Samsung, perusahaan raksasa yang punya berbagai macam jenis produk, kini identik sebagai vendor smartphone global. Banyak orang membeli ponsel buatan mereka tanpa perlu lagi mempertimbangkan kegunaan dan fungsi dasarnya; cukup lihat harga, desain dan ukuran.
Itulah salah satu masalah LG. Perusahaan raksasa asal Korea Selatan itu belum punya citra sekuat Samsung dalam pasar ponsel. Desain produk mereka juga tak tampak lebih baik dari HTC One M8 atau Galaxy S5. Padahal, LG punya segala potensi untuk menghasilkan produk terbaik. Persoalannya, pemasaran mereka belum sekuat dan se-efektif Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir, raksasa tidur ini tampaknya mulai menggeliat dengan meluncurkan beberapa produk unggulan, seperti seri Optimus G, G Pro dan G2. Demikian juga dengan LG Nexus 4 dan Nexus 5, hasil kolaborasi mereka dengan Google yang disambut antusias oleh jutaan penggemar Nexus.
Pada akhir Mei lalu, LG memperkenalkan G3, ponsel yang oleh banyak media dijuluki "superphone" karena spesifikasi peranti kerasnya tergolong tinggi dan dibekali sejumlah fitur canggih. Ponsel tersebut sudah dijual di Indonesia dengan harga antara Rp6,8 juta sampai Rp7,2 juta sejak akhir Juni lalu. Saat LG menggelar pre-order, beberapa toko online, seperti Blibli.com, kerap kehabisan stok. LG G3 tampaknya diburu banyak orang karena harganya termasuk paling murah di kelas ponsel premium, setidaknya jika dibandingkan dengan Sony Xperia Z2, Samsung Galaxy S5, dan HTC One M8. Harganya hanya setara dengan Oppo Find 7.
Apakah ponsel ini cocok untuk Anda? simak ulasan kami berikut ini.
Desain

Tampilan G3 tak jauh berbeda dengan G2, yang diluncurkan pada Agustus tahun lalu. Bedanya, ia hadir dengan layar berukuran 5,5 inci beresolusi jauh lebih tajam, yakni 2.560 x 1.440 Quad HD, sama dengan Oppo Find 7. Dengan spesifikasi seperti itu, LG G3 mampu menghadirkan kualitas foto dan video yang jauh lebih jernih. Meskipun, banyak kalangan masih berdebat, apakah ketajaman layar di atas 300ppi masih bisa dibedakan oleh retina mata manusia.
Tampilan layar G3 tampak mendominasi di bagian depan karena LG hanya menyisakan sedikit ruang di bagian bawah untuk menempatkan logo perusahaan dan dibagian atas untuk menempatkan kamera, speaker, lampu notifikasi dan sensor.
G3 terasa nyaman baik ketika digenggam maupun disimpan di dalam saku karena sudut-sudutnya dibuat melengkung. Meski berukuran sama dengan HTC One M8, bobot G3 lebih ringan karena material bodinya terbuat dari plastik. LG hanya menggunakan aluminium di sekeliling rangka, seperti dilakukan Samsung pada Galaxy S4 dan S5.

Namun jangan salah sangka, penampilan LG G3 jauh dari kesan murahan karena jika dilihat sekilas, bodi plastiknya seolah-olah terbuat dari aluminium. Garis-garis horizontal pada penutup belakang, mirip dengan bodi HTC One M8 yang sepenuhnya terbuat dari aluminium. Selain itu, LG menambahkan lapisan anti-gores dan anti-sidik jari agar bodi G3 selalu tampak klimis.
Penggunaan bahan plastik juga membuat bodinya lebih gampang dibuka-tutup untuk mengecek baterai, memasukkan microSD, dan microSIM card. Pada bagian kiri dan kanan perangkat tak terdapat tombol apa-apa karena sejak membuat G2, LG sudah memindahkan tombol power dan volume ke bagian belakang, tepatnya di bawah kamera. Sementara itu, di bagian bawah terdapat audio jack, slot microUSB untuk mengisi ulang baterai dan kabel data. Di bagian atas terdapat IR blaster yang membuat G3 dapat berfungsi sebagai remote control untuk mengendalikan televisi Anda.

Satu hal yang tidak saya sukai dari LG G3 adalah desain speakernya yang terkesan jadul: ditempatkan di bagian belakang, sehingga suaranya akan redup ketika diletakkan di atas meja. Suara yang disemburkan speaker ini juga kurang menggelegar dibandingkan stereo speaker milik HTC One M8. Akibatnya, saya tak dapat menonton YouTube dengan nyaman ketika berada di tempat umum, seperti stasiun kereta api karena suara LG G3 nyaris tenggelam ditelan keramaian. Tetapi itu bukan masalah besar karena orang lazimnya akan menggunakan earphone saat mendengarkan musik di tempat umum.
Salah satu keunggulan LG G3 dibanding pendahulunya dan semua pesaingnya adalah laser autofocus system. Sistem laser yang terletak di bagian belakang tersebut akan memudahkan kamera untuk fokus saat memotret objek. LG mengatakan, G3 adalah ponsel pertama di dunia yang menerapkan teknologi semacam ini. Selama pengujian, dampaknya memang sangat terasa. Kita bisa mengetuk layar untuk menentukan fokus sekaligus untuk menjepretnya pada saat bersamaan. Jika diatur secara otomatis, kamera juga dapat menentukan fokus dengan sangat cepat.
Software dan Antarmuka
LG G3 menggunakan sistem operasi Android 4.4.2 KitKat yang berjalan lancar dan halus. LG merancang antarmuka yang minimalis dengan desain ikon aplikasi berbentuk geometris, tanpa menambahkan fitur yang belum tentu dibutuhkan pengguna. Saya menyukai ikon berbentuk kotak pada aplikasi kamera, telepon, gallery dan FM Radio karena terkesan simpel dan keren.
Seperti kebanyakan ponsel Android lainnya, pusat notifikasi G3 bisa diakses dengan menyapu layar dari atas, sedangkan Google Now bisa diaktifkan dengan menyapu layar dari bawah. LG Memungkinkan kita untuk mengubah warna tampilan tombol Home atau menambah hingga lima tombol pintasan aplikasi, seperti QNote atau menu Dual Window.

Kombinasi warna biru, abu-abu, oranye gelap dan coklat membuat tampilan G3 terlihat matang, meskipun hal itu tidak menonjolkan ketajaman layarnya yang mencapai 538ppi. LG menyediakan 10 wallpaper yang disesuaikan dengan resolusi layar G3.
Di menu Home, LG menambahkan widget aplikasi cuaca AccuWeather, petunjuk waktu, dan Smart Notice. Cara kerja Smart Notice mirip dengan Google Now, ia menyampaikan informasi sebelum diminta pengguna. Contohnya, jika ramalah cuaca akan hujan, ia akan mengajurkan Anda untuk membawa payung. Smart Notice juga akan mengingatkan kita untuk menelepon balik jika ada panggilan tak terjawab, dan mengucapkan selamat kepada teman yang sedang berulang tahun.
Fitur ini sebenarnya agak tumpang tindih dengan Google Now yang lebih cerdas menyampaikan informasi pribadi kita, termasuk jadwal film yang akan ditonton, penerbangan dan hal-hal penting lainnya. Namun, bukan berarti ia tak berguna, karena ada saja informasi penting yang ditampilkan terkait dengan sistem ponsel, seperti peringatan bila ruang penyimpanan akan penuh.
Mengikuti tren perkembangan aplikasi kesehatan saat ini, LG melengkapi G3 dengan LG Health, fitur untuk mencatat aktivitas kita yang terkait dengan olahraga. Misalnya, jarak yang sudah ditempuh atau jumlah kalori yang dibakar per hari. Selanjutnya, ada juga QMemo+, aplikasi note-taking LG untuk mencatat ide-ide Anda yang bisa saja muncul sewaktu-waktu.
Layaknya iPhone 5S dan Galaxy S5, LG G3 pun dilengkapi fitur keamanan eksklusif, Knock Code. Seperti namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengamankan ponselnya dengan sandi ketukan pada layar. Ketukan tersebut bisa digunakan untuk mengaktifkan layar tanpa perlu memencet tombol power.
Bagi Anda yang khawatir terhadap keamanan Android karena kerap membaca berita miring tentangnya, LG menyediakan aplikasi antivirus McAfee yang sudah terpasang secara otomatis dan siap diaktifkan. Ruang penyimpanan di LG G3 yang beredar di Indonesia sebenarnya sudah cukup besar, yakni 16GB dan bisa ditambah dengan microSD. Jika masih kurang juga, Anda bisa memilih penyimpanan cloud, Box dan Dropbox yang disediakan LG secara eksklusif.
Kamera

Alih-alih bertarung di besaran pixel atau aplikasi pengolah foto, LG menawarkan fitur lain yang tak kalah vital dalam kamera smartphone, yakni laser autofocus system. Ya, LG G3 mempunyai laser yang secara otomatis mendeteksi benda di depannya ketika kita mengaktifkan kamera. Walhasil, kamera akan lebih cepat mendapatkan fokus objek. Kecepatan sekitar 276 detik atau lebih cepat dari kedipan mata manusia.
Kamera utama LG G3 menggunakan sensor 13MP, dan lensa f/2.4 yang sudah dilengkapi optical image stablization atau OIS+. Kemampuan kamera G3 sudah lebih baik dibanding G2 terutama dari lebar sudut pandang dan sistem stabilitas. Kestabilan ini sangat penting agar foto atau video yang dihasilkan kamera tidak kabur, meskipun diambil dalam keadaan tidak stabil.

Guna kebutuhan pengambilan gambar dalam lingkungan minim cahaya, G3 dibekali dual LED flash. Di bagian depan terdapat kamera 2,1MP untuk kebutuhan panggilan video dan selfie. LG sangat memanjakan penggemar LG dengan fitur gesture control dan pengendali suara. Kalau hendak selfie, cukup katakan "Cheese" atau "LG", kamera akan otomatis memotret Anda. Cara lainnya, menggunakan perintah gerakan tangan yang juga sangat mudah.

Penambahan software pengolah foto yang diatur secara default untuk mempercantik foto membuat kita tak membutuhkan aplikasi tambahan dari pihak ketiga, semacam Camera 360. LG G3 bisa secara otomatis membuat wajah Anda lebih putih dari aslinya.
Oh ya, aplikasi kamera bisa diaktifkan secara langsung saat layar perangkat sedang mati. Caranya, tekan dan tahan volume bawah. G3 cukup mumpuni digunakan untuk merekam video, resolusi sampai 4K (3.840X2.160) dengan kamera belakang dan 1.080 dengan kamera depan. Kemampuan merekam video 4K ini cukup menonjol karena bisa menghasilkan kualitas rekaman yang melampaui para pesaingnya, termasuk HTC One M8. Ketika merekam video, kita bisa memilih resolusi lainnya, antara lain UHD, HD, dan FHD.
Berdasarkan pengalaman selama pengujian, kamera LG G3 adalah salah satu yang paling sederhana, tetapi kemampuannya paling bisa diandalkan.
Performa
Sama dengan pendahulunya, LG G3 termasuk ponsel dengan spesifikasi peranti keras tertinggi. Dapur pacu G3 ditopang oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 801 berkecepatan 2,5GHz dan RAM 2GB. Untuk menyambut prosesor baru Qualcomm Snapdragon 805, LG dikabarkan sudah menyiapkan LG G3 Prime.Selama pengujian, saya menggunakan LG G3 untuk bermain game Asphalt 8 yang, tentu saja, berjalan tanpa hambatan. Bahkan, panas yang ditimbulkan juga terasa sangat minim, berbeda dengan HTC One M8.
Uniknya, LG melengkapi G3 dengan sensor panas yang akan mencegah kita menaikkan tingkat kecerahan layar manakalah suhunya dianggap sudah mencapai batas maksimal. Saat diuji dengan 3DMark, skor G3 tergolong tinggi. Demikian juga dengan skor benchmark GFXBench.

Bagaimana dengan konsumi baterainya?
Pada awalnya, saya menduga ponsel ini akan boros baterai karena resolusi layarnya sangat tinggi. Tetapi, LG rupanya sudah mengantisipasi itu dengan memasang baterai berkapasitas 3.000mAh dan aplikasi penghemat daya. Jika diaktifkan, aplikasi tersebut akan secara otomatis mematikan beberapa fungsi ketika kapasitas baterai kurang dari 30 persen. Dalam pemakaian normal --browsing, chatting, sms, dan bermain game sampai dengan satu jam-- LG G3 masih bisa bertahan seharian tanpa di-charge. Uji terhadap daya tahan baterai LG G3 akan kami tampilkan dalam tulisan berbeda.
Kesimpulan
Tak ada alasan untuk tak memasukkan LG G3 sebagai pilihan utama bagi Anda yang berburu ponsel flagship. Dari segi apa pun --harga, fitur, ukuran, spesifikasi, daya tahan dan lain-lain-- ponsel ini tak kalah dibanding pesaingnya di pasar saat ini.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News