Sebut saja ketika liburan. Setiap orang zaman sekarang kebanyakan akan menghasilkan segudang foto dan video liburan. Pertanyaannya, dimana data tersebut disimpan jika memori penyimpanan perangkat telah penuh?
.jpg)
Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan layanan penyimpanan cloud. Namun layanan tersebut biasanya hanya memungkinkan penggunanya untuk menyimpan data dalam jumlah yang terbatas. Selain itu, data akan tetap harus diakses melalui jaringan internet dari seluruh perangkat, termasuk PC.
Bagaimana jika Anda memiliki penyimpanan cloud sendiri yang dapat dipasang di rumah dan dapat diakses dari berbagai perangkat melalui koneksi internet layaknya layanan penyimpanan cloud? Itulah yang ditawarkan oleh Western Digital (WD) kali ini melalui WD My Cloud Mirror Gen 2. Perangkat network attached storage (NAS) ini memang bisa disulap menjadi layanan penyimpanan cloud yang bisa diakses dari berbagai macam perangkat selama keduanya terkoneksi dengan internet.
.jpg)
Jika dilihat dari tampilannya, sudah bisa ditebak bahwa WD My Cloud Mirror Gen 2 merupakan NAS yang "ramah" untuk digunakan. Tampilan bodinya tidak kaku dan lebih stylish dari kebanyakan NAS. Ia juga mudah untuk dioperasikan, bahkan untuk mengganti hard disk pun cukup dengan membuka penutup bagian atasnya, lalu keluarkan hard disk ini dari dua slot yang telah tersedia.
Tidak hanya dari segi desain bodinya, NAS ini juga memiliki software yang ramah bagi penggunanya. Antarmuka sistem operasi My Cloud OS 3 memiliki desain yang sangat simpel. Bahkan pengguna awam pun saya rasa dapat mempelajari dan memanfaatkan berbagai fiturnya dengan mudah. Berkat sistem operasi tersebut, NAS ini juga dapat terhubung dengan berbagai perangkat mobile berbasiskan Android dan iOS.
Sifat ramah pada NAS ini juga menjalar ke bagian sistem konfigurasinya. WD My Cloud Mirror Gen 2 merupakan NAS dengan sistem konfigurasi paling simpel yang pernah saya uji. Cukup hubungkan ke internet dan lakukan konfigurasi singkat melalui situs resminya, maka NAS ini akan dapat dioperasikan.
Sementara untuk performanya, WD My Cloud Mirror Gen 2 tergolong memiliki performa yang biasa saja. Dari pengujian yang telah dilakukan, NAS ini memiliki kecepatan transfer data yang tidak kencang namun juga tidak lambat. Kumpulan file 1GB dapat ditransfer dengan rata-rata waktu 2 menit 30 detik, lebih lambat dari waktu transfer rata-rata NAS yang pernah diuji di Metrotvnews.com. Meskipun demikian, perbedaannya tidak terlalu besar.
Salah satu kekurangan terbesar dari NAS ini adalah kurangnya petunjuk pengoperasian. Di paket penjualannya, tidak ada petunjuk pengoperasian secara rinci, kecuali selembar kertas yang bertuliskan alamat situs resmi untuk melakukan konfigurasi awal. Tidak ada petunjuk alamat IP NAS dan konfigurasi awalnya,
Kondisi tersebut juga diperparah dengan software client yang dibedakan antara software manajemen file dengan software manajemen NAS. Software WD My Cloud hanyalah software manajemen file dan di software tersebut, saya tidak bisa mengatur konfigurasi NAS ini. Untuk melakukan konfigurasi, saya harus mengakses WD Access dan mengaturnya dari sana.

Kesimpulan
WD My Cloud Mirror Gen 2 memang tidak sempurna. Ia masih memiliki beberapa kekurangan, namun masih cukup bisa ditoleransi dan diperbaiki ke depannya. Keunggulan utama NAS ini adalah memungkinkan Anda untuk memiliki layanan penyimpanan cloud sendiri. Ia juga dapat dikonfigurasikan untuk dapat melakukan backup secara berkala di beberapa perangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News