Di tengah gempuran game modern yang semakin berat, kartu ini hadir dengan janji kinerja berbasis AI melalui DLSS 4, yang diklaim mampu mengubah pengalaman bermain game di resolusi 1080p. Dengan banderol harga kisaran Rp5,2 juta, seperti apa performa nyata yang ditawarkan?


Dari segi fisik, varian Dual hadir dengan dimensi ringkas (panjang 203mm dan tebal 2 slot), membuatnya sangat kompatibel dengan hampir semua casing PC, termasuk rakitan Small Form Factor (SFF) yang sedang tren. Sistem pendinginnya mengandalkan dua kipas Axial-tech dengan bantalan bola ganda (dual-ball bearings) yang dirancang untuk umur pakai panjang.
Antarmuka fisik yg simpel tetapi esensial. Asus Dual GeForce RTX 5050 8GB GDDR6 OC Edition menyediakan switch khusus yang fokus pada kualitas dan performa. Ini memudahkan seting awal yang membuat kita tidak perlu membuka aplikasi seperti NVIDIA App. Untuk konektivitasnya, terdapat satu port HDMI dan tiga port DisplayPort.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 285K AMD Ryzen 5 8600G |
| Motherboard | Asus ROG Strix Z890-F Gaming WiFi Gigabyte B650E Aorus Master |
| Cooler | Gigabyte Aorus Waterforce II 360 ICE |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | Asus ROG Swift OLED PG27AQDM |
| Mouse | Logitech MX Master 3 Logitech M650 |
| Mousepad | Logitech Desk Mat |
Bagaimana Performanya?
Asus Dual GeForce RTX 5050 8GB GDDR6 OC Edition dibangun di atas silikon GB207, chip terkecil dari keluarga Blackwell NVIDIA. Meskipun diposisikan sebagai penerus RTX 3050, spesifikasi teknisnya menunjukkan pendekatan yang unik.Kartu ini memiliki 2.560 CUDA Cores, jumlah yang sebenarnya lebih sedikit dibandingkan pendahulunya, RTX 4060. Namun, NVIDIA mengimbanginya dengan kecepatan clock yang sangat agresif. Varian OC Edition dari Asus ini mampu melesat hingga 2.677 MHz, angka yang fantastis untuk ukuran GPU kelas menengah.



Bukan performa secara umum, kartu grafis ini menjual fitur eksklusif DLSS 4 Multi-Frame Generation (MFG). Teknologi ini memungkinkan GPU untuk menghasilkan hingga tiga frame tambahan untuk setiap satu frame yang dirender secara tradisional.
Dalam pengujian nyata pada game berat seperti Cyberpunk 2077, teknologi ini terbukti mampu mendongkrak framerate hingga 85fps, seperti pada pengujian. Adapun penggunaan setingan mengacu pada pilihan paling optimal.
Sementara untuk game Monster Hunter Wilds ia masih mampu menghasilkan visual yang mulus pada rerata 77fps. Saat mencobanya untuk menjalankan game paling berat Black Myth: Wukong, ia agak kesulitan mencapai 30fps. Ketiga game ini berjalan pada resolusi 2K.

Meskipun fitur AI-nya memukau, RTX 5050 masih menggunakan VRAM 8GB GDDR6 dengan bus memori 128-bit. Di tahun 2026, kapasitas 8GB mulai dianggap sebagai batas minimum yang kritis.
Kesimpulan
Asus Dual GeForce RTX 5050 OC Edition adalah kartu grafis minimalis yang bisa menjadi pilihan buat mereka yang ingin merasakan kemampuan DLSS dari generasi Blackwell. Setelah melihatnya, mungkin para kaum “purist” akan tersadar bahwa optimalisasi AI tetap mampu menghasilkan visual yang bagus dan otentik.
Konsumsi dayanya juga efisien, tidak memerlukan port khusus. Bagi gamer kompetitif yang mengejar FPS tinggi di Valorant atau kreator konten pemula yang butuh fitur AV1, kartu ini adalah investasi solid.
8
Asus Dual GeForce RTX 5050 OC Edition
Plus
- Performa frame generation mantap
- Operasional senyap dan adem
- Hanya menggunakan 2 slot
Minus
- VRAM masih 8GB
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News