Review Keyboard

Elysium Dot, Koneksi Nirkabel Desain Retro

Lufthi Anggraeni 09 Juni 2018 15:39 WIB
review peripheral
Elysium Dot, Koneksi Nirkabel Desain Retro
Elysium DOT tidak hanya hadir dengan desain serupa mesin tik retro, juga kesan penggunaan serupa mesin tik retro.
Jakarta: Tingkat adopsi perangkat mobile dengan desain layar sentuh mengalami pertumbuhan pesat. Namun hal ini tidak berarti kehadiran keyboard mekanik layaknya keyboard pada mesin tik telah dilupakan dan tidak lagi dirindukan oleh konsumen.

Sejumlah konsumen, mungkin Anda salah satunya, masih menilai bahwa keyboard dengan tuts fisik lebih mampu menghadirkan kenyamanan dan kesenangan dalam mengetikan ide pada kertas digital pada perangkat komputasi.

Desain retro serupa keyboard mesin tik klasik pada era lampau dihadirkan keyboard Bluetooth mekanik karya Lofree, Elysium DOT melalui tut berbentuk lingkaran. Selain membulat, tuts ini hadir dengan bagian permukaan yang sedikit cekung sehingga sesuai dengan jemari Anda saat menekannya.


Keyboard ini hadir dengan tuts berukuran lebih besar, seperti Enter dan Shift, yang menggabungkan dua tuts lingkaran menjadi satu, sehingga Anda dapat segera menemukannya saat mengetik, tanpa perlu memeriksanya secara langsung. Ukuran kedua tuts yang lebih besar ini turut mendukung kesan klasik yang diusung keyboard.

Sayangnya, desain tuts yang diusung perangkat ini sedikit menyulitkan saat harus membersihkan debu yang menempel pada keyboard. Menyoal bodi, keyboard ini tergolong berat namun memungkinkan keyboard tetap stabil meski berada di permukaan licin. Stabilitas ini juga didukung oleh kaki penyangga berbalut bahan karet di bagian bawah.

Kaki penopang ini juga hadir dengan ketinggian berbeda, dengan bagian depan lebih rendah dan bagian belakang lebih tinggi, sehingga ketinggian yang tepat dan mendukung kenyamanan saat keyboard digunakan untuk mengetik.



Selain itu, letak tuts keyboard yang sedikit berbeda dari keyboard laptop pada umumnya, termasuk terkait letak tuts CTRL, FN, ALT dan Starts untuk Windows. Hal ini mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan saat awal penggunaan, namun akan berangsur membaik setelah telah terbiasa menggunakannya.

Tidak hanya melalui desain, kesan klasik juga dihadirkan melalui keluaran suara serupa keyboard mesin tik era lampau. Selain menghasilkan suara, tuts pada keyboard mampu menghadirkan umpan balik yang nyaman saat digunakan untuk mengetik.

Uniknya, lampu indikator yang terletak di sebelah tuts Caplocks tidak berfungsi untuk menampilkan bahwa tombol tersebut telah berfungsi. Lampu tersebut berfungsi sebagai indikator kesuksesan proses pairing keyboard via Bluetooth, sehingga Anda tidak akan mengetahui tuts dalam keadaan aktif atau tidak, tanpa mengetikan huruf.

Sementara itu, kemudahan juga dihadirkan keyboard ini dalam hal konektvitas unit dengan perangkat mobile atau bahkan komputer tanpa dukungan Bluetooth. Serupa nama yang diusungnya, keyboard ini mengunggulkan kemudahan konektivitas via Bluetooh, namun juga menyediakan kabel untuk menghubungkannya dengan komputer.

Untuk mengaktifkan keyboard ini, Anda hanya perlu menggeser tuas Power di sisi kanan keyboard ke bagian bertuliskan kata On. Namun jika ingin menggunakan mode Bluetooth, geser tuas daya ini ke bagian bertuliskan kata Bluetooth.

Menggeser ke bagian tersebut akan mengaktifkan Bluetooth pada keyboard, dan untuk mengaktifkan fungsi pairing pada perangkat, Anda kemudian harus menekan tombol Fn dan 1 selama tiga detik, hingga lampu indikator di sebelah tuts Caplocks berkedip.



Kemudian, cari nama Bluetooth DOT@LOFREE pada perangkat mobile dan hubungkan kedua perangkat ini. Lampu indikator di sebelah tuts Caplocks akan berhenti berkedip dan mati jika proses pairing antara keyboard dan perangkat mobile berhasil.

Keyboard ini dapat menyimpan pairing hingga tiga perangkat secara simultan, dan Anda dapat menyimpannya melalui kombinasi tombol fn dan 1, fn dan 2, serta fn dan 3. Anda dapat berganti konektivitas antara keyboard dan tiga perangkat yang telah disimpan dengan menekan kombinasi tombol tersebut.

Bagi pengguna perangkat tanpa dukungan Bluetooth, Anda dapat menghubungkan perangkat atau komputer tersebut menggunakan kabel khusus yang tersedia pada kemasan penjualan. Setelah menghubungkan kabel ke perangkat dan mengaktifkan daya, Anda perlu menggeser tuas sistem operasi ke arah OS yang digunakan komputasi. Geser ke arah kiri untuk OS Android atau Windows, serta ke kanan untuk OS Mac atau iOS.

Mengusung fitur konektivitas via Bluetooth, keyboard ini juga dibekali dengan baterai yang diklaim perusahaannya mampu bertahan hingga selama 15 bulan dalam sekali pengisian daya. Namun, klaim ini hanya berlaku jika keyboard digunakan pada mode penggunaan via Bluetooth dan dengan lampu latar pada tuts keyboard dalam kondisi nonaktif.

Perangkat ini juga didukung oleh tiga level kecerahan lampu latar pada tuts, yang turut mempengaruhi daya tahan baterai perangkat.
 
 
 
Elysium DOT
Plus
  • Desain unik serupa mesin tik retro
  • Kemudahan terhubung via Bluetooth
  • Bisa terhubung ke perangkat dengan berbagai sistem operasi
Minus
  • Penempatan tuts yang sedikit tidak umum, membutuhkan waktu pembiasaan




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.