Hal tersebut dapat dilihat dari dimensinya yang cukup mungil, 155 x 65 x 220 mm. Ukurannya sedikit lebih kecil dengan Xornet seri sebelumnya, dan mempunyai bobot yang lebih ringan, 80 gram. Secara fisik, terdapat pula perbedaan yang cukup jelas.
Pertama, Xornet II dilengkapi dengan tombol scroll yang transparan. Tombol tersebut memancarkan cahaya LED yang bisa dikustomisasi. Perbedaan kedua adalah punggung mouse yang menggunakan lapisan doff atau matte, sementara seri pertamanya menggunakan material glossy. Harus diakui, lapisan doff pada Xornet II lebih nyaman dan tidak mudah kotor.

Kembali ke ukurannya, Xornet II memang sangat tepat untuk mereka yang menggunakan teknik memegang mouse claw grip. Hal tersebut karena telapak tangan tidak akan dibuat bersandar pada mouse. Namun, lapisan karet di bagian bawahnya memang cukup akurat, sehingga Xornet II tidak akan bergerak liar.
Membicarakan akurasi, CM Storm Xornet II menyediakan pilihan pengaturan maksimal pada 3500 DPI, dan minimal pada 350 DPI. Kustomisasi dengan maksimal hingga 3 profil pastinya tersedia melalui software yang dapat diunduh melalui situs resmi CM Storm. Jika tidak menggunakan software, Xornet II mempunyai tiga pilihan DPI standar, yaitu 500 DPI, 1500 DPI, dan 3500 DPI. Di sisi lain, pilihan DPI ini tidak banyak.

Ukurannya yang cukup ringkas ini bisa menjadi salah satu pilihan gamer, terutama mereka yang memiliki mobilitas lumayan tinggi. Untuk game spesifik, CM Storm Xornet II tidak terfokus pada satu jenis game. Anda bisa menggunakannya untuk bermain game FPS, strategi, turn-based, atau role-playing.
Harganya yang dipatok sekitar Rp450 ribu memang cukup menarik, tetapi perlu diingat bahwa sampai ulasan ini dimuat, Xornet II belum tersedia di Indonesia.
CM Storm Xornet II
7.5
- Akurasi lumayan tinggi
- Dimensi mungil dan ringkas
- Pilihan DPI terbatas
- Hany cocok untuk pengguna claw grip
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News