Review Smartphone

Oppo Incar Kelas Pemula Pecinta Selfie Pakai A83

Ellavie Ichlasa Amalia 30 Maret 2018 18:30 WIB
opporeview gadget
Oppo Incar Kelas Pemula Pecinta Selfie Pakai A83
Oppo A83. (Medcom.id)
Jakarta: "Selama orang Indonesia masih ngomong soal selfie, maka itu artinya masih ada pasar," kata PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidanto. Selama masih ada pasar untuk smartphone selfie, Oppo akan meluncurkan smartphone dengan kamera depan sebagai fokus. 

Karena itu, jangan heran jika ponsel terbaru dari Oppo, A83, masih mengunggulkan kamera depan. Dalam peluncurannya pada akhir Februari lalu, Oppo menyebutkan bahwa A83 ditujukan untuk pengguna kelas pemula yang juga ingin mencoba fitur kecerdasan buatan atau AI. 

Seperti apa performanya?


 

Desain

Oppo mengikuti tren ponsel tahun ini, yaitu bezel yang tipis. Meskipun dikategorikan sebagai smartphone kelas pemula, Oppo A83 sudah memiliki rangka yang cukup tipis.

Tidak ada lagi tombol Home berbentuk lonjong pada bagian bawah ponsel. Sebagai gantinya, Anda akan menemukan tombol virtual. Bezel pada bagian atas ponsel juga dipangkas, menjadi lebih tipis jika dibandingkan dengan Oppo F3 yang dirilis tahun lalu. 



Jika dibandingkan dengan Oppo F5 Youth, Oppo A83 memiliki desain yang tidak jauh berbeda. Satu perbedaan yang mencolok adalah Oppo F5 Youth memiliki sensor sidik jari pada bagian belakang.

A83, yang memang ditujukan untuk kelas pemula, tidak dilengkapi dengan sensor sidik jari. Namun, ponsel ini sudah dilengkapi dengan fitur Face Unlock, yang akan saya bahas di bagian antarmuka. 



Oppo A83 terlihat cukup elegan dan terasa nyaman digenggam dengan bagian pinggir yang membulat. Sayangnya, jika Anda tidak menggunakan casing yang Oppo jadikan dalam bagian paket penjualan, ponsel ini menjadi cukup licin saat dipegang. Casing membuat A83 menjadi tidak terllau licin. Hanya saja, menggunakan casing membuat ponsel ini kurang elegan. 



Tombol power terletak pada bagian kanan sementara tombol volume terletak di sebelah kiri. Pada bagian bawah, Anda akan menemukan port USB Type-A, lengkap dengan port audio dan juga speaker. Satu hal yang cukup berkesan dari ponsel ini saat menggunakannya adalah bodinya yang tergolong ringan. 

 

Software & Antarmuka

Oppo sudah menggunakan Android 7.1 Nougat untuk A83. Sistem operasi buatan Google itu juga dilapisi oleh antarmuka khas Oppo, ColorOS.

Pada kebanyakan Android, jika Anda ingin membuka menu shortcut ke Settings, Anda cukup melakukan drag down. Dengan modifikasi ColorOS, Anda harus menarik menu dari bagian bawah ponsel.

Tidak bisa tidak, hal ini mengingatkan saya iOS. Secara keseluruhan, hal ini tidak memiliki pengaruh signifikan pada pengalaman penggunaan. 



Untungnya, Oppo A83 sudah menggunakan Android Nougat, yang berarti, Anda sudah bisa menggunakan dua aplikasi sekaligus menggunakan fitur split-screen.

Cara untuk menggunakan fitur ini di A83 cukup mudah. Pertama, buka aplikasi yang hendak Anda buka bersamaan dengan aplikasi lain. Misalnya, Anda ingin membuka YouTube bersamaan dengan Chrome. 

Saat membuka YouTube, tap tombol Recent App selama beberapa waktu, aplikasi akan otomatis tampil pada setengah atas layar ponsel. Pada setengah bawah ponsel, Anda bisa memilih aplikasi kedua yang ingin Anda buka, seperti Chrome misalnya.

Satu hal yang harus Anda ingat, tidak semua aplikasi bisa digunakan dengan fitur split-screen. Namun, ini memang keterbatasan yang ada pada semua smartphone Android. 



Bagi saya, split-screen sangat membantu. Alasannya karena saya sering menggunakan YouTube untuk mendengarkan lagu-lagu yang memang tidak ada pada aplikasi streaming seperti Spotify. 

Oppo tidak melengkapi A83 dengan sensor sidik jari. Sebagai gantinya, mereka memasang fitur Face Unlock. Sama seperti Face ID pada Apple iPhone X, fitur ini memungkinkan Anda membuka kunci ponsel hanya dengan menatap ke arah kamera. 

Fitur ini cukup responsif. Ketika saya mengarahkan ponsel ke wajah, kunci akan membuka, bahkan ketika saya melepas atau menggunakan kacamata atau menggunakan headphone. Sayangnya, sesekali fitur ini masih gagal membuka kunci tanpa alasan yang jelas. 

 

Kamera & Video

Oppo tidak melengkapi A83 dengan kamera ganda, baik bagian depan atau belakang. A83 memiliki kamera depan 8MP dan kamera belakang 13MP. Meskipun tidak dilengkapi dengan dua kamera, A83 bisa mengambil foto dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan software. 





Untuk menghasil efek Bokeh dengan satu kamera, software akan memisahkan antara objek yang ada di bagian depan (foreground) dan latar belakang (background). Setelah itu, bagian background akan dibuat mengabur.

Sayangnya, teknik ini biasanya tidak menghasilkan foto Bokeh sebaik ponsel dengan dua kamera. Biasanya, perbatasan antara background dan foreground juga akan ikut mengabur. Dalam contoh di bawah, perbatasan itu ada pada bagian rambut.



Oppo A83 memiliki fitur beautification yang cukup natural. Foto selfie yang diambil saat malam hari pun masih cukup baik. Namun, ketika mengambil foto selfie bersama atau wefie, ponsel tampaknya hanya bisa mengenali orang yang ada di bagian tengah. 





Untuk masalah kamera belakang, Oppo A83 bisa menghasilkan gambar yang cukup tajam saat mengambil foto di luar ruangan di bawah terik matahari. Walau ketika digunakan untuk mengambil gambar di malam hari, noise atau derau yang muncul cukup banyak. 





Saya sempat mencoba mengambil foto bunga dan boneka dari jarak dekat menggunakan kamera belakang A83, untuk menguji apakah kamera belakang ponsel ini juga bisa mengambil foto Bokeh meski hanya memiliki satu kamera.

Hasilnya, saat menggambil foto bunga, latar belakang terlihat tidak mengabur. Menariknya, saat saya mengambil foto boneka -- yang menyerupai manusia -- latar belakang foto terlihat mengabur. 





 

Performa & Baterai

Dari segi spesifikasi, Oppo A83 tidak jauh berbeda dengan Oppo F5 Youth. Keduanya menggunakan MediaTek MT6763T sebagai prosesor, dipadankan dengan RAM 3GB. Hanya saja, layar F5 Youth lebih besar, yaitu 6 inci.

Namun, dengan layar 5,7 inci, Oppo A83 tetap masih menyenangkan untuk digunakan untuk menonton video atau bermain game. Bodinya yang ringan membuat saya cukup betah untuk menonton film/bermain game dengan ponsel ini. 

Untuk penggunaan sehari-hari -- membuka email, menjelajah internet, menonton YouTube -- Oppo A83 dapat memberikan performa yang memuaskan. Ponsel ini juga bisa menjalankan fitur split-screen tanpa ada masalah.

Sayangnya, ketika saya menggunakannya untuk bermain Marvel Future Fight dengan pengaturan grafik dan performa paling tinggi, memang ada sedikit lag. Satu kali, game bahkan menutup dengan sendirinya atau crash. 

Seperti biasa, Medcom.id menguji Oppo A83 menggunakan 3DMark dan PCMark. Di bawah ini adalah tabel hasilnya. 



Seperti yang bisa Anda lihat pada grafik di atas, dalam pengujian menggunakan PCMark, Oppo A83 tidak kalah jauh dengan Xiaomi Redmi 5. Sayangnya, dalam pengujian menggunakan 3DMark Slingshot dan Slingshot Extreme, nilai yang didapatkan oleh Oppo A83 sangat rendah. Satu hal yang harus diingat, hasil pengujian benchmark tidak sepenuhnya merefleksikan pengalaman penggunaan. 



Dari segi baterai, jika dibandingkan dengan Xiaomi Redmi 5 atau ASUS ZenFone Max Plus M1, Oppo A83 memang memiliki ketahanan yang paling rendah. Meskipun begitu, nilainya tetap cukup tinggi, yaitu lebih dari 11 jam.

Memang, selama menggunakan ponsel ini, baterai ponsel buatan Oppo tersebut cukup awet. Selain itu, saat digunakan untuk bermain, smartphone itu juga tidak menjadi panas. 

Kesimpulan 

Anda senang mengambil selfie dan ingin mencari ponsel dari Oppo dengan harga paling terjangkau? A83 cocok untuk Anda. Ponsel ini dapat digunakan untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa ada masalah. Baterainya juga cukup awet, sehingga Anda tidak perlu khawatir harus mengisi baterai terlalu sering. 

Namun, jika Anda senang bermain game, terutama game-game yang memang terbilang "berat", maka A83 kurang cocok untuk Anda.
 
  OPPO A83
Prosesor MediaTek MT6763T Helio P23
RAM 3GB
OS Android 7.1 + ColorOS 3.2
GPU Mali-G71
Memori Internal 32GB
Kamera 13MP (belakang), 8MP (depan)
Dimensi 150.5 x 73.1 x 7.7 mm
Bobot 143 gram
Baterai 3.180 mAh
Layar 5,7 inci 1440 x 720 pixel
Harga Rp2.999.000
 
 
 
7.7
Oppo A83
Plus
  • Hasil foto selfie lumayan bagus
  • Layar besar, bodi ringan
  • Baterai tahan lama
Minus
  • Performa kurang memuaskan saat bermain game
  • Harga kurang bersaing




(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.