Merayakan ulang tahun ke30 Hubble, tim peneliti merilis gambar baru dari dua nebula karya teleskop ini.
Merayakan ulang tahun ke30 Hubble, tim peneliti merilis gambar baru dari dua nebula karya teleskop ini.

Hubble Rayakan 30 Tahun di Ruang Angkasa

Lufthi Anggraeni • 27 April 2020 15:34
Jakarta: Merayakan ulang tahun ke-30 Hubble di ruang angkasa, tim peneliti di belakang Hubble merilis sejumlah gambar baru dari dua nebula di Large Magellanic Cloud, galaksi berukuran lebih kecil dengan jarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Milky Way tata surya Bumi.
 
NASA menyebut bahwa nebula berukuran lebih besar dan berwarna merah mengusung nama NGC 2014, serta bintang cerah yang baru terbentuk di pusatnya berukuran 10 hingga 20 kali lebih besar dari ukuran Matahari.
 
Sedangkan nebula berwarna biru bernama NGC 2020, terbentuk saat bintang dengan ukuran 200 ribu kali lebih besar dari Matahari mengeluarkan gas berkapasitas besar. Peneliti menilai gambar ini serupa baru karang, sehingga saat diputar akan menghasilkan gambar bertajuk Cosmic Reef.

Mengutip The Verge, Senior Project Scientist Hubble Jennifer Wiseman menyebut bahwa gambar ini merupakan hasil penglihatan menarik teleskop ini dari orbitnya di atas atmosfer Bumi. Hal ini memungkinkan peneliti untuk melihat keindahan dan aktivitas seperti yang disuguhkan gambar.
 
Namun 30 tahun lalu, saat pertama kali diluncurkan, Hubble tidak dalam kondisi baik. Ketidaksempurnaan kecil di cermin artinya seluruh gambar yang dipotretnya buram dan tidak fokus. Untuk memperbaiki ketidaksempurnaan ini, dibutuhkan lima misi terpisah hingga kondisi Hubble dapat menjadi seperti saat ini.
 
Peluncuran teleskop berukuran besar pada 30 tahun dinilai sejumlah pihak merupakan peristiwa revolusioner. Dan perangkat utama bidang astronomi ini disebut NASA masih menyuguhkan dukungan untuk ilmu pengetahuan yang juga revolusioner.
 
Sebelumnya, sebuah asteroid mengikuti orbit yang berpotongan dengan Bumi mendekati planet, dan data yang dihimpun NASA mengindikasikan bahwa asteroid ini cukup besar untuk menciptakan ledakan besar di atmosfer jika berjarak terlalu dekat.
 
Asteroid yang kian mendekat ini tengah diawasi oleh Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, yang melacak obyek, disebut sebagai 2020 EF, pada kecepatan lebih dari 10 ribu mil per jam. CNEOS memprediksi asteroid ini berdiameter 98 kaki atau 29,9 meter.
 
Ukuran tersebut sedikit lebih panjang jika dibandingkan dengan jarak antara basis berlian baseball. Menurut CNEOS, 2020 EF merupakan asteroid Aten, artinya asteroid ini mengikuti orbit alami yang berpotongan dengan jalur Bumi.
 
Sementara itu, Astronomer dari Catalina Sky Survey mengumumkan bahwa mereka menemukan satelit alami kedua yang mengorbit di sekitar Bumi. Satelit ini tampak seperti Bumi dan mitra Catalina Sky Survei, Luna, memutuskan untuk menjelajahi poliamori ini.
 
Pendatang baru ini dilaporkan merupakan asteroid kecil yang merangsek ke orbit Bumi, dan kini menjadi Bulan versi kecil temporer. Ilmuwan menemukan Bulan baru ini pada pekan lalu, namun ingin mengonfirmasikan bahwa satelit ini bukanlah satelit buatan atau sampah ruang angkasa acak.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA