Chief Technology Officer Dana Norman Sasono.
Chief Technology Officer Dana Norman Sasono.

Norman Sasono

Dana dan Penetrasi Pembayaran Digital di Tengah Pandemi Covid-19

Teknologi tech and life ekonomi digital fintech Dana
Lufthi Anggraeni • 28 Mei 2020 16:59
Jakarta: Kemajuan teknologi menghadirkan kemudahan bagi masyarakat di berbagai hal, tidak hanya terkait hal profesional, namun juga dapat kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam hal pembayaran.
 
Berkat kemajuan teknologi, pembayaran tidak lagi mengharuskan masyarakat untuk memegang uang tunai untuk dapat melakukan pembayaran, yang dapat dilakukan melalui uang digital. Pasar Indonesia telah dimeriahkan oleh sejumlah pemain di ranah ini, salah satunya adalah Dana.
 
Namun, Dana sedikit berbeda dengan sejumlah pemain lain di ranah teknologi finansial, sebab menawarkan kemampuan serupa dompet secara digital, memungkinkan pengguna untuk menyimpan kartu, baik debit maupun kredit, serta saldo uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini, kami terus mengembangkan kemampuan dompet digital DANA agar makin dapat diandalkan untuk mendukung setiap kegiatan transaksi penggunanya secara mudah, praktis, nyaman, dan aman, serta turut memberikan perlindungan atau proteksi 100 persen kepada para pengguna dompet digital Dana,” ujar Chief Technology Officer Dana Norman Sasono.
 
Mengusung kemampuan sebagai dompet digital, Norman menyebut bahwa Dana terfokus dalam menghadirkan keberlangsungan pengembangan teknologi dan inovasi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan akan bersemangat untuk berganti dompet, dari konvensional ke digital, selaras dengan tagline yang diusung Dana.
 
Sebagai dompet digital, Dana berbekal fitur penyimpanan Kartu ATM dan Kartu Kredit, yang langsung dapat digunakan sebagai opsi sumber dana untuk transaksi digital.
 
Hal tersebut, jelas Norman, dimungkinkan karena Dana memiliki fitur bertajuk Card Binding serta didukung oleh teknologi kode QR yang diklaimnya canggih dan aman.
 
Mengenai perkembangan penetrasi pembayaran digital di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, Dana melihat perilaku bertransaksi non tunai masih didominasi transaksi dengan menggunakan Kartu Debit dan Kartu Kredit, yang menjadi salah satu metode pilihan masyarakat.
 
“Mengacu pada survei PayPal (2017), 73 persen penduduk Indonesia lebih menyukai transaksi tunai. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata penduduk Asia yang umumnya mencapai 57 persen,” lanjut Norman.
 
Namun pandemik Covid-19 disebut Dana berdampak pada perkembangan penetrasi pembayaran digital tersebut akibat pemberlakuan kebijakan jaga jarak sosial atau Social Distancing dan bekerja dari rumah atau Work From Home.
 
Selain itu, imbauan World Health Organization untuk mengurangi pembayaran tunai akibat potensi uang tunai sebagai medium penyebaran virus korona turut menjadikan metode pembayaran non tunai via aplikasi smartphone dinilai Dana telah menjadi alternatif yang kian banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
 
Pandemik Covid-19 juga memicu peningkatan produktivitas di dalam rumah dengan perilaku adaptive shopper, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan belanja online guna membeli kebutuhan keseharian mereka, turut meningkatkan pemanfaatan layanan pembayaran online, termasuk Dana.
 
Disinggung soal tantangan yang dihadapi Dana dalam menggaet konsumen baru pada periode pandemi, Norman justru menyebut tantangan yang sebenarnya adalah terkait cara mendorong percepatan transformasi digital dalam transaksi ekonomi masyarakat.
 
Transaksi digital dikaji sebagai bentuk transaksi lebih efisien dan dapat mendorong peningkatan produktivitas serta kompetensi ekonomi. Transaksi digital juga dijelaskan Norman memiliki kemampuan untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan, sebab tingkat penggunaan transaksi ini masih rendah, sekitar tujuh persen dari total aktivitas transaksi.
 
Selain mengembangkan teknologi dan kapabilitas yang menjadi fokus Dana, Norman menyebut pihaknya juga akan bersinergi dengan mata rantai ekosistem perekonomian digital yang lain, seperti perbankan, dunia usaha berbagai skala, dan lembaga pemberdaya perekonomian masyarakat lainnya.
 
Menghadapi isu keamanan digital, Norman menegaskan bahwa Dana sangat mengutamakan keamanan sistem dan perlindungan data pengguna layanannya. Sebab bagi Dana, lanjut Norman, keamanan adalah dasar kepercayaan penggunanya.
 
"Dana sendiri terus berupaya meningkatkan keandalan teknologi untuk memastikan sistem keamanan dompet digital secara menyeluruh. Kami memiliki 3 value, yakni Trusted yaitu terpercaya karena aman, Friendly yaitu mudah digunakan, dan Accessible yaitu dapat diakses atau digunakan oleh siapapun."
 
Dalam upaya ini, Dana menerapkan risk engine/fraud detection engine berbasis kecerdasan buatan dalam menganalisis setiap transaksi serta proses autentikasi via PIN atau OTP untuk validasi. Norman juga menyebut Dana tengah mengembangkan fitur berbasis teknologi biometrik untuk keperluan validasi.
 
Langkah pengamanan lain yang diterapkan Dana yaitu kepemilikan Data Center (DC) dan DATA Recovery Center (DRC) di Indonesia yang selalu menyala secara paralel, kepemilikan sertifikat Payment Card Industry Data Security Standard (PCIDSS), penerapan Program DANA Protection, jaminan 100 persen uang kembali untuk pengguna dan zero-data sharing policy, serta bekerja sama dengan DUKCAPIL untuk verifikasi data pengguna.
 
Norman juga menegaskan bahwa Danan tidak menyimpan data kartu kredit dan kartu debit yang disimpan pengguna pada dompet digitalnya, sebab semua data ditokenisasi dan bersifat rahasia. Sementara itu, pola penggunaan dompet digital orang Indonesia adalah masih kurangnya edukasi terkait keamanan bertransaksi digital.
 
Namun di masyarakat, lanjut Norman, kasus penipuan yang sering terjadi adalah kasus terkait Social Engineering. Sebagai informasi, Social Engineering merupakan upaya penipuan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi agar dapat mengakses akun pengguna, termasuk pengguna layanan dompet digital.
 
"Karenanya, kami mengimbau para pengguna Dana untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan finansial, seperti PIN, OTP, serta CCV atau tiga angka yang tertera di belakang kartu debit atau kartu kredit. Jangan pernah menginformasikan data-data rahasia tersebut kepada pihak lain, apalagi orang-orang yang sama sekali tidak dikenal."
 
Menyoal peran pembayaran digital untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Norman menyebut Dana mewujudkan kontribusinya salah satunya melalui standarisasi QRIS secara 100 persen di setiap merchant.
 
Khusus saat pandemi, Dana turut mendukung dan membantu UMKM di Indonesia via gerakan bertagar BelanjaDiWarungTetangga, merupakan bagian dari Program Gerakan Sosial Warung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dalam membantu pelaku UMKM dengan usaha terdampak pandemik Covid-19.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif