Review Keyboard

Corsair K63 Wireless, Pengalaman Nirkabel Tanpa Jeda

Mohammad Mamduh 18 November 2018 22:47 WIB
hardwarecorsairreview keyboard
Corsair K63 Wireless, Pengalaman Nirkabel Tanpa Jeda
Corsair K63 Wireless
Jakarta: Corsair K63 Wireless adalah satu produk berikutnya yang ikut menanamkan konsep perangkat gaming nirkabel. Sebagai salah satu pemain lama, Corsair paham bahwa tidak bisa sembarangan menghadirkan sebuah keyboard tanpa kabel yang menawarkan performa gaming.

Di sisi lain, gamer saat ini yang lebih membeli laptop ketimbang merakit PC gaming, tetap mencari satu keyboard ringkas yang tetap memberikan pengalaman gaming. K63 Wireless bisa dibilang hasil pemikiran dan pengembangan dari fenomena tersebut. Seperti apa kemampuan keyboard ini? Layakkah gamer memilikinya? Berikut ulasan Medcom.id.

Corsair K63 Wireless adalah keyboard gaming nirkabel teranyar yang mengutamakan dimensi ringkas. Ini terlihat dari ketiadaan Numpad, yang membuat dimensinya secara keseluruhan lebih kecil. Bodinya menggunakan material plastik, berbalut warna hitam dan sedikit sentuhan biru pada bawah tombol.


Seperti biasa, Corsair menggunakan material plastik yang kuat. Ini untuk memastikan ketahanan saat pengguna punya mobilitas tinggi, dan seringkali mereka memasang keyboard tanpa sengaja menggunakan tenaga berlebih.



Melihat desainnya, Corsair K63 Wireless mencoba menghadirkan nuansa esensial. Ini berarti tidak banyak hiasan atau detil lain pada bodinya, yang terkesan sekadar penghias. Keyboard ini mengusung tombol keyboard yang cenderung terbuka, sehingga pengguna bisa melihat komponen tombol dari sisi samping.

Seperti yang sudah dijelaskan, di bawah tombol keyboard ada warna biru, yang memberikan efek cahaya biru saat keyboard menyala. Corsair K63 Wireless menggunakan komponen Cherry MX Red, yang sejauh ini merupakan pilihan tepat untuk gaming.
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

Corsair K63 Wireless punya palm rest yang bisa dilepas. Pemasangaannya cukup mudah, yang menggunakan pengait sederhana. Pada awalnya, saya mengira pengait ini mudah terlepas saat pemakaian yang umumnya memberikan tekanan untuk menggeser palm rest. Pengait ini cukup kuat selama tidak dibuka secara sengaja. Pada bagian depan keyboard ini Anda bisa melihat tombol power dan port Micro USB untuk pengisian daya.

Untuk konektivitas nirkabel, Corsair K63 Wireless menggunakan receiver khusus yang memperkuat sinyal transmisi perintah. Apabila Anda ingin menggunakannya dengan kabel, cukup menghubungkannya dengan kabel USB. Tombol power tetap harus dalam keadaan aktif saat dipakai menggunakan kabel. Jika tidak, Corsair K63 Wireless hanya akan mengisi baterai, tidak bisa memberikan perintah ke PC.



Jika berbicara RGB, Corsair K63 Wireless hanya menggunakan satu cahaya putih, yang akan menjadi biru berkat warna dasar pada bawah tombol keyboard. Sebenarnya, ada beberapa pertimbangan dalam menyediakan keyboard nirkabel. Selain performa atau kecepatan respons, konsumsi daya juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

Penggunaan LED lebih banyak akan membuatnya lebih boros. Memang, lampu-lampu ini bisa dimatikan langsung via satu tombol di sisi atas Corsair K63 Wireless. Motif LED juga masih bisa dikustomisasi via software iCUE.

Saat membicarakan performa, Corsair K63 Wireless sudah lebih dari cukup dalam memenuhi keperluan gaming, baik saat menggunakannya dengan PC atau berduet dengan laptop. Anda tidak perlu khawatir dengan respons perintah yang masuk secara nirkabel. Sepanjang pengalaman penggunaan selama dua minggu lebih, saya tidak menemukan perintah yang gagal masuk. 



Dalam skenario lain, saya mencoba menggunakan Corsair K63 Wireless secara nirkabel, dengan receiver terpasang di PC. Sementara PC berada di bawah meja yang terbuat dari material kayu dan besi. Corsair K63 Wireless sama sekali tidak mendapatkan intervensi sinyal.

Ini merupakan satu nilai lebih yang bisa membawa penggunanya ke dalam pengalaman bermain game nirkabel secara maksimal. Pasalnya, input perintah yang diberikan tidak ada jeda. Saya mencoba bermain satu game selama tiga sampai empat jam, dan saya sendiri memang tidak menemui lag sama sekali.

Di balik desain yang ringkas, daya operasional Corsair K63 Wireless tidak terlalu lama. Anda memang masih bisa bermain menggunakannya sampai lebih dari delapan jam per hari.

Sayangnya, baterai Corsair K63 Wireless akan cepat habis ketika lampu LED menyala. Ini mungkin karena baterai internal yang dayanya tidak begitu besar, dan tidak tertutup kemungkinan Corsair akan menghadirkan generasi barunya dengan baterai yang lebih baik.

Selain itu, Corsair K63 Wireless juga tidak menyediakan tempat khusus untuk menyimpan dongle di dalam bodinya. Oleh karena itu, penggunanya harus cukup berhati-hati saat melepas dongle dan menyimpannya.





Kesimpulan
Di Indonesia, Corsair K63 Wireless dipatok sekitar Rp1,6 juta, menjadikannya salah satu keybaord gaming nirkabel dengan harga yang lumayan menarik. Untuk segmen nirkabel sendiri memang belum banyak produsen yang ikut bermain.

Logitech merupakan salah satu pemain yang sudah terjun lewat G613. Apa yang membedakannya dengan Corsair K63 Wireless adalah ukurannya yang lebih besar dan belum punya lampu LED. Lampu tersebut berguna ketika Anda bermain di tempat dengan cahaya agak redup. Dengan mobilitas yang lebih baik, Corsair K63 Wireless layak menjadi pilihan Anda.
 
 
8.8
Corsair K63 Wireless
Plus
  • Desain ringkas dan nirkabel
  • Konektivitas tanpa jeda
  • Bodi kukuh
Minus
  • Baterai belum lama
  • Tak ada tempat khusus dongle di bodi




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.