Sepanjang perjalanan, saya biasa membuka Gmail, WhatsApp, Facebook, Instagram, Path, Chrome, Twitter, lalu menghabiskan paling banyak waktu untuk membaca berita di Flipboard. Walau baterainya penuh, saya biasanya harus mengisi ulang kembali di pertengahan hari agar ia mampu bertahan hingga saya kembali ke rumah.
Jika pada siang hari saya harus keluar kantor, tanpa membawa power bank, sudah dipastikan ponsel tersebut akan mati pada saat masih jam kerja, sebelum pukul 18.00WIB. Hal ini kerap kali mengganggu karena rekan kerja jadi tak bisa menghubungi saya. Namun kejadian ini berhenti tatkala menguji Infinix Note 2 selama dua pekan.
Dengan penggunaan cukup intens sekalipun, ponsel yang dirilis Infinix Indonesia pada 7 Desember 2015 ini masih bisa bertahan dari pagi sampai sore. Ulasan ini tak bermaksud membandingkan kedua ponsel berbeda kategori tersebut. Meski demikian, sudah jelas bahwa jika Anda mementingkan fungsi, terutama daya tahan baterai, Infinix Note 2 lumayan menarik, dengan beberapa catatan. Apa sajakah catatan itu? Mari kita bahas lebih jauh.
Desain
Buat Anda yang bukan pengguna phablet, Infinix Note 2 akan terasa besar dan berat. Hal ini wajar karena ketebalannya mencapai 9,3mm dan bobot 194 gram. Seperti phablet pada umumnya, ia juga tak nyaman dikantongkan di celana.Infinix Note 2 terlihat mirip dengan Xiaomi Redmi Note, tetapi layarnya lebih besar, yakni 5,9 inci, sedangkan Redmi Note hanya 5,5 inci.
Bodi Infinix Note 2 dibalut casing plastik dengan tekstur dengan desain seperti bekas disikat pada bagian belakang. Hasilnya, ia tak licin saat digenggam, berkebalikan dengan Redmi Note. Kamera belakang terlihat menyolok karena posisinya menonjol lebih tinggi dari bodi.
Infinix menempatkan tombol Power dan Volume di bagian kanan. Kesan saya, tombol power terlalu keras. Sementara itu, headphone jack terletak di bagian atas, dan colokan microUSB di bagian bawah.
Saya menyukai tombol navigasi virtual Infinix Note 2. Hal ini menghindarkan kita dari ketaksengajaan memencet tombol ketika bermain game dalam posisi landscape, seperti kerap terjadi pada Redmi Note.
Saat penutup bagian belakangnya dibuka, Anda akan melihat dua slot kartu SIM dan slot microSD, dan baterai berkapasitas 4.040mAh yang tak dapat dibuka. Adapun speaker terletak di pojok kanan bawah.
Infinix Note 2 yang beredar di Indonesia ditenagai prosesor MediaTek MT6735 octa-core berkecepatan 1,3GHz, RAM 2GB, GPU Mali T720 dan penyimpanan 16GB.
Software & Antarmuka
Infinix Note 2 menggunakan antarmuka XUI yang berbasis Android 5.1 Lollipop. Saya menyukai desainnya yang minimalis, khas, dan berjalan lancar selama pengujian. Infinix juga cukup cepat memberikan pembaruan peranti lunak untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna.Salah satu ciri XUI adalah ia akan menampilkan kutipan motivasi secara acak tiap kali Anda menyalakan layar dari mode tidur. Kutipan tersebut muncul dengan gambar latar belakang yang berbeda-beda pula. Intinya, cukup keren.
Sayangnya, jika kita mengatur perangkat agar menggunakan Bahasa Indonesia, kutipan tersebut, kadang-kadang, akan terasa aneh karena sepertinya diterjemahkan menggunakan Google Translate. Semestinya, tim Infinix menerjemahkannya secara manual agar mutunya lebih bagus.
Seperti MIUI, Anda akan dapat menggunakan XUI secara maksimal jika sudah mendaftarkan akun Infinix. Salah satu menu yang membutuhkan akun Infinix adalah Tema, yang memungkinkan Anda mengganti tema beranda dengan sesuai suasana hati. Anda, misalnya, bisa membuat tampilan Infinix Note 2 mirip dengan iPhone.

Infinix Note 2 hadir dengan beberapa aplikasi bawaan, seperti X Club, X Contacts, Palm Chat, Palm Play, Carlcare, Xender dan lain-lain. Jika tak suka, Anda dapat menghapusnya dengan mudah. Saya sendiri tetap mempertahankan aplikasi tersebut karena ruang penyimpanan Infinix Note 2 cukup besar, 16GB. Selain itu, aplikasi semacam Xender cukup berguna untuk transfer berkas antar-ponsel secara cepat.

Salah satu hal paling menarik dari Infinix Note 2 adalah pengguna bisa langsung menggunakannya tanpa perlu masuk ke layanan Google. Sebagai pengganti, Infinix menyediakan layanan sendiri. X Contacts, misalnya, bisa Anda gunakan untuk menyimpan nomor telepon di awan, sedangkan PalmPlay bisa menggantikan Google Play Store. Untuk menjelajahi internet, mereka menyediakan peramban standar dan Opera Mini.
Ini merupakan hal baik karena banyak pengguna kelas menengah ke bawah yang tak tahu cara membuat akun Google. Dengan kata lain, Infinix Note 2 cocok digunakan orang yang baru beralih dari feature phone dan juga pengguna muda yang gemar mengutak-atik ponselnya.
Dari hal tersebut, terlihat jelas bahwa Infinix sangat memahami konsumen yang mereka tuju. Kita tahu, sebelum masuk ke Indonesia, Infinix telah terlebih dahulu sukses memasuki pasar Afrika.
Infinix Note 2 dilengkapi Touch Gesture untuk memudahkan pengguna. Misalnya, ketukan dua kali untuk mengaktifkan layar. Mereka juga menyediakan menu Mulai Cepat untuk membuka sejumlah aplikasi secara instan dari keadaan layar dalam mode tidur.
Misalnya, menggambar huruf C di layar akan mengaktifkan Camera, M untuk membuka Play Musik, W buat membuka WhatsApp dan lain-lain. Fitur semacam ini sebenarnya bukan hal istimewa karena terdapat di banyak ponsel lain.
Kamera & Video
Infinix Note 2 dilengkapi kamera belakang 13MP dan kamera depan hanya 2MP. Selisih resolusi kamera depan dan kamera belakang ini cukup njomplang.Kebetulan, saat menguji Infinix Note 2, saya juga sedang menguji tiga unit seri produk Sony Xperia Z5. Saya sempat iseng-iseng membandingkan hasil kamera ketiga produk tersebut dengan Infinix Note 2.

Jika dilihat secara sekilas di ponsel, hasil kamera Infinix 2 terlihat lebih buram. Tentu saja, perbedaan kualitas ini juga wajar karena Xperia Z5 beda kasta dengan Infinix Note 2. Berikut perbandingan hasil foto Infinix Note 2 (atas) dengan Xperia Z5 Dual (bawah).

Hasil kamera Infinix Note 2 cukup baik jika Anda memotret objek diam. Adapun hasil kamera depannya sangat pas-pasan dan tidak cukup baik digunakan selfie dalam keadaan minim cahaya karena hasilnya sangat noise. Berikut hasil kamera depan, pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB dan cuaca cukup cerah.


Infinix Note 2 juga bisa digunakan untuk merekam video beresolusi hingga 1080p.
Performa & Baterai
Ditenagai prosesor MediaTek MT6735 octa-core berkecepatan 1,3GHz, RAM 2GB, GPU Mali T720 dan penyimpanan 16GB, Infinix Note 2 cukup andal digunakan untuk kegiatan sehari-hari saya. Memang, kadang-kadang jika membuka banyak aplikasi secara bersamaan, ia akan sedikit tersendat, terutama jika Anda hendak membuka kamera bersamaan dengan aplikasi lain.Namun, ia cukup mumpuni untuk bermain game. Saat diuji dengan Asphalt 8: Airborne dengan pengaturan grafis Tinggi, Infinix Note 2 dapat memainkannya dengan sangat lancar, walaupun gambarnya sedikit terlihat bergerigi, tak semulus seperti memainkannya di perangkat kelas high end. Kekurangan ini bisa dimaklumi karena permainan bisa berjalan mulu.
Bagaimana dengan baterainya? Ini merupakan salah satu fitur unggulan Infinix Note 2 seperti saya singgung di bagian pembuka tulisan. Dengan kapasitas 4.040 mAh, ia sangat bisa diandalkan untuk menunjang pekerjaan Anda sehari-hari. Ketika diuji dengan PCMark for Android, baterai Infinix Note 2 mampu bertahan hingga 10,4 jam, salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengujian ponsel yang kami lakukan. Ia juga dilengkapi fitur fast charging. Berdasarkan pengukuran, baterainya bisa terisi 42 persen dalam waktu 38 menit.
Sayangnya, kami belum memiliki database cukup untuk membandingkannya dengan perangkat sekelasnya. Infinix Note 2 kurang pas dibandingkan dengan Xiaomi Redmi Note karena ia lebih setara dengan Xiaomi Redmi Note 2. Meskipun demikian, kami tetap mencantumkan data di bawah ini sebagai referensi untuk Anda.
.png)
.png)
Kesimpulan
Infinix Note 2 cukup menarik bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai yang besar, dan tak suka membaca power bank. Alih-alih, perangkat ini bahkan bisa berfungsi sebagai power bank seandainya Anda terbiasa memakai dua ponsel sekaligus.
Performanya secara keseluruhan juga cukup memuaskan, walau kualitas grafisnya tergolong menengah. Pada seri berikutnya, saya berharap Infinix meninjau ulang tingkat kekerasan tombol Power dan juga alih bahasa kutipan motivasi agar lebih akurat. Jika Ada Infinix Note 3, saya juga berharap mereka memperbaiki kualitas kamera depan karena tren Selfie sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Selain itu, tentu saja membuat perangkat generasi selanjutnya lebih tipis dan ringan.
Oh ya, satu lagi keunggulan perangkat ini yang tak saya sebutkan di bagian sebelumnya adalah dukungan komunitas. Infinix Note 2 sudah menyediakan tautan langsung ke forum Infinix, di mana Anda bisa berdiskusi dengan pengguna Infinix lainnya dan menemukan kiat-kiat memaksimalkan penggunaan perangkat.
Jika melihat strategi Infinix saat ini, tampaknya kita akan melihat mereka tumbuh menjadi pesaing berat yang mungkin mengalahkan Xiaomi di Indonesia. Atau setidaknya saya berharap demikian.
| Infinix Note 2 | |
| Prosesor | MediaTek MT6735 @1,3GHz |
| GPU | Mali T-720 |
| RAM | 2 GB |
| Memori | 16 GB |
| Kamera | 13 MP (belakang), 2 MP (depan) |
| OS Android | 5.1 Lollipop + XUI |
| Layar | 5,9 inci, HD |
| Baterai | 4.040 mAh |
| Harga | Rp1.899.000 |
Infinix Note 2
7
- Baterai tahan lama
- Opsi personalisasi banyak
- Pembaruan peranti lunak cepat
- Berat dan tebal
- Kamera depan kurang bagus
- Alih bahasa kurang sempurna
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News