Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

Mohammad Mamduh 18 Oktober 2018 19:02 WIB
xiaomireview gadget
Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Xiaomi Mi A2 Lite
Jakarta: Menjelang akhir tahun, Xiaomi setidaknya telah meluncurkan lima smartphone. Ini termasuk banyak, mengingat kelimanya hadir pada kuartal yang sama. Mereka menghadirkan rumpun Redmi 6, Mi A2, dan Pocophone.

Jika kita lihat, Mi A2 adalah ponsel Android One yang hadir dengan jeda waktu yang cukup jauh dari versi global. Ini mengacu pada versi sebelumnya, yang hadir di Indonesia dengan jeda waktu satu minggu dari peluncurannya secara global. Tidak sendirian, Mi A2 kali ini hadir ditemani adiknya, Mi A2 Lite. Tentunya, versi ini menawarkan banyak aspek yang akan membuatnya lebih terjangkau.

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medcom.id.


 

Desain

Xiaomi Mi A2 Lite adalah ponsel yang ikut mengadopsi tren kekinian. Anda bisa langsung melihat poni layar begitu menyalakannya. Ponsel ini mengusung dimensi layar 5,83 inci, yang dirasa kecil jika diadu dengan produk lain saat ini.

Terlepas dari hal itu, layar kecil biasanya menawarkan grip yang lebih baik. Xiaomi Mi A2 Lite ikut mengusung konsep bezel-less, rasio layar ke bodi 75 persen. Rasio ini membuat Anda masih bisa melihat bingkai layar pada bagian bawah. Desain poni juga dirancang proporsional agar tetap bisa menampilkan notifikasi penting.

Satu hal yang menarik adalah indikator LED kecil yang biasanya ada di atas layar, kini di bawah layar. Indikator ini untuk notifikasi aplikasi dan status pengisian baterai.

Beralih ke bodi belakang, Xiaomi Mi A2 Lite mengusung desain yang sama dengan rumpun Redmi. Dua lensa kamera yang tersusun vertikal di sisi kiri atas, dengan bingkai khas Xiaomi. Di sisi tengah ada pemindai sidik jari dengan bentuk melingkar yang memang standar.

Sisi atas dan bawah memiliki motif garis yang biasanya untuk antena. Terkesan metal, bodi belakang ini menggunakan material plastik dengan lapisan warna yang cukup keren.



Terkait antarmuka fisik, Xiaomi Mi A2 Lite bisa dibilang cukup lengkap. Anda pastinya tetap bisa memasang earphone lewat jack audio 3,5mm. Tak lupa juga sensor inframerah untuk pengendali perangkat lainnya di pinggir atas. Posisi slot kartu SIM cenderung ke atas pada pinggir kiri, yang memang tidak biasa.

Tombol power dan volume berada di pinggir kanan, dengan letak yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Xiaomi Mi A2 Lite masih menggunakan port Micro USB untuk pengisian daya dan transfer data, yang diapit oleh sepuluh lubang speaker.



Xiaomi Mi A2 Lite punya desain yang cukup keren, tetapi harus dibungkus dengan warna yang apik. Unit pengujian Medcom.id menggunakan warna emas, yang menjadi unggulan Xiaomi untuk pasar Indonesia. Warna ini memang masih cukup menarik untuk konsumen, walaupun trennya cenderung menurun.

 

Software & Antarmuka

Xiaomi Mi A2 Lite masuk program Android One, yang berarti mengadopsi Android 8.1 Oreo murni dari Google. Tentunya, performa akan sangat ringan karena tidak banyak aplikasi pihak ketiga yang dipasang. Xiaomi Mi A2 Lite juga akan mendapatkan pembaruan prioritas langsung dari Google.

Ini juga berarti adopsi OS teranyar juga akan menjadi pilihan utama. Adopsi Android murni juga punya makna tidak ada modifikasi berlebih yang dituangkan Xiaomi. Mereka masih memberikan dukungan beberapa aplikasi yang tidak membebani kinerja ponsel. Salah satunya yang esensial adalah Mi Remote dan Mi Drop.



Android One pada Xiaomi Mi A2 Lite menghadirkan App Drawer dengan menggeser panel dari bawah. Semua sistem pengaturan murni membuat tampilannya sangat berbeda ketika menggunakan antarmuka khusus. Begitu juga dengan galeri foto yang akan terhubung langsung dengan akun Google Drive. 

Anda juga akan semakin melihatnya saat membuka menu Settings. Menariknya, OS ini akan memberikan rekomendasi pengaturan, misalnya memberi saran agar menggunakan pemindai sidik jari, atau mengaktifkan mode malam.

 

Kamera

Xiaomi Mi A2 Lite menyematkan kamera belakang 12MP + 5MP. Kamera ini mendukung Phase Detection Auto Focus atau PDAF dan sensor kedalaman objek. Gunanya adalah untuk menghasilkan detil objek yang lebih tajam dan fokus yang lebih responsif.

Secara umum, Anda bisa merekam foto dengan cahaya yang cukup atau berlebih, seperti siang hari yang terik. Elemen warna yang ditangkap juga lumayan akurat. Beberapa warna seperti hijaui dan merah tetap terproyeksi secara tepat.

