ASUS X550ZE memiliki layar yang cukup tajam.
ASUS X550ZE memiliki layar yang cukup tajam.

ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa

Ellavie Ichlasa Amalia • 27 Juni 2015 15:31
medcom.id: Bagi para pemain game kelas berat dengan kantong tebal, mungkin mengeluarkan puluhan juta untuk mendapatkan laptop gaming dengan performa super kencang bukanlah sebuah masalah. Sayangnya, kebanyakan orang justru ingin laptop dengan harga terjangkau yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Dan jika laptop tersebut bisa digunakan untuk bermain game, walaupun bukan game berat dengan setting maksimal, maka hal itu akan jadi kelebihan tersendiri.
 
Tampaknya ASUS memang memikirkan orang-orang yang menginginkan laptop serba bisa saat membuat ASUS X550ZE. Dilihat dari harganya, laptop ini adalah laptop menengah. Jadi, jangan bandingkan performanya dengan laptop gaming yang harganya bisa sampai 3x lipatnya. Meskipun begitu, performa X550ZE untuk penggunaan sehari-hari cukup baik. Ia juga bisa digunakan untuk memainkan game-game mainstream yang tak terlalu berat seperti DOTA 2.


Desain

ASUS X550ZE memiliki layar 15,6 inci, jadi jangan heran jika laptop ini memiliki bodi yang cukup bongsor. Bagian belakang layar memiliki warna hitam dengan logo ASUS berwarna silver sebagai fokus. Sementara untuk bagian di sekitar keyboard, ASUS menggunakan warna abu-abu keperakan.
 
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa

Dengan bodi yang cukup tebal, yaitu 2,51 cm, X550ZE memiliki konektor yang lengkap. Di sisi kiri, Anda akan menemukan audio jack, Mini D-sub, 2 port USB 3.0, port LAN dan port HDMI, sementara di sisi kanan, Anda akan menemukan satu port USB dan sebuah optical drive.
 
Dua port USB 3.0 cukup membantu, terutama bagi Anda yang masih menggantungkan diri pada storage fisik seperti USB ataupuh harddisk internal, karena USB 3.0 memiliki kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada port USB 2.0.
 
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
 
Laptop ini juga dilengkapi dengan optical drive, walau sekarang ini, keberadaan disc telah semakin jarang ditemui. Meskipun begitu, mungkin keberadaan optical drive ini akan membantu Anda yang masih menggunakan disk sebagai media penyimpanan installer Windows.
 
Laptop ini memiliki card reader yang terletak pada bagian depan kiri bawah. Tempatnya yang agak tersembunyi, membuat saya tidak langsung menyadari keberadaannya. 


Performa & baterai

Untuk memastikan agar X550ZE tetap dapat digunakan untuk bermain game mainstream dan memastikan harganya tidak melonjak tinggi,ASUS menggunakan prosesor dari AMD, A10-7400P. Ia adalah sebuah prosesor kelas menengah yang menggunakan arsitektur Kaveri.
 
Performa prosesor ini cukup tangguh untuk melakukan multitasking beberapa kegiatan sehari-hari, seperti browsing internet, membuka file Word atau PDF, dan multimedia. Selama saya menggunakan laptop ini, jika saya membuka terlalu banyak program sekaligus, sekitar 8 atau lebih, proses multitasking akan mulai terasa melambat.
 
A10-7400P telah memiliki GPU tersendiri, yaitu AMD Radeon R6. Meskipun begitu, X550ZE juga dilengkapi dengan GPU lain, AMD Radeon R5 M200 Series. Untuk masalah gaming, seperti yang sudah saya sebutkan di awal, X550ZE cukup mumpuni untuk digunakan bermain game mainstream yang memang tak terlalu berat.
 
Untuk menguji kemampuan gamingnya, saya mencoba untuk memainkan Tomb Raider (2013) dan saya mendapatkan rata-rata 30 FPS, tak buruk untuk laptop di kelasnya.
 
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
 
Selain Tomb Raider, saya juga mencoba kemampuan laptop ini dengan memainkan DOTA 2, salah satu game yang paling digemari di Indonesia. Dan hasilnya, X550ZE berhasil mendapatkan FPS rata-rata sebesar 31 FPS. Dengan kata lain, saya dapat memainkan DOTA 2 dengan cukup lancar.
 
Selain secara langsung mencoba untuk memainkan game-game mainstream, saya juga mencoba untuk mengukur performa laptop ini dengan beberapa aplikasi benchmark. Dengan PCMark, saya menggunakan kategori Creative Conventional, kategori yang ditujukan untuk laptop yang serba guna, baik untuk kegiatan sehari-hari maupun kegiatan gaming.
 
Dan inilah hasil benchmark tersebut.
 
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
 
Selain performa, hal lain yang diukur menggunakan benchmark adalah ketahanan baterai. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di bawah, baterai dari X550ZE bahkan tak dapat bertahan selama 3 jam. Meski boros atau tidaknya baterai memang masih tergantung pada pemakaian.
 
Meskipun begitu, selama memakai laptop ini, saya menyadari bahwa saya memang tak bisa menggunakannya terlalu lama tanpa kabel power tersambung.
 
ASUS X550ZE, Laptop Menengah yang Serba Bisa
 
Untuk memastikan agar ia tak mengalami masalah panas berlebih, ASUS melengkapi X550ZE dengan kipas. Meskipun begitu, terkadang, jika saya memaksa laptop ini untuk bekerja terlalu keras, bagian di mana tangan saya bersandar terasa hangat. Panas yang dikeluarkan memang tak mengganggu, tetapi cukup terasa sehingga saya menyadarinya, terutama saat saya menggunakan laptop ini di ruangan tanpa AC.


Kesimpulan

ASUS X550ZE cocok bagi Anda yang ingin laptop multifungsi dengan harga yang terjangkau. Layarnya pun cukup besar dengan resolusi yang cukup tajam, 1366 x 768, sehingga Anda dapat menonton video dengan nyaman. Laptop ini juga dapat digunakan untuk bermain game DOTA 2. Sayangnya, ia tak cocok untuk dibawa berpergian karena bodinya yang bongsor dan berat dan baterainya yang tak terlalu awet.
 
  ASUS X550ZE
Ukuran Layar 15,6-inci
Prosesor AMD® APU A10-7400P @ 2,5 GHz
GPU  AMD Dual Graphic R6 + R5 M200 Series
RAM 4 GB
Penyimpanan 1 TB
Bobot 2,26 Kg
Paket Penjualan Adapter, Manual, Setup Instruction, Warranty Card.
Harga Rp6.849.000
 

ASUS X550ZE

 

7,8

  • + Layar lebar dan tajam
  • + Full-keyboard
  • - Baterai yang tidak tahan lama
  • - Tebal dan berat

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA