Corsair Ironclaw RGB.
Corsair Ironclaw RGB.

Corsair Ironclaw RGB, Andalan Game FPS dan MOBA

Teknologi hardware review peripheral corsair
Cahyandaru Kuncorojati • 08 Januari 2019 08:17
Jakarta: Umumnya mouse gaming tampil dengan desain yang sangat menarik perhatian atau berusaha tampil berbeda dari lainnya. Corsair mengambil gaya yang lebih elegan, yang kemudian menekankan pengalaman dan fitur.
 
Kesan ini yang kembali Medcom.id temukan pada Corsair Ironclaw RGB, mouse gaming teranyar yang untuk game FPS dan MOBA. Memang, dua genre itu yang paling di ranah esport. Coba lihat dulu dari tampilannya.
 
Corsair Ironclaw RGB memiliki tampilan yang menegaskan gaming tapi tidak terlalu mencolok. Lengkung dan ukuran bodinya memang agak besar karena mengusung palm grip sehingga sangat nyaman untuk tangan berukuran besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Konsekuensinya, model palm grip tidak nyaman untuk pengguna dengan ukuran tangan yang kecil atau jemari yang pendek. Di bagian sisi kiri atau tempat ibu jari terdapat material bertekstur yang tidak licin, meskipun tangan berkeringat.
 
Embel RGB mewakili tampilan LED RGB di beberapa bagian mouse yaitu pada logo Corsair yang ada di tonjolan punggungnya, dekat scroll wheel, dan pada multi-purpose indikator LED. Tentunya tampilan cahaya LED RGB bisa dikustomisasi lewat companion software Corsair iCUE.
 
Corsair Ironclaw RGB memiliki bobot 105 gram, ringan tapi tidak terlalu ringan. Saya cukup nyaman menggunakan mouse ini untuk bermain berjam-jam.
 

 
Corsair Ironclaw RGB ini hadir dengan mode koneksi kabel. Ini menjamin response time yang lebih cepat ketimbang mouse nirkabel yang mengandalkan koneksi Bluetooth atau WiFi. Kecepatan respons dari genggaman ke komputer diklaim Corsair hanya 1ms.
 
Hal tersebut karena ditunjuang oleh polling rate yang dimiliki Corsair Ironclaw RGB, 1000Hz. Artinya komunikasi antara mouse dan komputer berlangsung 1.000 kali setiap detiknya.
 
Sementara pada mouse non-gaming, polling rate sekitar 8ms yang artinya hanya berkomunikasi sebanyak 125 setiap detik dengan komputer. Saya tidak menemukan respons yang lambat saat menggunakan Corsair Iroclaw RGB pada PC testbed Medcom.id.
Testbed Medcom.id
Prosesor Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU Corsair RM 850X
Monitor ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

Respons cepat tersebut juga tidak terlepas dari sensor optik PMW3391. Komponen ini menyediakan kemampuan DPI Corsair Ironclaw RGB yang sangat akurat dengan rentang DPI mulai dari 100 hingga 18.000 DPI.
 
Konfigurasi DPI bisa dilakukan secara cepat lewat fly-button DPI di bagian atas mouse yang sudah menyimpan preset di tingkat, 800, 1500, 3000, 6000, dan 9000 DPI. Masih bisa dikustomisasi secara manual lewat Corsair iCUE.
 
Fitur ini akan sangat berguna untuk gamer game FPS yang kerap membutuhkan mouse dengan sensitivitas sedang dan kemudian dengan cepat menjadi tingkat sensitivitas tinggi atau DPI lebih tinggi saat akan melakukan sniping atau membidik musuh dengan senjata runduk.
 

 
Perlu diketahui bahwa Corsair Ironclar RGB memiliki total delapan tombol memiliki fungsi masing-masing tapi bisa dikustomisasi atau menciptakan keymap baru bahkan memanfaatkan fitur macro lewat Corsair iCUE dan disimpan menjadi beberapa profil.
 
Corsair Ironclaw RGB memiliki sebuah memori penyimpanan data yang bisa menyimpan profil dan mengaksesnya tanpa lewat software iCUE. Di bagian atas dekat fly-button DPI, ada fly-button untuk pemilihan profil.
 
Bagaimana kita mengetahui profil yang dipilih? Di sisi kiri mouse terdapat indikator LED. Tiga baris indikator LED tersebut menampilkan profil yang sedang diaktifkan. Indikator ini juga bisa menampilkan tingkat DPI yang dipilih.
 
Artinya pemain tidak perlu menghafal di luar kepala atau meraba profil maupun DPI yang sedang dipilih di tengah serunya game.
 

 
Fitur makro atau profil keymap sendiri lebih cocok untuk kebutuhan gamer MOBA yang mmembutuhkan lebih banyak tombol fungsi untuk fungsi khusus di dalam game. Corsair Ironclaw RGB juga memiliki tombol dengan sensasi klik yang cukup tactile berbekal switch Omron, yang juga diklaim awet dan presisi hingga lebih dari 50 juta klik.
 
Fitur lainnya yang mungkin paling disukai bagi gamer FPS yang sangat menyukai akurasi dan sensitivitas adalah fitur kalibrasi. Corsair Ironclaw RGB hadir dengan fitur teknologi surface calibration utiliy.
 
Corsair Ironclaw RGBdapat mengkalibrasi kecepatan respons dan sensitivitas saat digunakan pemain, menyesuaikan dengan alas mouse atau mousepad yang digunakan.
 

 
Jadi tidak ada alasan bahwa mousepad yang digunakan kurang nyaman atau takut mengganggu ketangkasan bermain dengan Corsair Ironclaw RGB. Corsair menyebutkan bahwa fitur ini sudah optimal dengan mousepad buatan Corsair, seperti MM200, MM300, MM400, MM600, MM8000 RGB Polaris, dan MM1000.
 
Kesimpulan
Medcom.id menilai Corsair Ironclaw RGB berhasil memenuhi klaim sebagai mouse gaming untuk gamer FPS dan MOBA.
 
Ukurannya yang besar dan ditujukan untuk penggunaan model palm grip membatasi mouse ini untuk digunakan oleh gamer dengan ukuran tangan yang kecil atau jemari yang pendek.
 
Soal ketangkasan dan akurasi, Corsair Ironclaw RGB rasanya tidak diragukan lagi. Tersedia rentang DPI yang tinggi ditambah sensor kalibrasi berdasarkan permukaan mouse pad yang digunakan.
 
Penggunya juga masih bisa melalukan kustomisasi DPI dan keymap bahkan fungsi macro untuk setiap tombolnya lewat softwae Corsair iCUE. Untuk memudahkan penggunanya juga masih tersedia indikator LED untuk setiap profil kustomisasi yang bisa disimpan pada memori di dalam mouse ini.
 
Corsair Ironclaw RGB dirilis untuk global, termasuk Inonesia. Mouse ini akan dibanderol USD60 atau senilai Rp844.203.
9.5
Corsair Ironclaw RGB
Plus
  • Desain elegan tapi berkesan gaming
  • Ergonomis dan nyaman digunakan berjam-jam
  • Performa akurasinya tinggi
  • Fitur untuk mengubah sensitivitas yang lengkap
Minus
  • Tidak cocok untuk gamer ukuran tangan kecil

 

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi