Co-Creator Spider-Man Meninggal pada Usia 90 Tahun
Ditko ikut membantu terciptanya Spider-Man. (Marvel Comics)
Jakarta: Steve Ditko, ilustrator komik dan salah satu kreator karakter komik legendaris seperti Spider-Man dan Doctor Strange, telah meninggal dunia pada umur 90 tahun.

Polisi New York mengonfirmasi pada Variety bahwa Ditko ditemukan telah meninggal di apartemennya di Manhattan pada Juni 29. Namun, kabar tentang kematiannya baru diketahui pada hari Jumat lalu.

Terlahir pada 1927, Johnstown, Pennsylvania, Ditko telah mengenal komik di koran sejak dia masih muda. Dia kemudian mulai menyukai komik superhero berkat Batman dan juga "The Spirit" buatan Will Eisner.


Setelah lulus SMA pada 1945, Ditko bergabung dengan militer. Di sana, dia memiliki tugas untuk membuat komik dalam koran militer.

Setelah keluar dari militer, Ditko belajar menggambar dari ilustrator Batman, Jerry Robinson pada 1950 di New YOrk City.

Di bawah bimbingan Robinson, Ditko bertemu dengan Stan Lee, yang ketika itu masih menjadi Editor in Chief Marvel dan kemudian akan menjadi CEO. Dia akan menjadi bagian dari para ilustrator pertama untuk komik Marvel. Dalam tim itu, Ditko juga bertemmu dengan Jack Kirby.

Ditko memiliki peran penting dalam membuat Spider-Man. Dia adalah orang yang mengubah desain Spider-Man karena Stan Lee tidak puas dengan desain asli Kirby. Ditko membuat kostum Spider-Man yang kini sangat dikenal dengan web shooter dan warna khasnya yaitu merah dan biru.

Spider-Man pertama kali muncul di Amazing Fantasy #15 pada 1962. Karakter tersebut menjadi sangat populer sehingga pada 1963, Marvel merilis Amazing Spider-Man, seri komik pertama dari sang webslinger yang dibuat oleh Ditko dan Lee. Sampai sekarang, Spider-Man tetap menjadi salah satu superhero paling populer yang pernah ada.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.