Saat tidak ada cahaya pendukung yang mencukupi, Xiaomi Mi A2 Lite akan menampilkan hasil foto yang cenderung buram. Ini berlaku baik di dalam atau luar ruangan. Tidak ada penurunan akurasi atau saturasi yang merefleksikan warna, hanya saja kamera tidak bisa menangkap fokus secara cermat. Kekurangan ini akan sangat terlihat pada mode Auto.





Untuk pilihan perekaman, Xiaomi Mi A2 Lite menawarkan beberapa pengaturan, seperti mode Portrait untuk efek bokeh, mode Square yang menampilkan resolusi foto kotak, atau panorama. Ada juga mode short video yang akan merekam video berdurasi pendek. Ini berguna untuk mereka yang ingin mengunggah video ke media sosial.

Menyoal kamera depan, Xiaomi Mi A2 Lite terbilang cukup baik untuk kelas 5MP. Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas foto saat pencahayaan siang hari atau sore hari. Ada baiknya mencari sumberr cahaya yang cukup ketika ingin mengambil foto selfie saat malam hari.

Secara fitur, Xiaomi tidak menanamkan hal khusus pada Mi A2 Lite. Ini mungkin karena keperluan kamera depan sudah dirasa cukup dan memenuhi kebutuhan esensial.



 

Performa

Xiaomi Mi A2 Lite mengadopsi prosesor Snapdragon 625. Prosesor ini sudah meluncur sejak tahun lalu, tetapi ia tetap menjadi salah satu prosesor mobile yang bisa menghadirkan performa dan efisiensi baterai terbaik di kelas menengah.

Prosesor ini berduet dengan RAM 4GB dan memori 64GB. Secara penggunaan sehari-hari, ponsel ini bisa menjalankan beberapa aplikasi medsos sekaligus, ditambah bermain game seperti PUBG Mobile. Anda tidak akan menemukan rasa panas berlebih, walaupun tidak lebih dingin daripada Snapdragon 636.

Untuk performa lewat aplikasi, Xiaomi Mi A2 Lite tergolong mumpuni di kelasnya. Pada grafik di bawah ini, Anda bisa melihat ia mengalahkan Realme 2 versi 4GB/64GB pada pengujian 3DMark.

Di sisi lain, performanya kalah sekitar seribu poin, padahal Realme 2 menggunakan Snapdragon 450. Ia juga kalah dengan ZenFone Max Pro M1 karena mengadopsi Snapdragon 636. Bukan buruk, Xiaomi A2 Lite punya pengalaman penggunaan yang berbeda karena menggunakan OS Android murni.



Saat dipakai bermain PUBG Mobile, Xiaomi Mi A2 Lite sanggup menjalankannya pada kecepatan lebih dari 30fps. Ini berlaku untuk pengaturan paling rendah, dan tidak disarankan untuk mengubah pengaturan lainnya demi pengalaman gaming terbaik.

Anda tidak bisa mengubah pengaturan ke mode medium karena PUBG Mobile memberikan rekomendasi visual terbaik untuk kelancaran bermain.

Membicarakan baterai, Xiaomi Mi A2 Lite bisa beroperasi berat tanpa henti selama 10 jam. Ia memang masih kalah dari Realme 2, bahkan ZenFone Max Pro M1. Padahal, daya baterai yang dipasang tidaklah kecil, 4.000 mAh.

Dengan kapasitas yang lebih dari 3.000 mAh ini, seharusnya ponsel bisa bertahan dua jam lebih lama. Salah satu alasannya adalah prosesor Snapdragon 625 yang belum menawarkan efisiensi konsumsi baterai yang lebih baik.





Kesimpulan
Terlepas dari kekurangan yang dimiliki, Xiaomi Mi A2 Lite menawarkan desain kekinian untuk harga kurang dari Rp3,5 juta. Smartphone ini mengunggulkan adopsi Android Murni yang tidak banyak dimiliki kompetitornya.

Pasalnya, antarmuka yang telah dimodifikasi cenderung menanamkan banyak aplikasi yang cenderung tidak penting. Selain itu, penggunaan OS ini juga memastikan Xiaomi Mi A2 Lite masuk dalam prioritas untuk pembaruan software.

Di sisi lain, daya tahan baterai yang masih kalah dari kompetitornya mungkin jadi pertimbangan konsumen. RAM dan memori internal sudah besar, hanya saja kualitas kamera dan performanya secara keseluruhan cenderung biasa.

Kembali ke pertanyaan awal. Apakah Xiaomi Mi A2 Lite layak dibeli? Rasanya tidak. Masih ada ponsel Xiaomi lain yang lebih baik dengan harga yang tidak berbeda jauh.

 
  Xiaomi Mi A2 Lite
Prosesor Qualcomm Snapdragon 625
RAM 4GB
OS Android 8.1 Oreo
GPU Adreno 506
Memori Internal 64GB
Kamera 12MP + 5MP (belakang) + 5MP (depan)
Baterai 4.000 mAh
Layar 5,84 inci 2280 x 1080 pixel
Harga Rp2.999.000 (4GB/64GB)
 

 
 
7.5
Xiaomi Mi A2 Lite
Plus
  • Warna elegan
  • Grip bagus
  • Android murni
Minus
  • Kamera biasa saja
  • Daya tahan baterai kurang optimal




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.