Daya yang besar memungkinkannya dapat menghidupkan beberapa alat rumah tangga, bahkan hingga rice cooker dan blender. Kemampuannya sangat mendukung aktivitas luar ruang, dari berkemah hingga situasi darurat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses listrik.

Schneider OffGrid PPS330-GR, adalah salah satu produk ini. Kesan pertama saat melihatnya adalah fungsionalitas yang elegan. Sisi depan menampilkan semua macam port untuk pengisian berbagai perangkat. Pada sisi ini juga terlihat monitor yang menampilkan sisa daya dan berapa besar arus yang terpakai. Layar ini bisa kita aktifkan dengan menekan tombol di atasnya.
Beralih ke sisi belakang, ada lampu LED yang berguna sebagai pencahayaan darurat. Pada sisi atasnya tersedia pegangan untuk memudahkan mengangkat unit. Dengan bobot hanya 3,3 kg, perangkat ini sangat ringan untuk kapasitas dayanya, membuatnya mudah dijinjing. Dimensinya yang kompak 153 x 163 x 223 mm memastikannya tidak memakan banyak tempat di bagasi mobil atau meja kerja.

Salah satu nilai jual utamanya adalah komitmen terhadap keberlanjutan. Casing unit ini dibuat menggunakan 60% plastik daur ulang pasca-konsumen, memberikannya label "Green Premium". Estetika hitam dengan aksen hijau khas Schneider memberikan tampilan yang modern sekaligus solid.
Sektor konektivitas terbilang lengkap untuk kelasnya. Terdapat 2x AC Outlet (Schuko) yang mampu menghasilkan gelombang Pure Sine Wave 300W (lonjakan hingga 531W), aman untuk peralatan elektronik sensitif. Untuk gadget, ada 3 port USB-A dan 1 port USB-C (PD 60W) yang bersifat dua arah (input/output). Jika masih kurang, di sisi atas ada wadah wireless charging. Fitur praktis di bagian atas unit dengan daya 15W, memudahkan pengisian ponsel tanpa kabel.

Di balik ukurannya yang kecil, Schneider OffGrid PPS330-GR menyimpan baterai Lithium-Ion berkapasitas 332Wh. Kapasitas ini cukup untuk mengisi ulang laptop sekitar 5-6 kali atau smartphone hingga dua belas kali, termasuk menyalakan lampu darurat selama berjam-jam. Saat mengujinya, saya juga mencoba menggunakan perangkat rumah tangga seperti rice cooker atau kompor listrik.
Harus dipastikan bahwa daya perangkat ini masih berada di kisaran 300W. Konsumsi dayanya masih proporsional, setelah penggunaan selama sekitar 45 menit untuk rice cooker, daya masih tersisa cukup banyak untuk mengisi laptop atau smartphone. Penggunaan baterai berbasis Li-Ion memberikan densitas energi tinggi yang membuat unit ini ringan, dengan cycle life sekitar 500 siklus hingga kapasitas turun ke 80%.

Sisi yang perlu diperhatikan adalah kecepatan pengisian ulang. Pengisian via stopkontak dinding membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Jika dibandingkan dengan kemampuan pengisian dayanya, waktu pengisian ini masih terhitung wajar. Ditambah lagi, penggunaannya bisa berhari-hari, tergantung skenarionya.


Kesimpulan
Dibanderol di kisaran harga mulai dari Rp4,8 juta, Schneider Electric PPS330-GR menempatkan dirinya di segmen premium. Kita mungkin bisa mendapatkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih murah dari merek pendatang baru, tetapi kita tidak mendapatkan jaminan quality control dan keamanan kelistrikan khas Schneider Electric yang sudah melegenda.
Produk ini sangat direkomendasikan bagi pengguna rumahan yang menginginkan cadangan daya anti-ribet saat mati lampu, atau camper yang memprioritaskan bobot ringan dan keamanan mutlak di atas kecepatan pengisian daya. Ini adalah investasi pada reliabilitas jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News