Hal pertama yang membedakan Profile Wireless dari kompetitornya adalah unit bernama Charging Bar. Jika merek lain menyertakan kotak pengisi daya berbentuk kotak sabun, Sennheiser merancang wadah berbentuk tabung panjang yang ergonomis.
Selain housing, fungsi tabung ini adalah mendukung keperluan profesional, termasuk jurnalis yang sedang mewawancarai narasumber dengan setelan seperti menggunakan mikrofon pada umumnya. Penjelasan lengkapnya akan dibahas kemudian di artikel review ini.

Profile Wireless dirancang sebagai perangkat plug-and-play yang tidak memerlukan aplikasi tambahan untuk beroperasi. Dalam paket penjualan 2-Channel Set yang dibanderol sekitar Rp5.499.000, Sennheiser sangat royal memberikan aksesori.
Kita akan mendapatkan adaptor modular USB-C dan Lightning yang bisa langsung dipasang pada receiver untuk dikoneksikan ke smartphone atau laptop. Selain itu, terdapat kabel koil 3,5 mm untuk kamera, magnet klip untuk pemasangan di baju tipis, hingga tas penyimpanan berbahan kanvas yang empuk.
Satu detail profesional yang sangat diapresiasi adalah penggunaan port input 3,5 mm dengan mekanisme kunci (locking thread) pada pemancar, memastikan kabel lavalier eksternal tidak akan terlepas secara tidak sengaja.

Salah satu fitur canggih Sennheiser Profile Wireless terletak pada fungsinya. Saat pemancar (transmitter) dipasang di ujung Charging Bar dan dipasangi windshield besar yang tersedia dalam paket, unit ini bertransformasi menjadi mikrofon genggam (handheld) profesional.
Fitur ini sangat krusial bagi jurnalis atau kreator yang sering melakukan wawancara lapangan (vox pop) agar tampilan di kamera terlihat lebih berwibawa dibanding hanya menodongkan kotak kecil ke wajah narasumber.

Unit penerimanya (receiver) juga dilengkapi layar sentuh OLED yang responsif dengan fitur rotasi otomatis berkat sensor gyro internal. Artinya, apa pun posisi kita memasang receiver—baik di atas kamera atau di bawah smartphone—tampilan menu akan selalu tegak lurus memudahkan pemantauan.
Sennheiser memahami bahwa tantangan terbesar sistem 2,4 GHz adalah risiko interferensi di lingkungan padat sinyal. Untuk itu, mereka menyematkan fitur Backup Recording Mode. Fitur ini akan secara otomatis mengaktifkan perekaman internal pada pemancar begitu sistem mendeteksi sinyal nirkabel yang melemah.

Melalui pembaruan firmware terbaru (versi 4.1), Profile Wireless kini mendukung 32-bit float internal recording. Teknologi ini memungkinkan perangkat menangkap rentang dinamis yang sangat luas tanpa risiko suara pecah (clipping), meskipun subjek tiba-tiba berteriak. Dengan memori internal 16GB pada setiap pemancar, kita dapat menyimpan hingga 30 jam audio berkualitas tinggi sebagai cadangan yang aman.
Secara kualitas suara, Profile Wireless memberikan reproduksi vokal yang jernih, transparan, dan berbobot—ciri khas suara Sennheiser yang sulit ditiru. Dengan Signal-to-Noise Ratio (SNR) sebesar 78,5 dB, rekaman yang dihasilkan sangat bersih dari desis latar belakang.

Meskipun sistem ini tidak memiliki fitur peredam bising aktif (ANC) berbasis AI seperti kompetitornya, Sennheiser lebih memilih menjaga integritas sinyal asli.
Sebagai gantinya, mereka menyertakan filter low-cut 110 Hz untuk mengeliminasi gangguan frekuensi rendah seperti suara AC atau getaran mesin sejak awal perekaman. Jangkauan transmisinya mencapai 245 meter pada kondisi tanpa hambatan (Line-of-Sight), yang sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar skenario produksi.

Kesimpulan
Sennheiser Profile Wireless adalah swiss knife di dunia audio digital. Bukan mikrofon yang paling penuh dengan gimik, ia adalah yang paling bisa diandalkan. Bagi kreator konten, videografer, atau jurnalis yang membutuhkan kualitas suara murni dengan sistem keamanan berlapis, perangkat ini adalah investasi terbaik di kelas harga Rp5 jutaan.
Profile Wireless membuktikan bahwa Sennheiser tidak perlu menghadirkan banyak seri untuk mikrofon yang punya mobilitas tinggi. Cukup dengan satu perangkat, mereka langsung bisa menjawab kebutuhan banyak kalangan.
9.8
Sennheiser Profile Wireless
Plus
- Charging Bar super multifungsi
- Dukungan 32-bit float
- Bisa backup rekaman dalam waktu lama
- Material solid
- Tanpa harus pakai aplikasi tetap optimal
- Price to Performance tepat
Minus
- Magnet klip kurang kuat
- Layar OLED agak sulit terlihat di tengah silau matahari
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News