Samsung Galaxy S10 Plus.
Samsung Galaxy S10 Plus.

Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa

Teknologi samsung review gadget
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Mei 2019 09:07
Jakarta: Tahun lalu, Samsung enggan untuk mengikuti tren dan menggunakan desain poni pada ponsel premiumnya. Tahun ini, Samsung tetap tidak menggunakan poni. Namun, untuk bisa meminimalisir bezel pada ponselnya, perusahaan Korea Selatan itu menggunakan lubang pada layar untuk kamera depan.
 

 
Samsung juga melakukan upgrade yang cukup signifikan pada kamera Galaxy S10 Plus. Tidak tanggung-tanggung, ponsel ini dilengkapi dengan tiga kamera belakang dan dua kamera depan. Namun, jumlah kamera tak selalu berbanding lurus dengan kualitas foto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagaimana dengan Galaxy S10 Plus? Ini ulasannnya.

Desain

Galaxy S10 Plus adalah smartphone paling premium Samsung saat ini. Dengan layr 6,4 inci, ponsel ini terlihat ramping dan tinggi. Sebelum bezel tipis menjadi tren, menggenggam smartphone dengan layar 5,5 inci sudah cukup menyulitkan untuk saya. Namun, Galaxy S10 Plus terasa nyaman digenggam.
 
Memang, menggunakan desain Infinity-O pada Galaxy S10 Plus, Samsung hampir berhasil memberikan smartphone tanpa bezel. Ponsel itu hanya memiliki bezel tipis pada bagian atas dan bawah, dengan lubang pada bagian kanan atas untuk kamera depan.
 
Pada penggunaan sehari-hari, saya merasa tidak terlalu terganggu dengan keberadaan lubang untuk kamera depan itu. Anda bisa memilih untuk menggelapkan bagian atas ponsel sehingga lubang kamera tersamarkan. Namun, itu akan membuat ponsel Galaxy S10 Plus terlihat memiliki bezel yang tebal.
 
Lubang kamera depan pada Galaxy S10 Plus terasa agak mengganggu ketika saya bermain game.Walau untungnya, ia tidak memengaruhi gameplay.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Samsung Galaxy S10 Plus memiliki tiga kamera belakang. Ketiganya diletakkan pada bagian belakang ponsel secara horizontal. Sistem kamera ini tidak cukup tebal sehingga ia tidak akan terasa mengganggu bahkan ketika Anda tidak menggunakan casing.
 
Untuk sensor sidik jari, ia tertanam pada bagian depan layar. Berbeda dengan kebanyakan sensor sidik jari pada layar, yang menggunakan sensor sidik jari optik 2D, Samsung menggunakan sensor ultrasonik, yang akan membuat peta 3D sidik jari Anda. Sistem ini diklaim lebih aman dari sistem sidik jari optik 2D.
 
Satu hal yang pasti, dengan sensor ini, Anda tetap bisa membuka ponsel bahkan ketika jari Anda berada dalam keadaan basah. Mengingat Galaxy S10 Plus sudah memiliki sertifikasi IP68, basah bukanlah sesuatu yang harus Anda khawatirkan.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Samsung menampilkan ikon sensor pada bagian bawah layar ketika Anda mengaktifkan layar ponsel. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengira-ngira dimana Anda harus meletakkan jari Anda.
 
Selama penggunaan, satu-satunya masalah yang saya temui adalah ketika saya kurang menekan jari ke layar. Ketika itu terjadi, akan muncul pesan untuk menekankan jari ke layar dengan lebih kuat.
 
Galaxy S10 Plus juga sudah dilengkapi dengan fitur Face Unlock, sehingga Anda bisa membuka kunci ponsel hanya dengan memandang ke arah kamera. Fitur ini cukup baik sehingga ia tetap bekerja bahkan ketika Anda berada di tempat dengan cahaya remang-remang.
 
Sama seperti kebanyakan ponsel Samsung, Galaxy S10 Plus juga memiliki layar yang melengkung pada sisi kanan dan kirinya. Ini membuat ponsel terasa nyaman untuk digenggam. Dan ada beberapa fitur yang bisa Anda manfaatkan dengan melakukan swipe pada pinggir layar. Hanya saja, lekukan pada sisi layar ini juga membuat saya sering secara tidak sengaja menekan sesuatu.
 

Software dan Antarmuka

Samsung memperkenalkan antarmuka baru pada tahun lalu, One UI. Jika dibandingkan dengan TouchWiz, antarmuka Samsung sebelumnya, One UI terlihat lebih simpel dan elegan. Tidak hanya itu, antarmuka ini juga lebih ringan. Meskipun begitu, pengalaman menggunakan One UI tetap terasa berbeda dari menggunakan Android murni.
 
Sayangnya, Anda masih akan menemukan beberapa aplikasi dengan fungsi yang sama dari Samsung dan Google. Misalnya, peramban. Ada beberapa aplikasi dari Samsung yang sebenarnya nyaman untuk digunakan, seperti Samsung Notes.
 
Namun, aplikasi ini tidak memiliki versi PC, sehingga jika Anda ingin memindahkan catatan dari ponsel ke komputer, Anda masih harus mengirimkannya lewat email.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Sama seperti beberapa smartphone premium Samsung, Galaxy S10 Plus juga sudah dilengkapi dengan Live Message dan App Pair. Dengan Live Message, Anda dapat mengirimkan pesan berupa aplikasi singkat.
 
Ketika memperkenalkan aplikasi ini, Samsung menjelaskan, Live Message dibuat agar pengguna dapat memberikan pesan yang lebih personal. Namun, saya tidak terlalu sering menggunakan fitur itu. Bagi saya, emoji, stiker, dan GIF sudah cukup.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Google menjadikan fitur multitasking sebagai fitur natif Android. Mengingat layar Galaxy S10 Plus yang besar dan hampir tanpa bezel (kecuali lubang untuk kamera pada kanan atas), membuka dua aplikasi sekaligus pada ponsel ini terasa lega. Samsung juga memudahkan pengguna untuk membuka dua aplikasi sekaligus dengan App Pair.
 
Fitur App Pair memungkinkan Anda untuk memasangkan dua aplikasi. Dengan begitu, ketika Anda mengetuk ikon, kedua aplikasi yang telah terpasang akan secara otomatis terbuka pada saat bersamaan.

Kamera dan Video

Samsung memasang tiga kamera belakang dan dua kamera belakang pada Galaxy S10 Plus. Pada kamera belakang, Anda akan menemukan lensa 12MP sebagai kamera utama, lensa telephoto 12MP, dan lensa ultra-wide 16MP.
 
Galaxy S10 Plus adalah salah satu ponsel dengan kamera terbaik tahun ini. Tidak heran, ponsel premium Samsung ini dapat mengambil foto dengan warna yang vibrant. Foto yang dihasilkan juga tetap baik bahkan ketika Anda mengambil foto di tempat yang tidak terlalu terang.
 
Adanya lensa ultra-wide memudahkan Anda untuk mengambil foto landscape. Dengan lensa ini, Anda bisa mengambil gambar dengan field of view sebesar 123 derajat.
 
Satu hal yang harus Anda ingat, ketika Anda menggunakan lensa ultra-wide, akan ada distorsi, terutama pada bagian pinggir. Karena itu, jika Anda ingin mengambil foto grup, sebaiknya Anda memastikan semua orang ada berada di tengah.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto dengan lensa utama.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto dengan lensa wide-angle.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto pada malam hari.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto di dalam ruangan gelap.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto dengan mode Food.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto kamera belakang dengan zoom di dalam ruangan.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto kamera belakang dengan zoom di luar ruangan.
 
Tentu saja, Galaxy S10 Plus bisa Anda gunakan untuk mengambil foto Bokeh. Menariknya, Samsung menabahkan beberapa efek khusus.
 
Jadi, Anda tidak hanya bisa mengambil gambar dengan efek latar belakang yang mengabur. Anda juga bisa memilih efek pengaburan latar belakang. Misalnya, Anda bisa membuat objek foto terlihat berwarna, sementara latar belakang hanya tampil dalam warna hitam putih.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto selfie dengan efek Bokeh.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto selfie.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
Foto selfie dengan wide-angle.
 
Untuk kamera depan, Samsung memasang lensa 10MP dan 8MP. Dengan dua kamera, Anda akan dapat mengambil foto selfie Bokeh dengan lebih baik. Dua kamera depan ini hanya ada pada varian S10 Plus. Namun, jika dibandingkan dengan hasil foto selfie dari S10, foto selfie hasil S10 Plus tidak memiliki peningkatan yang signifikan.
 
Seperti kebanyakan ponsel Android, Galaxy S10 Plus juga sudah dilengkapi dengan fitur Beautify. Ini akan membuat kulit wajah Anda mulus dan menghilangkan noise lainnya.
 
Samsung menyebutkan, Galaxy S10 Plus dilengkapi dengan Scene Optimizer yang dapat mendeteksi objek foto dan memaksimalkan hasil foto. Selain itu, ponsel ini juga memiliki fitur Shot Suggestion, yang akan memberitahukan Anda jika foto yang Anda ambil mengabur.

Bagaimana Performanya?

Untuk ponsel premiumnya, Samsung biasanya menyediakan dua varian, berdasarkan prosesor. Varian yang menggunakan Snapdragon Qualcomm dan varian yang menggunakan Samsung Exynos. Untuk kawasan EMEA, termasuk Indonesia, Galaxy S10 Plus menggunakan Exynos.
 
Seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di bawah, dari hasil benchmark, nilai Galaxy S10 Plus masih kalah dari ASUS ROG Phone, yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 845, yang dipilih dengan clock paling tinggi. Namun, selama menggunakan Galaxy S10 Plus, saya tidak mengalami masalah berarti.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Prosesor Exynos dari Samsung sudah cukup mumpuni untuk melakukan tugas sehari-hari, membuka dua aplikasi sekaligus, dan juga bermain game. Ponsel juga tidak terasa panas ketika digunakan untuk bermain game.
 
Sama seperti ponsel Samsung lainnya, Galaxy S10 Plus memiliki Game Tools. Walau Galaxy S10 Plus tidak ditujukan untuk para gamer, tapi fitur Game Tools akan membuat pengalaman bermain Anda menjadi lebih menyenangkan.
 
Melalui fitur ini, Anda bisa memblokir notifikasi, sehingga Anda tidak akan terganggu. Selain itu, Anda juga bisa mengunci tombol navigasi, yang ada pada bagian bawah ponsel.
 
Hanya saja, keberadaan lubang kamera depan pada layar terkadang terasa mengganggu, walau untungnya, tidak sampai memengaruhi hasil permainan.
 
Untuk masalah baterai, Samsung Galaxy S10 Plus dapat bertahan selama lebih dari delapan jam, kalah dari Galaxy S10 biasa dan ROG Phone. Dengan pemakaian wajar -- menjelajah internet, menggunakan media sosial dan aplikasi chatting, mengambil foto, serta sesekali bermain game -- Galaxy S10 Plus dapat bertahan hingga malam.
 
Samsung Galaxy S10 Plus, Serba Bisa
 
Salah satu fitur yang menghabiskan daya pada Galaxy S10 Plus adalah always-on display. Selain itu, resolusi QHD+ juga menghabiskan daya tidak sedikit. Untungnya, Samsung melengkapi ponsel ini dengan berbagai fitur saving mode. Jadi, ketika baterai Anda sudah tinggal sedikit, Anda bisa mengaktifkannya untuk memastikan ponsel bisa bertahan.
 
Dalam saving mode yang paling hemat, Anda hanya akan bisa menggunakan beberapa aplikasi pilihan Anda.
 
Selain wireless charging, Samsung juga melengkapi Galaxy S10 Plus dengan fitur reverse wireless charging. Itu artinya, Anda bisa menggunakan ponsel premium ini untuk mengisi baterai dari perangkat lain. Misalnya, untuk mengisi baterai dari Galaxy Buds.
 

Kesimpulan
Samsung Galaxy S10 Plus adalah salah satu ponsel premium terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Memang, ia tidak mendapat gelar sebagai ponsel dengan kamera terbaik, tapi foto yang dihasilkan sudah cukup baik.
 
Performa yang diberikan pun kencang, walau Samsung tidak menggunakan prosesor Snapdragon 855. Layarnya besar dan menghasilkan gambar yang tajam, nyaman untuk digunakan saat bermain game atau menonton video. Baterainya cukup awet dan Galaxy S10 Plus kaya fitur. Ponsel ini juga tahan air.
 
Hanya saja, untuk mendapatkan ponsel ini, Anda harus rela untuk mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Selain itu, Anda juga sebaiknya membeli casing yang nyaman karena bodi Galaxy S10 Plus cukup licin.
SPESIFIKASI Samsung Galaxy S10 Plus
PROSESOR Exynos 9820
RAM 8GB
OS OneUI (Android 9.0 Pie)
GPU Mali-G76 MP12
MEMORI 128GB
KAMERA Belakang: 12MP (wide) + 12MP (telephoto) + 16MP (ultrawide)
Depan:10MP (wide) + 8MP (wide)
BATERAI 4.100 mAh
LAYAR 6,4 inci AMOLED 1440 x 3040 piksel
HARGA Rp14 juta
9
Samsung Galaxy S10 Plus
Plus
  • Layar besar, bezel tipis
  • Kamera memuaskan
  • Performa dan baterai yang cukup baik
  • Sertifikasi IP68
Minus
  • Bodi yang cukup licin

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif