Review Smartphone

ASUS ZenFone 5Z, Jagoan ASUS untuk Performa Premium

Mohammad Mamduh, Cahyandaru Kuncorojati 25 September 2018 09:18 WIB
asusreview gadget
ASUS ZenFone 5Z, Jagoan ASUS untuk Performa Premium
ASUS ZenFone 5Z. (Medcom.id)
Jakarta: Jelang akhir tahun 2018 masih menjadi kesempatan ASUS untuk ikut meramaikan pasar Indonesia dengan smartphone terbaru.

Mereka belum lama ini resmi mengumumkan kehadiran ponsel flagship ASUS ZenFone 5Z. Smartphone ini sendiri memang sudah diumumkan sebelumnya secara global dalam ajang Mobile World Congress 2018 di Barcelona bulan Februari lalu. 

Tidak langsung dijual, ASUS ZenFone 5Z baru tersedia secara global pada pertengahan tahun, dan untuk Indonesia pada bulan ini. Sebagai produk unggulan ASUS, ponsel ini menawarkan spesifikasi tercanggih seperti kompetitornya. Apa yang membuatnya menarik? Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya? Berikut ulasan Medcom.id.


 

Desain

ASUS ZenFone 5Z pada dasarnya punya desain sama dengan ZenFone 5 yang sudah pernah kami ulas, baik secara dimensi maupun ukuran layar. Bodi proporsional dengan balutan semi kaca yang memberikan kesan premium. Layarnya juga berukuran 6,2 inci, dengan rasio layar ke bodi 83,6 persen. 

Sebagai ponsel yang mendukung konsep bezel-less, tiga tombol utama telah menyatu dengan layar, yang memang memberikan pengalaman penggunaan lebih baik. Pada bagian atas Anda bisa melihat poni yang cukup lebar. 



Harus diakui, poni ini juga membuat ASUS ZenFone 5Z tampil lebih menarik. Sebagian orang mungkin tidak terlalu suka poni karena belum terbiasa. Untungnya, poni ini bisa dihilangkan pada menu Settings.

Unit ASUS ZenFone 5Z yang kami jajal menyematkan warna Meteor Silver. Warna perak berkilau berasal dari bodi semi kaca, dengan pemindai sidik jari sebagai pusat pantulan. 

Ini memberikan kesan cahaya yang sebenarnya memantul, berasal dari pemindai ini. Secara estetika, bodi belakang ASUS ZenFone 5Z keren dari segala sisi. 



Di sisi lain, seperti biasa, bodi belakang semi kaca punya kekurangan sendiri, yaitu mudah kotor jika tangan Anda gampang berkeringat. Namun, bodi kaca ini ternyata tidak terlalu licin, didukung dengan ukuran keseluruhan yang masih nyaman digenggam satu tangan. ASUS juga menyediakan case pelindung standar dalam paket penjualan.

Untuk antarmukanya, ASUS ZenFone 5Z sudah mengadopsi USB-C, yang berada di antara lubang speaker di pinggir bawah. Namun, smartphone ini juga menyediakan port audio 3,5mm, sementara tidak semua ponsel kelas atas dengan port USB-C menanamkan port audio. 

Sampai saat ini, port tersebut masih sangat berguna, mengingat ini adalah port universal untuk berbagai perangkat audio. Konsumen juga tidak perlu repot mencari adapter khusus audio untuk USB-C.



Secara keseluruhan, desain ASUS ZenFone 5Z tetap membawa ciri khas ASUS, yang menanamkan desain elegan untuk ponsel kelas premium. Apa yang menjadi daya tariknya adalah bentuk bodi proporsional dengan balutan warna yang menarik, walaupun sejujurnya, warna perak saat ini bukan pilihan utama konsumen. 

Sementara slot kartu SIM dan memori MicroSD yang terdapat di sisi kanan rupanya masih mengusung model hybrid. Artinya, Anda harus memilih opsi menggunakan dua kartu SIM tanpa MicroSD atau satu kartu SIM dengan MicroSD.

 

Software & Antarmuka

Berbasis sistem operasi Android 8.0 Oreo, ASUS ZenFone 5Z tetap konsisten hadir tanpa bloatware yang berlebihan, baik aplikasi ASUS bawaan maupun aplikasi pihak ketiga. Desain antarmukanya tetap seperti smartphone ASUS lainnya yang dirilis tahun ini.



Saat Anda menarik kolom fitur dari bagian atas layar, Anda akan menemukan beberapa ikon fitur yang berbeda dari ZenFone 5. Pertama adalah fitur NFC yang kini sudah tersedia, kedua adalah fitur AI Boost yang bisa diaktifkan dan dinonaktifkan.

Berbeda dengan fitur AI di smartphone lain yang hadir dengan tertanam langsung ke dapur pacunya, ASUS ZenFone 5 bisa diaktifkan secara manual, dan ada beberapa opsi yang ikut bekerja saat AI Boost menyala. Misalnya fitur pengisian cepat, peningkatan performa, termasuk kemampuan fotografi kamera.



Untuk peningkatan performa berkat AI Boost akan Medcom.id jelaskan di bagian performa. Software lain yang tersedia di ASUS ZenFone 5 adalah Game Genie yang membantu memblokir notifikasi mengganggu selama bermain dan menyediakan fitur screen recording yang bisa langsung diunggah atau streaming ke media sosial.

Mengingat ukuran lebar ASUS ZenFone 5 yang sangat nyaman untuk gaming, Game Genie sangat bisa dimaksimalkan oleh gamer yang mengandalkan smartphone ini untuk menciptakan konten video.



Untuk menjaga smartphone ini dari akses anak-anak, ASUS juga masih membenamkan fitur Kids Mode. Sebagian besar software atau fitur bawaan antarmukanya masih sama dengan seri ZenFone 5.

 

Kamera

Mengingat smartphone ini adalah seri tertinggi keluarga ASUS ZenFone 5, kamera juga menjadi perhatian. Resolusinya masih sama dengan seri ZenFone 5, yakni kamera ganda di belakang kombinasi 12MP+8MP dan kamera depan beresolusi 8MP.

Namun, kualitasnya lebih baik dalam hal akurasi warna. Medcom.id puas dengan hasil foto kamera belakang ASUS ZenFone 5, terutama dalam kondisi siang hari dan dalam ruangan.







Di kondisi siang hari termasuk dengan cahaya matahari terik, kamera belakang ZenFone 5Z masih menghasilkan foto yang tajam dan detil tanpa perubahan warna objek foto yang signifikan.

Untuk objek bergerak, ASUS ZenFone 5Z berhasil menangkap foto objek tersebut dengan minim efek blur, meskipun objek bergerak cepat. Dalam kondisi foto malam hari, kami memang menemukan kelemahan kamera belakang ASUS ZenFone 5.



Dalam kondisi malam hari, kamera ASUS ZenFone 5Z mampu menangkap cahaya dan menghasilkan efek dramatis, padahal kualitas ini akan sangat memanjakan penggunanya. Hasil fotonya juga terlihat menampilkan kualitas ketajaman dan detil yang berbeda tentunya dibandingkan hasil foto siang hari. 







Soal fitur AI atau kecerdasan buatan di kamera sepeti yang semua merek pamerkan, ASUS ZenFone 5Z juga memilikinya lewat fitur AI Boost yang harus diaktifkan terlebih dahulu dari bagian kolom fitur yang muncul dari atas layar. 

Fitur ini mampu mengenali objek foto dan menyediakan mode atau aspek pengambilan foto yang pas sesuai objek secara otomatis. Ini berbeda dengan smartphone lain yang muncul di antarmuka kamera. Notifikasi bahwa kamera mengenali objek foto di smartphone ini hanya berupa notifikasi ikon yang ukurannya kecil.



Kita mungkin kerap tidak sadar apakah objek yang dikenali oleh kamera ASUS ZenFone 5Z  sudah sesuai. Terkadang, fitur semacam ini salah mengenali objek. Misalnya objek stroberi pada kue dikenali sebagai objek tanaman dan bukan objek foto makanan.

Mode pengambilan foto dan videonya tergolong lengkap, termasuk slow motion dan untuk pembuatan konten format GIF. Kamera ASUS ZenFone 5Z sudah mendukung fitur Google Lens.

Pada kamera depannya hasilnya sudah memuaskan. Hasil foto kamera depan dalam kondisi malam hari masih kurang maksimal. Fotonya mudah buram karena efek sedikit goyangan atau kamera kurang fokus.





 

Performa

Bicara performa tidak perlu diragukan lagi. Sesuai dengan peluncuran di Indonesia beberapa waktu lalu, ASUS ZenFone 5Z hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 dengan varian RAM 6GB dan 8GB serta memori internal yang hadir dengan pilihan 128GB dan 256GB.

Untuk yang Medcom.id uji pada ulasan ini adalah varian RAM 6GB dan memori internal 128GB yang dibanderol Rp6.699.000. Memori internalnya yang sudah cukup besar seharusnya tidak membuat penggunanya mengeluh membutuhkan MicroSD lantaran mengusung model slot Hybrid.

ASUS mengklaim fitur AI Boost dapat meningkatkan performa sekitar 11-12 persen. Dalam skenario penggunaan sehari-hari, peningkatan performa ini tidak akan sangat terasa. Namun, Anda akan melihat peningkatan itu saat bermain game dan saat ponsel beroperasi seharian penuh. Peningkatan performa ini akan terlihat dari kualitas visual dalam bermain beberapa game.




Hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark tercatat performa ASUS ZenFone 5Z sangat memuaskan termasuk meningkat drastis saat fitur AI Boost diaktifkan. Daya hemat baterainya juga tergolong meningkat, membuat kapasitas baterainya sebesar 3.300 mAh mampu bertahan hingga 12 jam 5 menit.





Untuk bermain game PUBG Mobile kami mengubah pengaturan grafisnya ke kualitas HDR dan framerate ultra dalam kondisi cahaya layar 50 persen. Dalam durasi permainan per 10 menit, baterainya berkurang hanya lima persen. Suhu panas yang dihasilkan tergolong normal yakni sekitar 34-35 derajat.


Kesimpulan
Membawa prosesor tertinggi Qualcomm Snapdragon, ASUS ZenFone 5Z dibanderol dengan harga yang masih lebih terjangkau untuk sebuah smartphone berspesifikasi sekaligus tampilan premium.

Meskipun hadir dengan tampilan luar dan antarmuka yang tidak berbeda dengan seri ASUS ZenFone 5Z, menurut Medcom.id desainnya sudah sangat menarik. Ada banyak fitur yang dibawa smartphone ini terutama fitur AI Boost yang berhasil mendongkrak performanya.

Informasi tambahan, sebagian konsumen mungkin akan mencoba memandingkannya dengan Pocophone F1. Secara spesifikasi dan harga, produk milik Xiaomi itu sangat menggiurkan. Namun, pada dasarnya, kami menilai ASUS ZenFone 5Z punya kelas tersendiri. Ini karena pengalaman penggunaan yang berbeda, menunjukkan bahwa ponsel ini layak disebut premium. Padahal, harganya tidak sampai Rp10 juta.

Di bagian kamera, fitur ini perlu sedikit perbaikan dalam hal notifikasi. Kualitas kameranya di malam hari agak kurang tapi rasanya bisa diperbaiki lewat update OTA sehingga smartphone ini memiliki kamera yang juga sempurna.

Untuk performa baterainya, ASUS ZenFone 5Z terbukti mampu bertahan hingga 12 jam dan hasil ini tentu menjawab kecemasan pengguna yang ingin smartphone mumpuni tapi tetap hemat baterainya termasuk untuk bermain game.
 
Spesifikasi  ASUS ZenFone 5Z
Prosesor Qualcomm Snapdragon 845
GPU Adreno 308
OS Android 8.0 Oreo
RAM  6GB
Memori Internal 128GB
Kamera Belakang 12MP+8MP, Depan 8MP
Baterai 3.300 mAh
Layar  6,2 inci 19:9 (2246x1080p)
Harga Rp6.499.000 (RAM 6GB+128GB)
 
 
9.5
ASUS ZenFone 5Z
Plus
  • Tampilan desain premium
  • Ukuran nyaman digenggaman
  • Performa mumpuni
  • AI Booster
  • Kapasitas RAM dan memori internal besar
  • Baterai awet
Minus
  • Kualitas kamera butuh peningkatan
  • Notifikasi fitur AI di kamera kurang jelas

 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.