Review Peripheral

Corsair Strafe RGB MK.2 (MX Silent), Diam-Diam Memukau

Cahyandaru Kuncorojati 12 Juli 2018 16:38 WIB
review peripheralcorsair
Corsair Strafe RGB MK.2 (MX Silent), Diam-Diam Memukau
Corsair Strafe RGB MK.2.
Jakarta: Saat bicara tentang keyboard gaming mekanikal biasanya orang akan terlintas sebuah keyboard dengan suara yang riuh berkat switch  serta pengalaman menggunakan yang lebih nyaman.

Sebagian gamer mungkin setuju dengan hal ini, sebagian lagi tidak terlalu menggemari keyboard gaming mekanikal karena dirasa terlalu berisik.

Baru ini Corsair merilis produk baru dari segmen keyboard gaming mekanikal Corsair Strafe RGB MK.2 yang menggunakan key switch Cherry MX Silent.


Mereka yang sudah mengenal dan mengidolakan switch Cherry MX pasti sudah mengetahui kualitas komponen tersebut saat diimplementasikan di sebuah keyboard. Medcom.id yang sudah menggunakannya terlebih dahulu ingin bercerita tentang tampilan Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent.



Dari tampilannya, keyboard gaming buatan Corsair memang tidak pernah mengecewakan. Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent hadir dengan desain full size sederhana tapi mewah dibalut warna hitam. Materialnya menggunakan material plastik.

Sayangnya, material yang digunakan tidak cukup membantu membuat keyboard ini ringan, mungkin karena ketebalannya yang tidak bisa dibilang ramping. Medcom.id tidak terlalu mempermasalahkannya, sebab keyboard ini digunakan dengan terhubung kabel, bukan Bluetooth.

Kami menemukan bahwa seluruh keycap tidak memiliki permukaan rata melainkan berkontur agak melengkung sementara di tombol Spacebar dibuat bertekstur. Dalam paket penjualannya Corsair menyediakan keycap tombol WASD dan QWERDF yang juga bertesktur dan alat key-puller serta wrist rest yang bisa dilepas.



Tujuannya adalah pengguna bisa mengganti keycap yang ada disesuaikan dengan jenis game yang dimainkan, yakni genre first person shooter (FPS) maupun multiplayer online battle arena (MOBA).

Selain itu Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent juga menyediakan tombol fungsi yang terpisah untuk memudahkan dalam mengakses fitur-fitur tertentu. Misalnya tombol Windows-Lock, pengaturan tingkat kecerahan backlit RGB, konfigurasi Profile, dan deretan tombol multimedia controller termasuk roller untuk mengatur volume suara.



Untuk tampilan backlit LED RGB, harus diakui tampilannya sangat memukau, tidak sekadar menyala dan menghadirkan kesan RGB. Tampilan backlit tersebut bisa dikustomisasi lewat software iCUE Corsair.

Beralih ke pengalaman, harus diakui Cherry MX Silent terbukti sangat meredam suara bising dari keycap, tanpa mengurangi tactile. Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent juga dilengkapi dengan fitur 100 persen anti ghosting untuk semua tombolnya.

Selain fitur anti ghosting yang sangat berfungsi saat bermain game, software iCUE juga memberikan fitur macro yang bisa disimpan menjadi beberapa profile. Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent sudha memiliki memori 8MB onboard untuk menyimpan tiga profile.



Apabila masih merasa kurang, persis di bagian belakang Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent tersedia USB Port 2.0 yang juga bisa digunakan untuk memasang periferal atau flash memory yang berisi profile untuk diakses lewat Corsair iCUE.

Kesimpulan
Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent menurut Medcom.id adalah satu dari sekian banyak keyboard gaming mekanikal Corsair yang hampir mendapatkan nilai sempurna.

Dari desain, kami tidak meragukan sentuhan Corsair di Strafe RGB MK.2 MX Silent. Penggunaan Cherry MX Silent juga masih menyimpan pengalaman tactile keyboard gaming mekanikal. Bagi mereka yang terbiasa dnegan siwtch Cherry MX jenis lain mungkin akan merasa kurang seru.

Dengan harga Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent yang mendekati Rp2 juta produk ini tidak dilengkapi kemampuan spill resistant alias tahan terhadap tumpahan air. 
 
 
9
Corsair Strafe RGB MK.2 MX Silent
Plus
  • Desain menarik dan ergonomis
  • Cherry MX Silent tidak mengurangi pengalaman tactile
  • Tersedia key caps tambahan khusus gaming 
Minus
  • Bobot berat
  • Tidak memiliki fitur tahan tumpahan air




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.