Dennis Nguyen, Founder, Chairman, dan CEO Society Pass
Dennis Nguyen, Founder, Chairman, dan CEO Society Pass

Dennis Nguyen, Founder, Chairman, dan CEO Society Pass

Saat Loyalty Point tak Lagi Dibatasi Wilayah dan Negara

Mohammad Mamduh • 19 Agustus 2022 14:19
Jakarta: Dalam berbagai sektor bisnis, kesetiaan pelanggan atau konsumen adalah satu prioritas perusahaan. Banyak cara diciptakan perusahaan ini demi menghadirkan ekosistem yang bisa membuat seseorang mengunjungi, berinteraksi, hingga akhirnya membeli produk atau jasa. 
 
Salah satu yang paling populer adalah loyalty reward atau loyalty program. Sebagian orang mungkin menilai program ini merupakan hal lumrah dan sudah dilakukan oleh banyak layanan. Society Pass punya pandangan lebih jauh ke depan soal loyalty reward ini. 
 
Melihat pemahamannya, loyalty program adalah program yang memberikan poin kepada pelanggan mereka dari setiap transaksi yang berhasil. Poin tersebut nantinya bisa ditukar dengan berbagai penawaran menarik, biasanya diskon atau voucher yang akan membuat konsumennya bersemangat untuk menggunakan layanan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kini program tersebut sudah ditemui di banyak layanan seperti e-commerce atau ride hailing. Society Pass atau SoPa melihat bahwa program ini bisa dimanfaatkan lebih jauh, tak terpaku pada satu layanan bisnis.
 
“Kami punya pada enam bisnis vertikal: Loyalty, Lifestyle, F&B, Telekomunikasi, Digital Media, dan Travel,” kata Dennis Nguyen, Founder, Chairman, dan CEO Society Pass. Enam vertikal bisnis ini merupakan satu dari dua bisnis model, dengan fokus pada akuisisi layanan. 
 
Ia menyebutkan pada tahun 2021, SoPa mengakuisisi ecommerce LeFlair di Vietnam. Menjadi wadah penjualan untuk produk pria, wanita, anak-anak, dan rumah, LeFlair mampu menghasilkan profit sekitar USD500 ribu dari September 2021 hingga Q4 2021. Dennis menargetkan LeFlair untuk masuk bursa Nasdaq.
 
Akuisisi berikutnya yang dilakukan adalah tiga entitas: Handykart, Mangan, dan Pushkart di Filipina untuk sektor F&B. Pada bulan Juli tahun ini, SoPa juga mengambil alih kepemilikan Gorilla Networks dari Singapura untuk sektor telekomunikasi, penyedia e-sim yang memanfaatkan teknologi blockchain.
 
Mereka juga telah mengakuisisi perusahaan pengelola influencer asal Thailand Thoughtful Media Group, dan akan menyulapnya menjadi social commerce. 
 
Dennis mengatakan bahwa akuisisi sangat penting. “Dari akuisisi ini kami bisa mendapatkan tiga hal: pendapatan, pengguna, dan pedagang. Ketiganya merupakan elemen utama dalam model bisnis kedua, loyalty point dari Society Pass,” ungkanya. 
 
Dengan akuisisi pada ke enam sektor bisnis ini, Society Pass berambisi menghadirkan ekosistem yang tak lagi terpaku pada satu layanan dan hanya satu negara. Ia memberikan contoh Tokopedia dan GoJek yang sudah mulai mengintegrasikan sebagian layanan mereka.
 
Society Pass ingin menghubungkan semua layanan yang sudah mereka akuisisi ke dalam satu program loyalty point, yang nantinya menembus batas negara, bahkan wilayah.
 
Ambisi Dennis memang tidak main-main. Akuisisi terbaru SoPa adalah Nusatrip, salah satu OTA cukup lama dan lumayan besar di Indonesia. “Kami berharap langkah kami dengan Nusatrip bisa membuat Tiket dan Traveloka sedikit panik,” ucapnya. Ia menyebut saat ini Nusatrip memiliki sekitar 60 pegawai, dan menargetkan menjadi 100 pegawai hingga akhir tahun 2022. 
 
Sektor bisnis travel Indonesia dilihat Dennis sebagai pasar yang sangat besar. Inilah yang menjadi alasannya mengambil alih Nusatrip. Akuisisi ini juga memudahkan SoPa dalam mengumpulkan pelanggan, mengingat Nusatrip salah satu pemain lama di industri travel.
 
Ia menunjuk Patrick Sutanto, CEO Society Pass Indonesia, untuk menyiapkan segala hal agar Nusatrip sebagai OTA yang bisa kembali dilirik oleh konsumen Indonesia. 
 
“Sebagai contoh saat konsumen membeli tiket pesawat dari Nusatrip, ia akan mendapatkan loyalty point, yang bisa menjadi diskon nantinya. Point ini bisa mereka pakai untuk membeli pakaian di LeFlair. Satu, ini akan menciptakan loyalitas pelanggan secara pasti kepada pedagang. Kedua, ini merupakan solusi win-win, untuk pedagang dan konsumen,” lanjut Dennis memberi contoh. 
 
Society Pass telah menjadi perusahaan terbuka setelah masuk bursa Nasdaq pada bulan November 2021 lalu. Sejak saat itu, mereka mendapatkan dana sekitar USD400 juta dari berbagai pendanaan. Aplikasinya telah tersedia dalam Google Play Store, dengan total 3,3 juta pengguna terdaftar.
 
Mereka mengincar sekitar 50 juta pengguna, sebagai tanda SoPa menguasai pasar sistem pembayaran di Asia Tenggara. Demi mencapai target ini, ke depannya, Dennis mengincar sekitar 2-3 akuisisi lagi hingga akhir tahun 2022. 
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif