Ilustrasi. (NASA)
Ilustrasi. (NASA)

NASA Minta Dana Ekstra Rp23 Triliun untuk Program Pendaratan Bulan

Teknologi antariksa nasa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 14 Mei 2019 12:13
Jakarta:NASA dan Gedung Putih meminta Kongres untuk memberikan dana ekstra sebesar USD1,6 miliar (Rp23 triliun) dalam pendanaan tahun depan. Tujuannya adalah agar mereka bisa menjalankan misi ke Bulan dan membawa astronot ke permukaan Bulan pada 2024.
 
Dana ekstra ini di luar dari dana sebesar USD21 miliar (Rp303 triliun) yang telah dialokasikan presiden untuk NASA.
 
Proposal dana ekstra ini ada dalam amandemen pendanaan yang NASA telah buat selama dua bulan belakangan, termasuk masukan dari Gedung Putih. Dana ekstra ini ditujukan untuk membantu NASA memenuhi tantangan Wakil Presiden AS, Mike Pence.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pidato di Dewan Luar Angkasa Nasional di Maret, Pence berkata bahwa rencana awal NASA unntuk mengirimkan astronot ke Bulan pada 2028 tidak cukup memuaskan. Dia ingin NASA dapat melakukan misi itu pada 2024 dengan cara apapun, lapor The Verge.
 
Dari total USD1,6 miliar yang NASA minta, sebesar USD651 juta (Rp9,4 triliun) ditujukan untuk mempercepat pengembangan kendaraan yang memang NASA tengah kembangkan, yaitu roket raksasa bernama Space Launch System (SLS) dan kapsul baru untuk membawa awak manusia yang disebut Orion.
 
Kapsul Orion akan ada pada bagian atas SLS, membawa manusia ke Bulan dan bagian luar angkasa lain.
 
Kedua kendaraan ini rencananya akan diterbangkan untuk pertama kalinya pada 2020. Itu akan menjadi kali pertama SLS diterbangkan. Namun, rencana peluncuran pada 2020 itu masih tidak pasti.
 
Sementara USD1 miliar (Rp1,4 triliun) sisanya akan digunakan untuk memulai pengembangan lander yang bisa membawa awak manusia dari dan ke permukaan Bulan tiga bulan lebih cepat dari rencana.
 
Walau proyek lander ini mendapatkan pendanaan ekstra, NASA juga harus menurunkan alokasi dana dari proyek terkait pendaratan di Bulan yang lain.
 
Sebagai bagian dari inisiatif Bulan, NASA berencana untuk mengembangkan stasiun luar angkasa baru di sekitar Bulan bernama Gateway.
 
Platform itu akan dibuat dengan tujuan sebagi garda terdepan bagi para astronot yang tinggal di Bulan. Di sana, para astronot akan bisa hidup dan berlatih sebelum mereka mendarat di Bulan.
 
NASA membayangkan Gateway ini akan memiliki berbagai modul, baik modul yang didesain untuk tempat tinggal atau modul untuk menyediakan daya dan daya dorong.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif