Bulan ketika Super Blood Moon. (Photo by Boris Roessler / dpa / AFP)
Bulan ketika Super Blood Moon. (Photo by Boris Roessler / dpa / AFP)

Gerhana Bulan Rayakan Pendaratan Manusia di Bulan ke-50

Teknologi antariksa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Juli 2019 12:01
Jakarta:Gerhana bulan parsial akan menandai perayaan 50 tahun pendaratan manusia di Bulan.
 
Gerhana ini akan bisa dilihat di Afrika, Eropa, dan Asia Barat. Orang-orang yang tinggal di Amerika Selatan akan dapat melihat Bulan terbit di bawah bayang-bayang matahari.
 
Sementara untuk kawasan Asia tengah dan timur serta Australia, gerhana masih berlangsung ketika Bulan tenggelam pada dini hari tanggal 17 Juli, lapor Space.com.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anda bisa melihat kawasan yang dapat melihat gerhana pada gambar peta di bawah ini.
 
Gerhana Bulan Rayakan Pendaratan Manusia di Bulan ke-50
Foto: NASA / Fred Espenak
 
Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan ada pada satu garis lurus. Ini membuat Bulan tersembunyi dari Matahari. Ketika Bulan memasuki kawasan bayangan Bumi -- Umbra dan Penumbra -- maka cahaya Bulan akan menjadi lebih redup.
 
Menurut Independent, jika kilau Bulan masih terlihat pada Gerhana, itu terjadi karena Bulan memantulkan cahaya dari atmosfer Bumi. Inilah yang membuat Bulan terlihat berwarna kemerahan.
 
Bulan akan memasuki kawasan Penumbra pada tanggal 16 Juli pukul 18.43 UTC atau pada tanggal 17 Juli pukul 1.43 WIB. Bulan akan ada di kawasan Umbra pada tanggal 16 Juli pukul 20.01 UTC atau tanggal 17 Juli pukul 3.00 WIB.
 
Bulan akan melewati kawasan Umbra pada tanggal 16 Juli pukul 22.59 (tanggal 17 Juli, pukul 5.59 WIB) dan meninggalkan kawasan Penumbra pada tanggal 17 Juli pukul 00.17 atau pukul 7.15 pada hari yang sama.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif