Pengalaman Menjajal Lampu Pintar TP-Link LB120
Lampu pintar TP-Link LB120
Jakarta: TP-Link adalah produsen perangkat jaringan yang cukup gencar menggarap segmen rumah pintar. Mungkin selama ini konsumen hanya mengetahui mereka memasarkan router, extender, atau perangkat lain yang berurusan dengan jaringan rumahan.

Sebenarnya, jaringan memang menjadi kunci rumah pintar, dan kali ini TP-Link menciptakan satu produk yang benar-benar baru, yaitu lampu pintar. TP-Link LB120 adalah smart bulb yang datang ke meja pengujian Medcom.id. Seberapa pintar lampu ini? Apakah layak Anda pasang di rumah? Berikut ulasannya.

TP-Link LB120 adalah lampu pintar dengan desain yang tidak jauh berbeda dengan lampu LED standar di pasar saat ini. Perbedaan yang terlihat adalah bentuknya yang lebih panjang dan Bola lampu yang bisa terhubung dengan Wi-Fi ini membutuhkan daya 10W, yang TP-Link klaim mampu menghasilkan intensitas cahaya setara 60W.


Tidak ada yang rumit dari sisi pemasangan karena TP-Link telah menyesuaikan soket untuk setiap wilayah pemasaran. Anda cukup memasangnya seperti biasa ke soket lampu di rumah. Untuk memanfaatkan semua fitur TP-Link LB120, Anda harus memasang aplikasi Kasa yang bisa diunduh via Google Play Store atau App Store.

Saya telah mencoba beberapa produk pintar yang memanfaatkan aplikasi mobile besutan vendor perangkat jaringan. Harus saya akui, Aplikasi buatan TP-Link lebih ringan dan memiliki antarmuka yang bagus. Tampilan dirancang memudahkan penggunaan perangkat dan desain yang menarik. Ini berbeda dengan aplikasi lain seperti milik D-Link yang menekankan fungsionalitas tanpa desain yang bagus. 



Setelah memasang Kasa di ponsel, Anda bisa langsung menghubungkan lampu pintar ke Wi-Fi router rumah. Tidak rumit, Anda akan dipandu pemasangan setiap langkah, sehingga dipastikan tidak ada yang terlewat. Setelah berhasil tersambung, Anda sudah bisa mengatur TP-Link LB120 secara spesifik, dimulai dari pemilihan warna lampu yang sesuai dengan warna ruangan atau selera sendiri. 

Secara spesifik, TP-Link LB120 mendukung temperatur cahaya 2700K-6500K, atau pencahayaan terang seperti matahari di tempat terbuka, atau seperti lampu neon pada umumnya. Pencahayaannya juga bisa disesuaikan perasaan si pengguna, baik ketika untuk membaca atau mengadakan pesti kecil.

Lampu pintar ini juga bisa terhubung dengan Amazon Alexa jika Anda menggunakannya. Anda juga bisa mengatur intensitas cahaya yang tepat dengan luas ruangan. Tidak lupa juga dengan kemampuan mematikan lampu via ponsel.



Hal menarik lainnya adalah TP-Link LB120 mampu menampilkan statistik konsumsi listrik. Dengan begitu, Anda mendapatkan data pemakaian lampu ini secara harian dan bulanan. Ini berguna untuk konsumen yang ingin meningkatkan efisiensi konsumsi listrik rumahnya. Lampu ini bisa lebih efisien dengan pengaturan menyala pada jam tertentu.

TP-Link LB120 adalah lampu pintar yang patut Anda miliki ketika ingin menciptakan konsep rumah pintar. Harganya kurang dari Rp600 ribu mungkin dirasa mahal untuk konsumen Indonesia. Di sisi lain, kemampuannya memang tidak sama dengan lampu LED biasa yang dibanderol mulai dari Rp100 ribu.

Optimalisasi secara hardware dan software membuat TP-Link LB120 menjadi salah satu produk pintar berkualitas. Jika Anda belum tertarik membuat rumah Anda menjadi pintar, TP-Link LB120 bisa membuat Anda penasaran. 
 
 
 
TP-Link LB120
Plus
  • Pemasangan mudah
  • Pengaturan interaktif dengan aplikasi yang baik
  • Fitur cukup lengkap untuk sebuah lampu pintar
Minus
  • Harga cukup mahal


 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.