Logitech G Pro X Superlight 2c
Logitech G Pro X Superlight 2c

Review Mouse

Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact

Mohamad Mamduh • 27 Januari 2026 20:18
Jakarta: Logitech G Pro X Superlight telah lama dikenal di dunia peripheral gaming kompetitif. Namun, bagi sebagian pengguna dengan ukuran tangan kecil atau mereka yang lebih menyukai manuver mikro yang sangat lincah.
 
Menjawab permintaan tersebut, Logitech merilis varian terbaru: Logitech G Pro X Superlight 2c. Huruf "c" pada namanya secara resmi berarti "Compact," menandakan bahwa ini adalah versi lebih mungil dari seri andalan mereka tanpa mengorbankan spesifikasi teknis kelas atas.
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact

Perubahan paling mencolok tentu saja terletak pada dimensinya. Logitech G Pro X Superlight 2c hadir dengan panjang 118,4 mm, lebar 61,2 mm, dan tinggi 38,6 mm. Secara keseluruhan, mouse ini sekitar 5% lebih kecil dibandingkan varian standar.
 
Meski dimensinya menyusut, Logitech tetap mempertahankan desain solid shell tanpa lubang-lubang eksternal (honeycomb) yang sering ditemukan pada mouse ultra-ringan merek lain.
 
Keberhasilan rekayasa Logitech terlihat pada bobotnya yang hanya 51 gram, menjadikannya salah satu mouse teringan di pasaran saat ini. Dari sisi ergonomi, mouse ini sangat cocok untuk gaya genggam fingertip dan claw grip.
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 
Dimensinya yang ringkas memudahkan pengguna melakukan koreksi bidikan (micro-adjustments) dengan lebih presisi. Namun, bagi pengguna palm grip dengan tangan besar, mouse ini mungkin terasa kurang memberikan sandaran penuh pada telapak tangan.
 
Untuk tombol utama, Logitech menggunakan teknologi switch Lightforce Hybrid. Teknologi ini menggabungkan kecepatan dan daya tahan switch optik dengan sensasi klik yang renyah (tactile) khas switch mekanik tradisional. Hasilnya adalah tombol yang sangat responsif dengan risiko klik ganda (double-click) yang hampir nol karena tidak ada keausan fisik pada bagian sensor pemicunya. 
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 
Logitech juga menyuntikkan fitur perangkat lunak baru melalui G HUB yang sangat berguna bagi pemain FPS. Salah satunya adalah BHOP Mode. Fitur ini dirancang untuk mencegah lompatan yang tidak disengaja akibat roda gulir (scroll wheel) yang terbentur atau terlalu sensitif. Dengan mengaktifkan mode ini, mouse akan mengabaikan sinyal gulir pertama kecuali terdeteksi sinyal kedua dalam jendela waktu tertentu.
 
Selain itu, terdapat fitur Hero Sensor Calibration. Karena adanya fenomena deviasi DPI—di mana Superlight 2c sering kali terasa 5% lebih cepat dibandingkan mouse lama meskipun diatur pada DPI yang sama—fitur ini memungkinkan pengguna untuk membandingkan dua mouse secara berdampingan dan menyesuaikan sensitivitas 2c agar benar-benar identik dengan mouse sebelumnya.
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 
Logitech G Pro X Superlight 2c, Bukti Masuk Era Mouse Compact
 

Bagaimana performanya?

Di balik ukurannya yang kecil, tersemat sensor Hero 2 yang sangat bertenaga. Sensor ini menawarkan resolusi hingga 44.000 DPI, kecepatan pelacakan di atas 888 IPS (inches per second), dan akselerasi hingga 88G. Spesifikasi ini jauh melampaui batas fisik gerakan tangan manusia, memastikan bahwa setiap gerakan sekecil apa pun akan terbaca dengan akurasi sub-mikron. Selama penggunaan dalam berbagai macam skenario, mouse ini mampu membuktikan akurasi yang tepat, baik dalam permukaan mousepad keras hingga tanpa alas sama sekali.
 
Salah satu fitur unggulan lainnya adalah dukungan polling rate hingga 8.000 Hz (8k) baik dalam mode nirkabel maupun kabel. Fitur ini sangat krusial bagi pemain yang menggunakan monitor dengan refresh rate tinggi (360Hz ke atas), karena memungkinkan pergerakan kursor yang jauh lebih halus dan sinkron dengan apa yang terlihat di layar.
 
Meski ukurannya lebih kecil, daya tahan baterainya tidak dikorbankan. Mouse ini mampu bertahan hingga 95 jam dalam penggunaan terus-menerus pada pengaturan standar. Pengisian daya kini sudah menggunakan port USB-C yang modern. Namun kabel pengisi daya yang disertakan masih berbahan karet standar, bukan kabel braided yang lebih fleksibel seperti yang ditawarkan oleh banyak kompetitor di rentang harga yang sama.
 
Kesimpulan
Dengan harga sekitar Rp2,2 juta, Logitech G Pro X Superlight 2c cocok untuk gamer kompetitif yang mencari performa tanpa kompromi dalam bentuk yang lebih ringkas. Dengan bobot 51 gram dan sensor Hero 2, mouse ini menawarkan kecepatan dan presisi yang sulit ditandingi. Meski memiliki sedikit kekurangan pada aksesoris kabelnya, kualitas perakitan dan ekosistem software Logitech yang matang menjadikannya investasi yang sangat layak bagi mereka yang serius di dunia esports. 
 
 
9.7
Logitech G Pro X Superlight 2c
Plus
  • Bobot ringan tapi solid
  • Sensor kelas atas
  • Daya tahan baterai luar biasa
  • Kalibrasi akurat pakai G Hub
Minus
  • Tak ada tombol DPI fisik
  • Kabel bawaan standar

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan