Aspek paling mencolok dari Harpe II Ace adalah bobotnya. Di angka 48 gram, mouse ini terasa seolah-olah menghilang di tangan, memberikan kebebasan manuver tanpa inersia yang berarti. Bukan melubangi cangkang mouse (desain honeycomb), Asus memanfaatkan material bio-based nylon.

Berbeda dengan plastik ABS standar yang terasa licin atau murah, material nilon ini memberikan tekstur yang unik—sedikit kasar dan hangat saat disentuh—yang justru meningkatkan cengkeraman (grip) bahkan saat tangan berkeringat. Struktur bodinya tetap kaku dan solid; tidak ada suara berderit (creaking) atau fleksibilitas yang mengkhawatirkan pada dinding samping.
ROG Harpe II Ace mempertahankan profil semi-simetris. Desain ini membuatnya ideal untuk pengguna dengan gaya genggam Claw Grip karena memberikan tumpuan yang stabil pada pangkal telapak tangan. Di bagian bawah, kaki mouse (skates) berbahan PTFE 100% dengan tepian membulat (2.5D) untuk luncuran yang mulus di berbagai permukaan.
Untuk mesinnya, ROG Harpe II Ace ditenagai oleh sensor optik ROG AimPoint Pro. Sensor ini menawarkan spesifikasi di atas kertas hingga 42.000 DPI dan kecepatan pelacakan 750 IPS. Meskipun angka 42.000 DPI mungkin terdengar berlebihan untuk penggunaan manusia, headroom sensor yang besar ini memastikan akurasi pelacakan yang absolut pada DPI rendah yang biasa digunakan pro player (400-1600 DPI).

Fitur unggulan dari sensor varian "Pro" ini adalah teknologi Track-on-Glass. Bagi pengguna yang menyukai estetika meja kaca atau menggunakan mousepad kaca demi kecepatan maksimal, ROG Harpe II Ace dapat melacak pergerakan akurat tanpa memerlukan alas tambahan. Dalam pengujian, sensor ini tidak menunjukkan adanya jitter atau spin-out, bahkan saat melakukan gerakan banting (flick) ekstrem.
implementasi teknologi nirkabel ROG Harpe II Ace termasuk kencang. Asus menyematkan teknologi SpeedNova 8K secara native, memungkinkan polling rate 8.000Hz menggunakan receiver USB kecil standar.
Pada 8.000 Hz, mouse mengirimkan data posisi ke PC setiap 0,125 milidetik, jauh lebih cepat dibandingkan standar industri 1.000 Hz (1 milidetik). Efeknya? Kursor terasa lebih responsif, terutama jika bermain di monitor dengan refresh rate 240Hz ke atas. Latensi klik juga sangat rendah berkat penggunaan ROG Optical Micro Switches yang tahan hingga 100 juta klik, menghilangkan risiko double-clicking yang sering menghantui sakelar mekanis.

Asus juga menjawab kritik lama mengenai software yang berat. Harpe II Ace mendukung ROG Gear Link, sebuah alat konfigurasi berbasis web. Kita tidak perlu lagi menginstal Armoury Crate yang sering dianggap bloatware. Cukup buka browser, atur DPI, polling rate, atau pencahayaan, dan pengaturan akan tersimpan langsung di memori onboard mouse.
Untuk skenario turnamen, terdapat fitur Zone Mode. Saat diaktifkan (via kombinasi tombol), mode ini memaksa sensor dan koneksi nirkabel untuk terus bekerja pada performa puncak tanpa masuk ke mode hemat daya, memastikan latensi nol bahkan setelah mouse diam beberapa saat.

Tentu saja, performa tinggi datang dengan konsekuensi konsumsi daya. Pada mode standar (1.000 Hz), baterai mouse ini sangat awet, mampu bertahan hingga 101 jam (tanpa RGB). Ini setara, bahkan sedikit lebih baik dari beberapa kompetitor utamanya.
Namun, jika Anda mengaktifkan mode 8.000 Hz atau Zone Mode, daya tahan baterai akan turun drastis ke kisaran 15 hingga 17 jam. Ini adalah kompromi fisika yang tak terhindarkan. Bagi pengguna kasual, 1.000 Hz sudah lebih dari cukup dan menawarkan masa pakai baterai berminggu-minggu. Bagi atlet esports, pengisian daya harian adalah harga yang wajar untuk performa tanpa kompromi. Untungnya, mouse ini mendukung pengisian cepat via USB-C.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 285K AMD Ryzen 5 8600G |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi Gigabyte B650E Aorus Master |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| VGA | AMD Radeon RX 6800 Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle NX 16GB |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| Mousepad | Logitech Desk Mat |
Kesimpulan
ROG Harpe II Ace adalah bukti kematangan divisi periferal Asus. Mereka tidak hanya mengejar angka spesifikasi, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup pengguna melalui material canggih dan perangkat lunak berbasis web yang ringan.
Dengan harga rilis yang kompetitif di kelas flagship (sekitar Rp2,8 juta harga global), Asus ROG Harpe II Ace adalah rekomendasi mutlak bagi gamer kompetitif yang menginginkan teknologi terkini tanpa ribet. Jika Anda mencari mouse yang bisa "menghilang" di tangan namun memberikan akurasi mematikan, Harpe II Ace adalah jawabannya.
9.6
Asus ROG Harpe II Ace
Plus
- Bobot super enteng
- Claw grip bagus
- Material tidak bikin bekas sidik jari
- Sudah pakai GearLink
Minus
- Harga lumayan tinggi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News