Review Headset

ASUS ROG Delta, Tampilan dan Audio Mewah

Cahyandaru Kuncorojati 12 November 2018 11:04 WIB
asusreview headset
ASUS ROG Delta, Tampilan dan Audio Mewah
ASUS ROG Delta.
Jakarta: Seri gaming ASUS yakni ROG (Republic of Gamers) beberapa bulan lalu di ajang Computex 2018 memperkenalkan headset gaming terbarunya bernama ASUS ROG Delta. Kini, Medcom.id berkesempatan untuk menjajalnya.

Perbedaan pertama yang paling mudah ditemukan adalah desain earcup yang memiliki desain D-shape.

ASUS cukup jeli melihat desain dari telinga manusia yang lebih menyerupai bentuk huruf D ketimbang O, yang membuat sebagian besar headset hadir dengan earcup melingkar. Menurut Medcom.id efeknya headset ini sangat nyaman.


ASUS membekali dua jenis ear cushion untuk earcup di paket penjualannya. Pertama adalah yang menggunakan bahan fabric mesh dan diklaim oleh ASUS lebih cocok untuk kegiatan gaming dalam waktu lama.



Kedua, dengan material kulit yang lebih nyaman untuk beragam kegiatan yang lebih ringan seperti mendengarkan musik dan lain-lain.

Tangkai masing-masing earcup juga bisa dipanjangkan yang akan memperlihatkan tulang dari headset menggunakan material logam sehingga membuat build quality ASUS ROG Delta sangat kokoh.

Kedua earcup headset ini sangat melekat di kepala dan telinga tapi, tidak terasa berat, sehingga tidak membuat pegal dan nyedi di bagian leher serta telinga. Untuk unsur estetika, ASUS melengkapi LED RGB di masing-masing tepi bagian luar earcup yang juga terdapat di logo ASUS ROG.


Tidak disangka, LED RGB ASUS ROG Delta Core tidak murahan. Kecerahan dan warnanya sangat memuaskan dan bisa dikustomisasi mendukung beragam gaya menyala dari software ASUS Aura Sync. LED RGB ini bisa disinkronisasi dengan LED RGB di perangkat ASUS lainnya.

Selesai membahas tampilan luarnya, kini kita membahas beberapa fiturnya. ASUS ROG Delta hadir dengan tangkai detachable microphone. Artinya mikrofon tersebut bisa dilepas, dan juga bisa ditekuk melengkung ke arah yang diinginkan.

Pengalaman Medcom.id, kualitas suaranya yang tertangkap mikorofon sangat jernih dan tajam meskipun di ruangan yang bising. Di ujungnya terdapat LED indikator yang menyala merah, menandakan status mikrofon dibuat senyap atau mute.



Untuk pengaturan volume termasuk fungsi mikrofon, ASUS menyematkannya di sisi bagian bawah earcup sebelah kiri. Di bagian ini juga terdapat tombol untuk menonaktfifkan LED RGB yang menyala yang menurut Medcom.id menjadi kurang menarik apabila tidak menyala.

Salah satu keunggulan dari ASUS ROG Delta adalah headset gaming ini menjadi headset gaming pertama di dunia dengan teknologi Hi-Fi Quad DAC dari ESS ES9218. DAC yang digunakan memungkinkan headset ASUS ROG Delta menangkap sinyal audio di frekuensi rendah, sedang, hingga tinggi.
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

Output atau hasilnya adalah kualitas audio yang sangat tajam dan presisi sesuai dengan game yang dimainkan. ASUS sendiri menekankan headset gaming ini ditujukan untuk game FPS (First Person Shooter).

Misalnya untuk game Battlefield 1, Medcom.id mampu menangkap arah asal suara tembakan atau ledakan dengan presisi sekaligus mendapatkan pengalaman audio dari permainan yang membuat permainan semakin seru atau immersive dari sisi audio.



Medcom.id kemudian menjajalnya untuk memainkan game PUBG (PlayerUnknown's Battlegrounds) yang menuntut pemain jeli memperhatikan sekelilingnya. Medcom.id berhasil memprediksi arah dan jarak dengan musuh di dalam satu bangunan dengan mengandalkan suara langkah yang terdengar sangat tajam dari ASUS ROG Delta.

Oleh sebab itu, tidak heran ASUS menargetkan game jenis FPS untuk headset ini. Namun, teknologi Hi-Fi Quad DAC ini juga memberikan efek peningkatan ketajaman dan kualitas audio untuk konten lain seperti film dan musik.

Untuk konektivitasnya ASUS ROG Delta mengandalkan kabel dengan antarmuka USB-Type C. Kabel dengan kepala tersebut memang disebut lebih baik dalam mengantarkan sinyal frekuensi audio. USB-Type C juga kini semakin populer di perangkat smartphone dan lain-lain.

Alhasil ASUS ROG Delta juga pas untuk penggemar game mobile yang ingin memiliki headset gaming premium. ASUS juga membekali adapter USB-C to USB 2.0 sehingga bisa digunakan di banyak perangkat lainnya termasuk konsol.

Kesimpulan
Sejauh ini Medcom.id sulit menemukan kekurangan dari ASUS ROG Delta. Desainnya secara keseluruhan sangat menarik dengan gimmick berupa LED RGB yang berpendar tidak murahan, menggunakannya di tempat umum pasti akan menarik perhatian di sekitar.

Dari segi kenyamanan, ASUS ROG Delta sangat nyaman digunakan untuk jangka waktu yang lama. Bobotnya tidak membuat leher pegal, tidak membuat nyeri tulang telinga dan tidak ada sensasi panas menggunakannya.

Kualitas suaranya juga tidak bohong, bermain game jenis FPS dengan menggunakan headphone ini benar-benar memberikan pengalaman bermain yang seru dari sisi audio. Selain itu, ASUS ROG Delta juga mampu diandalkan untuk menikmati konten musik maupun video untuk meningkatkan kualitas audionya.

Satu hal yang mungkin membuat gamer berpikir ulang untuk memiliki ASUS ROG Delta adalah harganya yang cukup tinggi yakni di kisaran Rp3,2 juta. Menurut Medcom.id harga tersebut masih rasional karena headset gaming ini memiliki teknologi Hi-Fi Quad DAC yang belum dimiliki merek lain.
 
 
9.8
ASUS ROG Delta
Plus
  • Desain dan build quality sempurna
  • Nyaman digunakan dalam waktu lama
  • Kualitas audio sangat jelam dan presisi
  • Tersedia dongle USB-C to USB Type A
Minus
  • Harga agak tinggi


 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.