NASA mengumumkan SpaceX sebagai pemenang kontrak pembangunan pesawat ruang angkasa.
NASA mengumumkan SpaceX sebagai pemenang kontrak pembangunan pesawat ruang angkasa.

SpaceX Menang Tender NASA untuk Misi Manusia ke Bulan

Lufthi Anggraeni • 20 April 2021 14:25
Jakarta: NASA mengumumkan pemenang kontrak pembangunan pesawat ruang angkasa untuk membawa astronaut ke bulan paling cepat pada tahun 2024, yaitu SpaceX. Kontrak ini dilaporkan bernilai USD2,9 miliar (Rp421 triliun).
 
Untuk memenangkan kontrak ini, SpaceX menyingkirkan dua pesaing lainnya yaitu Blue Origin milik Jeff Bezos dan Dynetics Inc., perusahaan kontraktor pertahanan dan Dynetics merupakan unit dari Leidos Holdings Inc.
 
Sebagai informasi, pemilik SpaceX, Elon Musk, mengajukan penawaran kontrak ini kepada NASA secara mandiri. Hal ini berbeda dengan Blue Origin, sebab untuk mendapatkan kontrak ini Bezos mengajukan penawaran kepada NASA dengan bermitra dengan sejumlah perusahaan, yaitu Lockheed Martin Corp, Northrop Grumman Corp, dan Draper.

Kontrak yang diperoleh SpaceX untuk wahana komersial pembawa manusia pertama ini merupakan bagian Program Artemis. Program ini akan membawa dua astronaut Amerika Serikat ke permukaan Bulan.
 
NASA menyebut bahwa SpaceX Starship mencakup kabin berukuran luas dengan dua airlocks yang memungkinkan astronaut berjalan di Bulan. NASA berharap arsitektur Starship diharapkan berkembang menjadi sistem peluncuran dan pendaratan yang sepenuhnya dapat digunakan berulang kali untuk perjalanan ke Bulan, Mars, dan tujuan lain di luar angkasa.
 
Selain itu, NASA menyebut jika SpaceX mencapai tenggat waktu tercepat, pihaknya akan memiliki kesempatan pertama untuk memanfaatkan hasil dari program ini pada tahun 2024 mendatang.
 
SpaceX menyampaikan tanggapannya di jejaring sosial Twitter, menyambut baik program Artemis, dan berupaya membantu mengantarkannya ke era baru eksplorasi ruang angkasa.
 
Program ini disebut berbeda dari pendaratan Apollo dari 1969 hingga 1972, merupakan satu-satunya kunjungan manusia ke permukaan Bulan hingga saat ini. NASA dilaporkan bersiap untuk misi jangka panjang, dibayangkannya sebagai batu loncatan menuju rencana yang bahkan lebih ambisius, yaitu mengirim astronaut ke Mars.
 
NASA disebut sangat bergantung pada perusahaan swasta yang dibangun dengan visi bersama untuk eksplorasi ruang angkasa, termasuk SpaceX. Namun NASA menyebut bahwa SpaceX akan diminta untuk melakukan uji terbang pendaratan ke Bulan sebelum manusia melakukan perjalanan.
 
Selain itu, NASA juga menyebut berencana akan menyeleksi astronaut yang akan dikirim bersama wahana SpaceX mulai akhir bulan April ini. Pada Kamis lalu, NASA juga menyampaikan akan mengirim awaknya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional menumpang roket SpaceX, yang dijadwalkan akan meluncur pada tanggal 22 April mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA