Review Prosesor

Ryzen Threadriper 2950X, Konsisten Berikan Performa Super

Cahyandaru Kuncorojati 25 Oktober 2018 17:18 WIB
amdhardwarereview prosesor
Ryzen Threadriper 2950X, Konsisten Berikan Performa Super
Boks paket penjualan AMD Ryzen Threadripper 2000 Series.
Jakarta: Di awal Agustus kemarin AMD mengumumkan peluncuran global prosesor kelas HEDT (High End Desktop) generasi kedua, keluarga dari AMD Ryzen Threadripper 2000 Series yang terdiri dari empat model.

Keempat varian tersebut adalah AMD Ryzen Threadripper 2990WX sebagai yang tertinggi, lalu berurutan di belakangnya ada 2970WX, 2950X, dan 2920X. Saat diumumkan, baru Ryzen Threadripper 2990WX dan 2950X yang sudah dirilis ke pasar .

Medcom.id sendiri mendapatkan kesempatan menjajal kehebatan dari AMD Ryzen Threadripper 2950X. Ini bukan kali pertama Medcom.id menjajal prosesor kelas HEDT AMD.


Tahun lalu, kami juga sudah mengulas performa super dari AMD Ryzen Threadripper 1950X yakni dari keluarga generasi pertama Threadripper.
 
Prosesor Core/Thread Boost/Base Frequency L3 Cache TDP PCIe Gen3.0 Lane
AMD Ryzen Threadripper 2990WX 32/64 4,2/3,2 GHz 64 MB 250W 64
AMD Ryzen Threadripper 2970WX 24/28 4,2/3,0 GHz 64 MB 250W 64
AMD Ryzen Threadripper 2950X 16/32 4,4/3,5 GHz 32 MB 180W 64
AMD Ryzen Threadripper 2920X 12/24 4,3/3,5 GHz 32 MB 180W 64

AMD Ryzen Threadripper 2950X hadir dengan konfigurasi 16 core dan 32 thread dengan berbasis arsitektur Zen dari AMD di fabrikasi 12nm. Lompatan inoavasi AMD di fabrikasi 12nm ini disebut berhasil menggulingkan tahta dari Intel di pasar.



Dari sisi spesifikasi AMD Ryzen Threadripper 2950X hadir dengan base clock 3,5GHz dan bisa boost clock mencapai 4,4GHz. Kapasitas L3 cache yang disediakan sebesar 32MB dan mendukung TDP 180W, tentunya hadir dengan sistem pendingin khusus Wraith Ripper.

Dalam pengujian, kami menggunakan testbed yang kami miliki, dengan penyesuaian kebutuhan yang diminta oleh AMD Ryzen Threadripper 2950X. Prosesor ini membutuhkan motherboard dengan chipset X399 yang hadir dengan soket TR4.



Hal ini cukup menguntungkan bagi konsumen dan nilai lebih bagi AMD, karena artinya pengguna motherboard dari seri prosesor AMD Ryzen Threadripper generasi pertama masih kompatibel dengan keluarga generasi keduanya. Cukup mengunduh driver pendukung terbaru dari AMD.

Ukuran AMD Ryzen Threadripper 2950X masih sama dengan generasi pertamanya. Apabila melihat bagian bawahnya AMD Ryzen Threadripper 2950X juga mengusung desain seperti generasi pertamanya.



Proses pemasangannya juga masih tidak lebih mudah ketimbang prosesor AMD Ryzen kelas mainstream. Pemasangannya harus dengan kunci atau screwdriver dengan desain ujung mata yang khusus untuk menguncinya di soket motherboard.

Bagaimana Performanya?
Dalam pengujian AMD Ryzen Threadripper 2950X Medcom.id pasang pada motherboard ASUS X399 Zenith Extreme dan empat keping kartu RAM G Skill FlareX, sehingga total RAM 24GB juga didukung dengan beberapa komponen testbed Medcom.id.
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

Penggunaan empat keping RAM tersebut sudah sesuai dengan kemampuan prosesor ini terhadap fitur quad channel kecepetan 2933MHz. Kemudian di sistem pendinginnya, Medcom.id menggunakan pendingin Cooler Master Wraith Ripper yang memang digandeng AMD.

Seperti pendahulunya, sistem pendingin juga berukuran sangat besar sehingga proses pemasangan cukup sulit dan tetap membutuhkan alat kunci yang digunakan untuk memasang prosesor.

Dalam pengujian menggunakan software benchmark AMD Ryzen Threadripper terbukti menyajikan skor performa yang sangat tinggi, dan tertinggi database Medcom.id.

Membandingkan AMD Ryzen Threadripper 2950X dengan generasi pertamanya, Ryzen Threadripper 1950X, selisih skornya memang memperlihatkan peningkatan signifikan, sama-sama menyajikan performa super.
 
PENGUJIAN PCMark 10 3DMark Fire Strike Cinebench R15 (multi) Cinebench R15 (single)
SKOR 5893 19675 3014 174


Kemudian untuk kebutuhan bermain game kelas AAA di kualitas grafis Ultra, AMD Ryzen Threadripper 2950X mampu menyajikan framerate di tiga game pengujian semuanya berhasil menembus 60fps. Tidak mengherankan prosesor ini dianggap prosesor sapu bersih segala kebutuhan komputasi paling bertenaga.



Medcom.id saat ini belum bisa melakukan perbandingan dengan prosesor kompetitor yang sekelas AMD Ryzen Threadripper 2950X, karena belum bisa ditemukan di pasar Indonesia secara resmi. Prosesor AMD ini juga masih disediakan beberapa teknologi atau fitur bawaan.

Fitur AMD StoreMI yang tersedia di motherboard berbasis chipset AMD X399 masih bisa diaktifkan lewat dukungan prosesor ini sehingga proses loading data dari komponen hard disk drive bisa secepat menggunakan SSD.

Selain itu, fitur untuk mempermudah overclocking lewat aplikasi Ryzen Master Utility dan AMD Precision Boost Overdrive juga masih tersedia.

Kesimpulan
AMD Ryzen Threadripper 2950X masih konsisten menyajikan prosesor HEDT dengan performa super dan tetap memberikan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan skenario software pengujian komputasi sehari-hari lewat PC Mark 10 dan performa bermain game di kualitas Ultra. ini adalah prosesor bertenaga dan serba bisa.

Harga AMD Ryzen Threadripper 2950X memang agak tinggi yakni Rp13,6 juta .tapi justru lebih murah dibandingkan harga peluncuran dari AMD Ryzen Threadripper 1950X tahun lalu. Rp14,8 juta. Sementara kompetitornya yakni Intel Core i9-7900X memiliki 10 core dan 20 thread yang dibanderol Rp14,2 juta.
 
 
AMD Ryzen Threadripper 2950X
Plus
  • Performa memuaskan 
  • Harga bersaing 
  • Jumlah core dan thread semakin banyak
Minus
  • Proses pemasangan agak rumit




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.