Lenovo Legion Pro 27UD-10
Lenovo Legion Pro 27UD-10

Review Monitor

Lenovo Legion Pro 27UD-10, Visual Wah Kelas Premium

Mohamad Mamduh • 26 Januari 2026 17:14
Jakarta: Tahun 2025 menjadi saksi matangnya teknologi monitor OLED. Jika beberapa tahun lalu kita harus memilih antara resolusi 4K yang tajam atau refresh rate tinggi untuk esports, hari ini dikotomi itu runtuh. Lenovo membuktikannya dengan monitor gaming Legion Pro 27UD-10.
 
Dibanderol dengan harga resmi Indonesia sekitar Rp17.500.000, monitor ini adalah pernyataan Lenovo terhadap dominasi pemain lain di segmen ultra-premium. Dengan spesifikasi dewa, apakah monitor ini layak menjadi pelabuhan terakhir pencarian visual Anda? Mari kita bedah.
 
Tak pakai lampu RGB berlebihan dan sudut tajam agresif, Legion Pro 27UD-10 tampil dengan filosofi desain sleeper. Tampilan minimalis, didominasi warna putih matte dan abu-abu gelap, membuatnya terlihat sopan di meja kerja profesional sekalipun.

Lenovo Legion Pro 27UD-10, Visual Wah Kelas Premium
 
Kualitas konstruksinya patut diacungi jempol. Lenovo menggunakan sistem perakitan berbasis sekrup logam yang kokoh pada penyangganya, meninggalkan kesan monolitik dan stabil. Stand bawaannya sangat ergonomis, mendukung pengaturan ketinggian, kemiringan (tilt), putaran (swivel), hingga mode potret (pivot). 
 
Secara konektivitas, Legion Pro 27UD-10 terlihat lengkap: 2x HDMI 2.1, 1x DisplayPort 1.4, dan 1x USB-C. Namun, port USB-C ini hanya menghantarkan daya (Power Delivery) sebesar 15 Watt.Daya 15W hanya cukup untuk mengisi baterai ponsel, bukan laptop. Jadi, kita tetap butuh charger laptop terpisah.
 
Kekurangan lainnya adalah absennya jack audio 3.5mm. Kita tidak bisa mencolokkan headset atau speaker aktif langsung ke monitor. Jika bermain menggunakan PS5 Pro di meja, kita harus memutar otak mencari cara mengeluarkan suara (misalnya via controller atau USB audio), karena monitor ini juga tidak memiliki speaker internal.
 
Bintang utama di sini adalah panel Samsung QD-OLED Gen 3. Teknologi Quantum Dot ini mengatasi kelemahan OLED tradisional (WOLED) dengan memberikan kecerahan warna yang jauh lebih tinggi.
 
Lenovo Legion Pro 27UD-10, Visual Wah Kelas Premium
 
Saat diuji, layar ini mampu mencakup 99% gamut warna DCI-P3 dan sRGB dengan akurasi Delta E < 2 langsung dari pabrik. Artinya, warna merah pada ledakan atau hijau hutan terlihat sangat hidup dan akurat tanpa perlu kalibrasi ulang. Dukungan Dolby Vision menjadi kartu as, fitur yang jarang ada, memberikan tone mapping dinamis yang membuat konten HDR di Netflix atau konsol PS5 Pro terlihat spektakuler.
 
Kontrasnya bagus. Hitam di layar ini adalah hitam mati (0 nits), menciptakan kedalaman gambar yang mustahil dicapai panel IPS atau Mini-LED. Namun, perlu dicatat bahwa kecerahan puncak 1000 nits hanya terjadi pada area kecil (3% layar). Jika layar dipenuhi warna putih (misalnya membuka Excel full screen), kecerahan akan turun drastis ke kisaran 250 nits akibat fitur ABL (Automatic Brightness Limiter). Ini wajar untuk OLED, tapi mungkin sedikit mengganggu jika Anda bekerja di ruangan yang sangat terang.
 
Lenovo Legion Pro 27UD-10, Visual Wah Kelas Premium
 
Bagi gamer kompetitif, kombinasi resolusi 4K dengan refresh rate 240Hz dan waktu respons 0,03ms pada Lenovo Legion Pro 27UD-10 menghasilkan kejernihan gerakan (motion clarity) yang nyaris sempurna. Monitor ini bahkan mendapatkan sertifikasi VESA ClearMR 13000, level tertinggi untuk kejernihan gambar bergerak. Tidak ada ghosting, tidak ada jejak bayangan. Membidik musuh di Valorant atau Counter-Strike 2 terasa sangat instan dan presisi.
 
Untuk pengguna konsol PlayStation 5 atau Xbox Series X, monitor ini mendukung penuh HDMI 2.1 dengan bandwidth 48Gbps. Kita bisa menikmati 4K 120Hz dengan VRR (Variable Refresh Rate) tanpa masalah.
 
Lenovo Legion Pro 27UD-10, Visual Wah Kelas Premium
 
Selain itu, bagi pekerja teks, struktur subpiksel QD-OLED yang berbentuk segitiga (bukan garis vertikal standar) bisa menyebabkan sedikit efek fringing (pinggiran warna) pada teks kecil. Meski resolusi 4K yang padat (166 PPI) cukup berhasil menyamarkan masalah ini, ketajaman teksnya belum setara panel IPS 4K kelas atas.
 
Teknologi OLED memiliki risiko inheren burn-in (gambar statis yang berbekas permanen). erdasarkan penelusuran di pasar lokal, kebijakan garansi Lenovo Indonesia untuk monitor ini masih terasa ambigu. Kerusakan layar akibat gambar statis (burn-in) seringkali dikategorikan sebagai Customer Induced Damage (CID) atau kesalahan pengguna dalam dokumen dukungan umumnya. 
 
Tanpa jaminan tertulis yang eksplisit mengenai perlindungan burn-in, membeli monitor seharga belasan juta ini terasa seperti perjudian. Sangat disarankan untuk membeli asuransi elektronik tambahan dari marketplace atau meminta konfirmasi tertulis dari layanan pelanggan sebelum meminang unit ini.
 
Testbed Medcom.id
Prosesor Intel Core Ultra 9 285K
AMD Ryzen 5 8600G
Motherboard Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi
Gigabyte B650E Aorus Master
Cooler Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE
VGA Colorful GeForce RTX 5070 Ti Battle NX 16GB
RAM Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB)
Storage WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4
PSU MSI MAG A850GL PCIE5
Mouse Logitech MX Master 4
Keyboard Logitech MX Keys

Kesimpulan
Lenovo Legion Pro 27UD-10 menawarkan kualitas gambar sinematik dengan performa esports tercepat di dunia saat ini. Dukungan Dolby Vision dan harga yang lebih kompetitif menjadikannya opsi yang sangat menggoda.
 
Absennya jack audio, daya USB-C yang lemah, dan terutama ketidakpastian garansi burn-in di Indonesia merupakan sisi lain dari keunggulan ini. Monitor ini sangat layak dibeli jika kamu adalah gamer PC/Konsol hardcore yang mengutamakan kualitas gambar di atas segalanya dan memiliki sistem audio terpisah.
 
9
Lenovo Legion Pro 27UD-10
Plus
  • Visual QD-OLED memukau
  • Dolby Vision
  • Material kokoh
  • Sudut fleksibel
Minus
  • USB-C hanya 15W
  • Garansi perlindungan panel perlu kejelasan

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan