Platform OmniSci.
Platform OmniSci.

OmniSci

Besarnya Peran dan Kebutuhan Terhadap Analitik Data

Teknologi teknologi tech and life corporate transformasi digital kecerdasan buatan
Cahyandaru Kuncorojati • 15 Mei 2020 16:18
Jakarta: Perkembangan teknologi digital yang berkontribusi dengan begitu banyak daya yang dihasilkan mendorong implementasi teknologi analitik data (data analytic). Teknologi ini membantu data yang sifatnya masih raw atau mentah bisa diolah menjadi data yang insightful.
 
Kebutuhan akan teknologi analitik data ini yang mengundang hadirnya banyak perusahaan penyedia platform teknologi tersebut, misalnya startup bernama OmniSci yang berada dari Amerika Serikat. Startup ini baru saja hadir di Indonesia untuk menawarkan teknologi analitik data.
 
Meskipun masih dianggap sebagai startup tapi menurut Vice President Industry Verticals OmniSci, Herfini Haryono perusahaannya sudah mendapatkan dukungan investor seperti NVIDIA, Verizon Venture, Tiger Global, dan beberapa perusahaan besar lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Platform OmniSci memproses dan memvisualisasikan miliaran baris data termasuk data geospatial dalam hitungan milidetik, sehingga memungkinkan para data scientist dan analis bisnis untuk mendapatkan wawasan baru lewat kompilasi data internal maupun eksternal secara real time dan interaktif," tutur Herfini.
 
Besarnya Peran dan Kebutuhan Terhadap Analitik Data
 
Keputusuan OmniSci hadir di Asia terutama di Indonesa menurut Herfini karena melihat bisnis digital dan ICT berkembang pesat. Bisnis ini membutuhkan pengambilan keputusan yang sangat cepat tapi berbasis data yang faktanya semakin rumit.
 
Dijelaskan lebih teknis oleh Herfini, platform OmniSci memadukan kemampuan CPU dan menempatkan GPU di proses komputasi dan analitik, bukan grafik. Kemampuan platform ini mengoptimalkan performa keduanya bisa menyediakan pengolahan big data yang kompleks menjadi lebih efektif dan cepat.
 
"Solusi OmniSci menjawab kebutuhan bisnis online berbasis real time untuk dapat memproses, menghitung dan menganalisa data serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh kebanyakan sistem big data analitik yang ada di pasar saat ini," jelas Herfini.
 
"Modul Immerse dalam OmniSci Platform memberi nilai tambah dalam analisa Geospatial, dimana selain analisa regular berbasis statik, immerse dapat memvisualisasikan data analitik berdasarkan pergerakannya pada suatu peta (map) dengan real time dan interactive," imbuhnya.
 
Di beberapa sektor bisnis vertikal seperti telekomunikasi dan perbankan, teknologi analitik data sudah menjadi proses dari bisnis utama. Misalnya, untuk menentukan segmentasi pelanggan dan pengembangan produk segmen tertentu.
 
"Pada pemerintahan, contoh konkret adalah untuk memantau kondisi PSBB, melacak pergerakan histori pasien positif Covid-19 misalnya. Ini dapat dengan cepat di deteksi dan dihindari penyebarannya dengan lebih baik," jelas Herfini menyoal pemanfaatan analitik data oleh pemerintah saat ini.
 
Besarnya Peran dan Kebutuhan Terhadap Analitik Data
 
OmniSci bersama institusi MIT, Harvard, CDC sudah menyediakan akses gratis ke berbagai set data untuk membantu peneliti, organisasi nirlaba, dan pemerintah untuk menggunakan dtaa geospasial dalam memerangi Covid-19. Data tersebut mencakup kumpulan data teragregasi dan anonim mengenai social distancing, lalu lintas pejalan kaki, hingga bisnis.
 
"Platform kami membantu para data scientist untuk lebih cepat dan tepat dalam menyiapkan insight (descriptive), trend ke depan (forecast) serta keputusan (prescriptive) yang lebih akurat untuk kebutuhan pengambil keputusan," tutur Herfini.
 
Herfini memandang perusahana telekomunikasi saat ini punya peran penting di tengah pandemi dan penerapan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Trafik layanan yang meningkat berkontribusi dalam menghasilkan data dalam jumlah besar. Makanya teknologi analitik data sangat diandalkan oleh mereka.
 
Sayangnya, pemanfaatan big data dan teknologi analitik data di Indonesia belum merata. Herfini menyatakan bahwa baru sektor keuangan dan telekomunikasi serta e-commerce yang sudah aktif memanfaatkan tapi masih dari sisi optimalisasi pendatapan bisnis.
 
"Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah penggunaan analitik pada sisi operasional perusahaan. Bagaimana menggunakan data yang ada untuk mulai membangun sistem operasional yang lebih efektif dalam meningkatkan kepuasan pelanggan," beber Herfini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif