebagai alat pembayaran utama ini disebut Haryanto menjadi tantangan bagi pelaku di industri fintech dan pembayaran digital untuk mengedukasi dan meyakinkan konsumen tersebut. Namun, hal ini juga dipandang OVO sebagai peluang agar pelaku dapat melakukan edukasi masyarakat untuk beralih ke pembayaran digital dengan cara lebih inovatif dan kreatif.
 
Edukasi, Tantangan Besar Inklusi Keuangan
 
Selain itu, kurangnya edukasi terkait pembayaran digital ini mendorong keengganan masyarakat dalam memanfaatkannya dalam transaksi sehari-hari.
 
Sedangkan pembayaran digital ini disebut memiliki sejumlah keuntungan, termasuk memperkecil peluang masyarakat mendapatkan uang palsu serta menghadirkan kemampuan bagi masyarakat untuk melacak pengeluaran mereka.
 
Sebagai layanan yang memanfaatkan perkembangan teknologi, pembayaran digital juga disebut Haryanto tidak terlepas dari dukungan infrastruktur jaringan. Sebab saat ini, alat pembayaran digital umumnya digunakan masyarakat melalui ponsel cerdas mereka.
 
Sehingga layanan pembayaran digital dinilai tidak dapat berkembang dan dimanfaatkan 90 persen masyarakat pengguna uang tunai ini, tanpa dukungan pemerintah sebagai regulator serta penyedia jaringan telekomunikasi seluler.
 
Sementara itu, OVO mengaku menggandeng perusahaan dan merek terpercaya dengan reputasi baik sebagai salah satu caranya dalam mengedukasi konsumen, seperti Tokopedia dan Grab.
 
Kerja sama ini disebut Haryanto secara perlahan akan meningkatkan kepercayaan pengguna kepada sebagai alat pembayaran digital utama.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif