Produk smartwatch terbaru yang datang ke meja pengujian Medcom.id adalah Amazfit Bip U. Berikut review kami setelah menggunakannya selama tiga minggu.
Amazfit Bip U hadir dengan tali atau strap dengan material silikon berlapis matte yang ringan dan cukup kuat. Mungkin sebagian orang akan menganggap material ini murahan, tetapi ketika dipakai seharian, ia sangat nyaman dan tak memberikan beban berlebih, baik saat berolahraga atau tidur. Sepanjang pemakaian kami tidak menemukan rasa lelah atau keringat yang menyebabkan ingin melepasnya sementara.
Melihat dimensinya, Amazfit Bip U mengusung layar 1,43 inci resolusi 320 x 302 pixel, dengan logo Amazfit berada di bawah bingkai layar. Layar ini juga telah dilapisi Gorilla Glass 2.5D dan menggunakan panel TFT.
Panel ini ternyata mampu menampilkan visual sekalipun dalam kondisi cahaya terik. Layar ini punya bingkai yang cukup besar, sehingga membuat tampilan visual untuk fungsi dan akses fitur lainnya lebih kecil. Hanya terdapat satu tombol fisik pada sisi samping yang menyimpan berbagai menu pengaturan secara spesifik.

Pada bagian bawahnya terdapat sensor-sensor seperti pemantau kadar oksigen darah dan denyut jantung sekaligsu tekanan darah. Ada juga port khusus charger yang menggunakan magnet demi pemasangan lebih ringkas.
Sisi bawah tempat menyimpan sensor ini dirancang agak menonjol, dan secara desain ini membuat bodi jam tangan tidak menyentuh kulit seluruhnya, sehingga mengurangi efek panas pada kulit yang pada akhirnya menghasilkan keringat.
Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu memasang aplikasi Zepp yang dulunya bernama Amazfit. Setelah membuat akun, Anda diminta melakukan pairing dengan memindai QR Code pada layar smartwatch. Setelah itu, pengaturan secara lengkap dapat diakses lewat aplikasi atau smartwatch.
Aplikasi Zepp menyediakan pilihan tema untuk tampilan utama Amazfit Bip U, dan pilihannya cukup banyak. Kemudian ia juga menampilkan seluruh statistik utama dari hasil tangkapan sensor, seperti kualitas tidur, jumlah kalori yang terbakar, langkah yang ditempuh, detak jantung, hingga kadar oksigen.
Khusus perempuan, ia juga bisa membantu memantau siklus menstruasi. Data ini juga bisa dilihat pada smartwatch cukup dengan swipe kiri. Dua kekurangan pada aplikasi adalah waktu sinkronisasi yang cukup lama, ditambah desain aplikasi yang kurang simpel tetapi tetap intuitif.
Terkait fitunya, Amazfit Bip U menyediakan sekitar 60 mode olahraga, yang terbagi dalam 10 kategori: Jalan dan Lari, Sepeda, Indoor, Outdoor, Renang, Winter, Bola, Dance, Tinju, dan Olahraga lainnya. Semua data olahraga yang terkumpul akan disimpan dan dikelola secara berkala sehingga menjadi satu statistik untuk menunjukkan perkembangan dari penggunanya.

Anda bisa memilih data yang ingin ditampilkan secara spesifik. Untuk beberapa olahraga seperti berlari dan berjalan, pengguna bisa mengaktifkan fungsi GPS untuk memantau rute yang telah dilalui.
Daya tahan baterai Amazfit Bip U tergolong sangat awet. Ia mampu bertahan lebih dari dua minggu, tergantung penggunaan. Salah satu faktor pendukungnya adalah waktu standby layar secara bawaan yang cenderung singkat. Terkait pengisian dayanya, Amazfit mengklaim dua jam agar terisi penuh. Kenyataannya, baterai dapat terisi penuh dari kosong dalam waktu sekitar 1 jam 45 menit.
Kesimpulan
Amazfit Bip U di Indonesia dijual dengan harga Rp799.000. Harga yang terjangkau ini ternyata mampu menawarkan kualitas yang cukup menarik, dan dapat menemani pengguna yang origin memantau kebugaran dan aktivitas harian dengan dana yang lebih sedikit. Terlepas dari dua kekurangan yang telah disebutkan tadi, ia cocok untuk pengguna pemula yang ingin mencoba fitur dan fungsi smartwatch yang cukup lengkap.
8.5
Amazfit Bip U
Plus
- Bodi ringan
- Kaca tahan gores dan sidik jari
- Baterai awet
- Fitur cukup lengkap
Minus
- Sinkronisasi data ke aplikasi cukup lama
- Desain aplikasi Zepp
- Notifikasi aplikasi terbatas
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News