Samsung Gear S3 Classic
Samsung Gear S3 Classic

Review Smartwatch

Samsung Gear S3, Bukti Evolusi Smartwatch

Riandanu Madi Utomo • 09 Februari 2017 06:12
medcom.id, Jakarta: Smartwatch memang sudah mengalami evolusi. Saya masih ingat ketika pertama kali menjajal smartwatch, Samsung Gear S.
 
Pada saat itu, Gear S memiliki daya tahan baterai yang sangat mengecewakan. Baterainya harus diisi ulang setiap hari sehingga fitur perekaman kondisi saat tidur sulit dilakukan karena saya harus mengisi ulang baterainya setelah habis digunakan seharian.
 
Melalui pengembangan yang cukup panjang, Samsung akhirnya berhasil menciptakan smartwatch yang bisa membuat saya betah mengenakannya. Ia adalah Gear S3 Classic, smartwatch generasi terbaru dari Samsung. Berbeda dengan pendahulunya, smartwatch ini mampu bertahan terkoneksi dengan ponsel saya hingga empat hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Samsung Gear S3, Bukti Evolusi Smartwatch
 
Tentu saja ini merupakan sesuatu yang patut diapresiasi karena smartwatch merupakan perangkat berukuran kecil sehingga sulit untuk menyelipkan baterai berkapasitas besar ke dalam bodinya. Selama empat hari tersebut, Gear S3 Classic berhasil menemani dan merekam berbagai kegiatan sehari-hari saya, mulai dari berjalan kaki ke kantor, memberitahu jika ada pesan masuk ke ponsel, hingga mengingatkan saya untuk terus aktif bergerak.
 
Baterai bukan hanya satu-satunya hal yang ditingkatkan oleh Samsung di Gear S3 Classic. Desain bodi smartwatch ini juga telah banyak berubah dan kini lebih mudah digunakan serta terlihat lebih trendi. 
 
Jika di Gear S Samsung masih menggunakan desain layar kotak yang dilengkungkan, Gear S3 Classic sudah mengadopsi layar bulat yang sama seperti jam tangan pada umumnya.
 
Bodinya terbuat dari bahan metal yang kokoh dan terdapat dua tombol di bagian sampingnya dengan bentuk seperti tombol pengaturan di jam analog. Ditambah dengan tali jam berbahan kulit, Gear S3 Classic sekilas memang akan tampak seperti jam analog.
 
Samsung Gear S3, Bukti Evolusi Smartwatch
 
Bukan itu yang paling penting. Pengalaman menggunakan jam tangan ini sudah sangat berubah. Bagian rangka bundar yang mengelilingi layar Gear S3 Classic merupakan tombol scroll yang bisa digunakan untuk mengakses berbagai menu serta konten di dalamnya. Tombol scroll inilah yang membuat penggunaan Gear S3 Classic terasa natural dan udah untuk dikontrol.
 
Samsung memang masih menyediakan opsi layar sentuh, namun layar sentuhnya jarang sekali saya gunakan karena sebagian besar menunya bisa diakses melalui tombol scroll tersebut. Sementara dua tombol di sampingnya berfungsi sebagai fasilitas navigasi tambahan yang memudahkan saya untuk kembali ke layar utama.
 
Selain lebih baik dari sisi baterai dan desain, Gear S3 Classic juga memiliki fitur yang lebih baik. Smartwatch ini tidak hanya dilengkapi dengan berbagai sensor yang bisa mengukur berbagai parameter kondisi tubuh seperti detak jantung, ia juga dilengkapi dengan sensor khusus untuk menghitung langkah ketika berjalan.
 
Samsung Gear S3, Bukti Evolusi Smartwatch
 
Namun, yang paling menarik dari Gear S3 Classic justru adalah keberadaan altimeter dan barometer. Keduanya bisa mengukur ketinggian dan tekanan udara di sekitar Anda. Gear S3 Classic bahkan bisa mengetahui sudah berapa lantai Anda melangkah dalam satu hari dan semua data tersebut dapat dilihat di aplikasi S Health.
 
Tetapi ada satu hal lagi yang membuat saya tertarik menggunakan Gear S3 Classic. Smartwatch ini memiliki banyak sekali varian tampilan layar. Tampilan yang paling saya suka adalah tema The Division yang membuat Gear S3 Classic bisa terlihat seperti jam para agen di dalam game The Division. Tema tersebut tersedia dan dapat diunduh melalui aplikasi Gear S yang terpasang di ponsel.
 
Meski demikian, ada beberapa kekurangan minor yang saya temukan di Gear S3 Classic kali ini. Pertama bahasa yang pertama kali menyapa saya ketika menyalakan Gear S3 Classic adalah bahasa Jerman. Untung saja Samsung memberikan panjuan lengkap dan jelas untuk pengoperasian selanjutnya dan prosesnya cukup mudah. 
 
Samsung Gear S3, Bukti Evolusi Smartwatch
 
Selain itu, aplikasi Gear S juga membutuhkan berbagai plugin khusus yang harus diunduh terpisah dengan aplikasinya. Plugin tersebut memang dapat diunduh dengan bantuan arahan pada aplikasi Gear S, namun alangkah baiknya jika Samsung membundel plugin bersama aplikasi Gear S sehingga saya tidak perlu melalui proses instalasi yang lebih panjang.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif