Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Tampilan Nokia 2. (Medcom.id)
Jakarta: Nokia sempat merajai pasar ponsel. Namun, posisi Nokia kemudian digantikan oleh Apple dan Samsung. Walau sempat keluar dari pasar smartphone, Nokia kembali mencoba bersaing dalam pasar yang sangat kompetitif itu pada 2016 dengan menjual lisensi merek dan properti intelektual mereka pada HMD Global. 

Sejauh ini, Nokia telah meluncurkan enam smartphone, yaitu Nokia 2, 3, 5, 6, 7 dan 8. Di antara keenam smartphone tersebut, HMD telah membawa empat smartphone ke Indonesia. Nokia 2 adalah salah satunya. Seperti yang tersirat dari seri ponsel ini, Nokia 2 memang smartphone untuk kelas pemula. 

Inilah ulasan tentang kelebihan dan kekurangannya.


 

Desain

Sebagai smartphone kelas pemula, Nokia 2 memiliki bodi yang cukup tebal. Bagian belakangnya terbuat dari plastik, yang bisa Anda buka. Muka dari ponsel ini terlihat tidak buruk, meski ia memiliki bezel yang cukup tebal. Mengingat Nokia 2 memang masuk ke kelas pemula, itu bukanlah hal yang aneh. Biasanya, bezel tipis baru akan Anda temukan pada smartphone kelas menengah dan atas. 



Ketika Anda membuka bagian belakang dari Nokia 2, Anda akan menemukan slot untuk kartu SIM dan microSD. Namun, Anda tidak bisa melepas baterai dari ponsel ini. Ketika dipegang, Nokia 2 terasa pas di tangan dengan layar 5 inci miliknya. Tombol Home dan volume terletak di sebelah kanan, memudahkannya untuk diakses. 



Untuk masalah port charger, Nokia 2 masih menggunakan microUSB yang terletak di bagian bawah. Saat ini, kebanyakan ponsel dengan harga sekitar Rp1 jutaan memang biasanya masih menggunakan microUSB, bukan Type-C.

Selain itu, Anda juga tidak akan menemukan sidik jari di ponsel ini. Memang, sensor sidik jari biasanya jarang ditemukan pada ponsel dengan harga tidak lebih dari Rp2 juta. 



 

Antarmuka dan Software

HMD sudah menanamkan sistem operasi Android 7.0 Nougat untuk Nokia 2. Mereka tidak melapisi Android dengan antarmuka buatan mereka sendiri seperti kebanyakan vendor smartphone. Alhasil, Anda akan mendapatkan pengalaman penggunaan Android murni. 

Jika Anda terbiasa dengan antarmuka merek tertentu, polosnya antarmuka Nokia 2 mungkin akan membuat Anda sedikit kikuk. Bagi saya pribadi itu bukan masalah. Ketiadaan antarmuka tersendiri membantu meringankan tugas hardware ponsel, yang memang tidak terlalu mewah. 



Dalam Nougat, fitur multitasking adalah salah satu fitur favorit saya. Seperti namanya, fitur itu memungkinkan Anda untuk membuka dua aplikasi sekaligus. Sayangnya, saya tidak menemukan fitur tersebut pada ponsel ini. 

 

Kamera dan Video

Dengan kamera belakang 8MP, Nokia 2 dapat menghasilkan gambar yang cukup tajam. Ketika saya menggunakannya untuk mengabil foto di luar atau di dalam ruangan, selama keadaan tidak kekurangan cahaya, foto yang dihasilkan Nokia 2 cukup tajam untuk smartphone di kelasnya. 





Salah satu kelemahan dari Nokia 2 adalah performa kamera yang lambat. Selain itu, saya kesulitan untuk memfokuskan kamera ketika mengambil foto makro, terutama ketika obyek bergerak. Kelemahan lain yang ada adalah fitur kameranya yang tidak banyak. Meskipun begitu, hal ini adalah hal yang wajar untuk ponsel kelas pemula. 



Nokia 2 memiliki kamera depan dengan resolusi 5MP. Kamera ini cukup baik untuk digunakan mengambil foto selfie, baik di dalam dan luar ruangan. 


Foto selfie di luar ruangan. 


Foto selfie di dalam ruangan. 

 

Performa

Dengan layar 5 inci dan resolusi HD, Nokia 2 cukup nyaman untuk digunakan untuk menonton konten multimedia seperti video. Memang, saat ini banyak smartphone yang mulai mengadopsi resolusi Full HD, tapi layar HD Nokia 2 tidak sangat buruk.

Layarnya cukup cerah bahkan saat digunakan di bawah terik matahari, tapi tidak begitu mencolok sehingga membuat mata sakit. Dengan ukuran 5 inci, ponsel ini juga cukup nyaman untuk digenggam dengan satu tangan. 

Satu hal yang saya kurang sukai dari Nokia 2 adalah performanya yang kurang memuaskan. Dan ini tidak saya katakan karena saya terbiasa menggunakan smartphone kelas menengah atau atas.

Sebelum ini, saya juga pernah mencoba smartphone kelas pemula seperti Xiaomi Redmi 4A atau Andromax L. Namun, performa Nokia 2 memang terasa tersendat-sendat, bahkan ketika saya tidak menggunakannya untuk melakukan tugas berat. 



Anda bisa melihat perbandingan nilai benchmark Nokia 2 dengan pesaingnya pada grafik di atas. Nilai yang didapat Nokia 2 tidak jauh berbeda dari Andromax L, yang diluncurkan pada awal tahun lalu. 



Satu kelebihan Nokia 2 adalah baterainya yang sangat awet. Sayangnya, saya tidak bisa mengukur secara pasti berapa lama baterai 4.100 mAh Nokia 2 dapat bertahan dengan menggunakan benchmark. Satu hal yang pasti, ia bisa saya gunakan selama lebih dari 10 jam. Jika dibandingkan dengan pesaingnya, soal baterai, Nokia 2 menang telak. 


Kesimpulan
Untuk smartphone kelas pemula, Nokia 2 memiliki desain yang cukup menarik. Layar 5 inci miliknya memiliki resolusi HD, membuatnya cukup nyaman untuk digunakan untuk menonton video. Layar ini juga cukup terang untuk digunakan di bawah terik matahari.

Sayangnya, performa Nokia 2 kurang memuaskan, bahkan untuk smartphone kelas pemula. Memori internalnya juga kecil, meski untungnya, ponsel ini dilengkapi dengan slot microSD. Satu kelebihannya adalah baterainya yang sangat awet. 
 
Nokia 2
Layar 5 inci HD (1280 x 720)
Prosesor Qualcomm Snapdragon 212
RAM 1 GB
Memori Internal 8 GB + microSD 128GB
Sistem Operasi Android 7.0 Nougat
Kamera Depan 5MP, Belakang 8MP
Baterai 4.100 mAh
Harga Rp1.499.000
 
 
7.3
Nokia 2
Plus
  • Desain lumayan
  • Ada slot untuk microSD
  • Baterai yang sangat awet
Minus
  • Performa kurang memuaskan
  • Memori internal kecil




(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.