Razer Diamondback Chroma
Razer Diamondback Chroma

Review Mouse

Razer Diamondback, Desain Eksentrik Belum Tentu Ergonomis

Mohammad Mamduh • 27 Januari 2016 12:36
medcom.id, Jakarta: Razer Diamondback adalah salah satu mouse gaming legendaris yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan bermain game kompetitif. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2004, Diamondback beberapa kali mengalami perubahan desain, termasuk seri terbarunya yang tersedia di pasaran saat ini.
 
Sama seperti produk lainnya, Razer Diamondback 2015 juga mengusung tema Chroma. Alhasil, mouse gaming ini menjadi lebih bercahaya berkat lampu LED yang tertanam. Apakah fitur terbarunya hanya Chroma? Berikut ulasannya.
 
Razer Diamondback, Desain Eksentrik Belum Tentu Ergonomis

Razer Diamondback Chroma, sebenarnya nama aslinya tidak mengusung istilah Chroma. Namun, saya ingin menekankan bahwa versi tahun 2015 ini dirancang berbeda dengan seri pendahulunya. Mouse gaming ini adalah produk Razer yang menyasar gamer kelas menengah ke atas.
 
Melihat desainnya lebih jauh, mouse gaming ini mengusung tema ‘kurus’, yang cukup berlawanan dengan produk sejenis sekarang ini. Razer Diamondback Chroma memiliki bentuk agak memanjang, yang sebenarnya secara dimensi, tetap berada pada ukuran standar.
 
Yang menjadi pembeda dengan mouse lainnya adalah, Razer Diamondback Chroma menghadirkan bagian punggung mouse yang lebih rendah. Tombol klik kiri dan klik kanan memiliki ukuran yang agak besar, dengan grip secara kesluruhan yang cukup baik. Anda juga bisa melihat lampu LED Chroma yang ditanam di bagian pinggir kanan dan kiri, serta logo Razer yang di bagian punggung mouse.
 
Ketika menggunakannya selama 3 jam, tangan saya terasa sangat pegal. Hal ini disebabkan desain yang agak eksentrik pada bagian ibu jari dan kelingking. Tidak dibuat melebar, Razer Diamondback Chroma justru menyediakan lengkungan yang cukup dalam. Desain ini membuat ibu jari dan kelingking pengguna terselip. Padahal, mouse gaming pada umumnya menyematkan bentuk melebar di bagian ini demi kenyamanan maksimal. Desain ini juga berdampak pada tingkat ergonomis yang ditawarkan sebuah mouse.
 
Razer Diamondback, Desain Eksentrik Belum Tentu Ergonomis
 
Beralih ke akurasi, Razer Diamondback Chroma menawarkan akurasi sampai 16.000 DPI dengan sensor laser 5G. Namun, mouse ini tidak menyediakan tombol pengaturan DPI standar, sehingga Anda harus memprogram ulang lewat aplikasi Razer Synapse.  Sama seperti varian Chroma lainnya, gamer dapat mengatur pencahayaan dengan berbagai motif lewat Razer Synapse. Mouse ini cocok untuk memainkan game action atau MOBA, bahkan RPG sekalipun. Saya tidak merekomendasikan mouse ini untuk bermain game FPS.
 
Selain desain yang tampil beda dan lampu LED, menurut saya tidak ada kelebihan khusus yang dipamerkan Razer Diamondback Chroma. Dibanderol dengan harga sekitar Rp1 juta, Razer Diamondback Chroma adalah mouse gaming yang kurang kompetitif, terutama jika gamer adalah penggemar produk Razer. Dengan dana yang sama, ia lebih baik membeli DeathAdder dengan harga yang lebih murah, sehingga sisa dana bisa dipakai untuk keperluan lain.
 

 
 

Razer Diamondback Chroma

 

6

  • Desain menarik
  • Mengadopsi sensor laser
  • Kurang ergonomis
  • Tidak ada tombol pengaturan DPI
  • Minim Keistimewaan

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan