Mimpi, E-Commerce Spesialis Kasur
Founder Mimpi.co.id, Frank De Witte.
Jakarta: E-Commerce dan marketplace mungkin kini tidak lagi asing untuk masyarakat di dunia, termasuk di Indoensia. Kehadiran platform perdagangan online ini menghadirkan kemudahan tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen.

Kemudahan yang dihadirkan e-commerce memungkinkan konsumen membeli produk secara langsung, meski berada dalam jarak yang jauh. Lebih dikenal sebagai saluran belanja aksesori dan benda berukuran ringkas, kini e-Commerce juga mulai menawarkan produk dengan ukuran lebih besar.

Kini ranah e-commerce turut dimeriahkan oleh Mimpi.co.id, yang terfokus pada satu produk, yaitu kasur. E-commerce yang berdiri pada tahun 2016 ini dibangun berdasarkan pengalaman buruk sang pendiri, Frank De Witte, saat membeli kasur di Indonesia bersama istrinya.


"Berdasarkan pengalaman dan hasil survey, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyukai proses membeli kasur yang menampilkan terlalu banyak pilihan, tanpa dukungan informasi mendetil, serta kemacetan yang harus dihadapi saat berkunjung dari satu toko ke toko lain," ujar De Witte.

Berbeda dengan sejumlah e-commerce pada umumnya, Mimpi.co.id hanya memasarkan produknya via situs resminya. Hal ini diklaim De Witte mampu memangkas pengeluaran, sehingga perusahaannya dapat memberikan penawaran harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan merek kasur terkemuka, dari Rp3,8 juta.

Memiliki situs sendiri, Mimpi.co.id juga memanfaatkan marketplace umum di Indonesia untuk memasarkan produknya. Namun, De Witte menyebut, umumnya transaksi terjadi di situs resmi yang dirujuk oleh halaman Mimpi pada marketplace.

Guna memberikan pengalaman berbelanja kasur lebih baik, Mimpi juga menawarkan masa percobaan selama 100 malam atau sekitar tiga bulan setelah konsumen membeli kasur di situs.

Selama masa tersebut, konsumen dapat menentukan kenyamanan penggunaan, dan jika tidak nyaman, konsumen dapat mengembalikan kasur dan mendapatkan uang mereka kembali secara utuh.

Fitur masa percobaan ini juga diusung Mimpi sebagai pembedanya dari produsen kasur lainnya, yang pada umumnya hanya membiarkan konsumen mencoba produk di toko, baik dengan merebahkan tubuh di atas kasur, ataupun hanya menekan tepian kasur guna menguji keempukannya.

Selain itu, mengikuti tren yang ada di sejumlah negara di wilayah Eropa dan Amerika Serikat, kasur Mimpi dikirimkan ke rumah konsumen setelah dikompresi, dilipat dan dimasukan ke dalam berbentuk kotak sebesar kotak kemasan berukuran lebih kecil sehingga lebih mudah didistribusikan.

Mengingat penetrasi kartu kredit masih belum tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, Mimpi.co.id turut menghadirkan opsi pembayaran berupa transfer bank. Opsi tersebut dinilai lebih digemari oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Untuk saat ini, Mimpi.co.id baru memasarkan dua produk yaitu The Bounce dan The Mimpi, yang keduanya menggunakan bahan dari Belgia, meski proses produksi secara keseluruhan dilakukan di Indonesia.

Selain itu, De Witte mengaku memanfaatkan jejaring sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan YouTube untuk promosi.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.