Amonium nitrat disinyalir sebagai penyebab ledakan besar yang baru saja terjadi di Beiru, Lebanon.
Amonium nitrat disinyalir sebagai penyebab ledakan besar yang baru saja terjadi di Beiru, Lebanon.

Apa itu Amonium Nitrat?

Lufthi Anggraeni • 05 Agustus 2020 13:26
Jakarta: Terjadi ledakan di ibukota Lebanon, Beirut, pada hari Selasa petang waktu setempat menyita perhatian publik. Ledakan yang menewaskan 73 orang dan melukai 3.700 orang ini dilaporkan terjadi akibat amonium nitrat sebanyak 2.750 ton.
 
Menurut Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, amonium nitrat ini telah disimpan dalam gudang pelabuhan sejak tahun 2014. Pupuk pertanian yang telah disimpan selama bertahun-tahun ini menimbulkan guncangan yang setara dengan gempa bumi berkekuatan 3,3 magnitudo.
 
Namun, apa itu amonium nitrat? Amonium nitrat atau bernama kimia NH4NO3 merupakan padatan kristal putih yang bisa larut secara alami, saat ini lebih dikenal masyarakat sebagai salpeter atau kalium nitrat galian.

Amonium nitrat juga merupakan komponen utama ANFO, (amonium nitrat/bahan bakar minyak), bahan peledak industri yang digunakan dalam penambangan, penggalian, dan konstruksi sipil serta bertanggung jawab atas 80 persen dari semua bahan peledak industri yang digunakan di AS.
 
Mengutip Sky News, amonium nitrat umumnya digunakan dalam pertanian sebagai pupuk nitrogen tinggi. Pupuk ini relatif stabil dalam sebagian besar kondisi dan murah untuk diproduksi, sehingga masyarakat menjadikannya bahan kimia alternatif dari sumber nitrogen lainnya yang lebih mahal.
 
Amonium nitrat tidak dianggap sangat mudah menguap atau berbahaya meski tanpa tercampur dengan bahan kimia lain. Namun dalam kondisi amonium nitrat disebut ahli dapat sangat membahayakan bahkan hingga mematikan.
 
Dan sebagian besar negara memiliki peraturan khusus untuk mengendalikan penyimpanan amonium nitrat guna memastikan keamanannya. Selain itu, amonium nitrat juga diklasifikasikan sebagai 'bahan energetik', yang menghasilkan panas saat terurai, mirip dengan cara panas dihasilkan oleh bahan busuk di tumpukan kompos.
 
Untuk mengubahnya dari senyawa stabil menjadi bahan peledak, tanpa bahan bakar atau katalis eksternal, amonium nitrat disebut membutuhkan kondisi khusus. Jika ada jumlah amonium nitrat yang cukup, ia dapat menghasilkan panas yang cukup untuk membakar dan menjaga api tetap menyala, tanpa perlu katalis eksternal seperti nyala api.
 
Dan saat terbakar, amonium nitrat mengalami perubahan kimia yang mengarah pada produksi oksigen, tepatnya yang dibutuhkan api untuk terus menyala dan menjadi lebih besar. Ketika memanas, bahan kimia dapat melebur menjadi satu, sehingga menciptakan segel dan steker.
 
Namun menurut dosen senior teknik kimia di University of Melbourne Gabriel da Silva, amonium nitrat bukan bahan yang bisa meledak sendiri, melainkan pengoksidasi, menarik oksigen ke api - dan karenanya membuatnya jauh lebih kuat.
 
Amonium nitrat disebutnya hanya terbakar dalam keadaan yang tepat, dan ini sulit dicapai. Dan meski amonium nitrat sebenarnya dapat memadamkan api, namun jika terkontaminasi, misalnya dengan minyak, maka bahan kimia ini sangat mudah meledak. Hal ini diperkirakan da Silva sebagai penyebab ledakan yang terjadi di Beirut Lebanon tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA